MobilKomersial.com — Dunia otomotif baru saja menyaksikan sebuah perjalanan waktu yang memukau di ajang Retro Classics Stuttgart yang berlangsung pada 19 hingga 22 Februari 2026 kemarin.
Mercedes-Benz Trucks Classic mencuri perhatian global dengan merayakan “130 Years Trucks”, sebuah peringatan panjang yang menandai lebih dari satu abad inovasi sejak lahirnya kendaraan angkut bermotor.
Baca Juga: Lebih Efisien dari Diesel! Ini Rahasia Truk Listrik Mercedes-Benz eArocs 400 Taklukkan Cuaca Ekstrem
“130 Years Trucks melambangkan semangat pionir dan inovasi panjang selama 130 tahun,” kata Jean‑Marc Diss, Kepala Penjualan dan Pemasaran Global Mercedes‑Benz Trucks dalam keterangannya kepada MobilKomersial.com, Senin (23/2/2026).
“Peringatan ini memotivasi kita untuk terus melanjutkan perjalanan dan menatap masa depan. Tradisi dan masa depan saling terkait erat di Mercedes‑Benz Trucks, begitu juga dengan fokus kami pada kebutuhan pelanggan dan layanan kelas satu,” sambungnya.
Baca Juga: Mercedes-Benz eCitaro Diakui Sebagai Solusi Transportasi Paling Berkelanjutan Dunia

Puncak dari perayaan ini adalah kehadiran rekonstruksi truk pertama di dunia yang diciptakan oleh Gottlieb Daimler pada tahun 1896, sebuah mahakarya yang menjadi fondasi bagi seluruh industri transportasi modern.
Truk pionir ini tampil dengan mesin dua silinder “Phoenix” yang terletak di bagian belakang. Mesin berkapasitas 1.000 cc (1,06L) itu diklaim mampu menghasilkan tenaga 4 dk yang menggerakkan poros belakang melalui sabuk penggeraknya.
Meskipun terlihat sangat sederhana dengan bangku pengemudi yang menyerupai kereta kuda, kendaraan ini sudah mengadopsi prinsip canggih yang masih digunakan pada truk berat masa kini, yaitu gardan hub-reduction roda gigi planet.

Kehadiran rekonstruksi ini bukan sekadar pameran barang antik, melainkan pengingat akan semangat visioner Daimler yang berhasil mengungguli kendaraan bertenaga uap di pasar Inggris dan Prancis tak lama setelah peluncurannya.
Perayaan ini juga menjadi panggung bagi evolusi teknologi yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui peringatan tiga dekade Mercedes-Benz Actros yang telah dioperasikan oleh pengusaha di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996 silam, Mercedes-Benz Actros telah mengubah citra truk dari sekadar kendaraan komersial tradisional menjadi alat kerja cerdas yang terhubung secara elektronik.

Baca Juga: Profil Truk Mercedes-Benz Zetros, Benteng Berjalan Yang Dibanderol Hingga Puluhan Miliar!
Tak sampai disitu, para pengunjung di stan Daimler Trucks seluas 700 meter persegi tersebut dapat melihat langsung transformasi dari Actros generasi pertama hingga inovasi terbaru seperti eActros 600 Safety Truck.
Kendaraan listrik terbaru ini dilengkapi dengan sistem sensor fusi 270 derajat dan teknologi bantuan pengemudi tingkat tinggi yang membawa visi berkendara tanpa kecelakaan semakin dekat menjadi kenyataan.
Kemeriahan di Stuttgart juga mencakup berbagai momen bersejarah lainnya, termasuk peringatan 80 tahun Mercedes-Benz Unimog dan 75 tahun bus mandiri Setra yang legendaris.

Bagi 70.000 pengunjung yang hadir, pengalaman ini diperkaya dengan demonstrasi langsung di mana mesin truk tahun 1896 dan mesin balap Atego Race dinyalakan secara bergantian, menciptakan pengalaman akustik yang membangkitkan sejarah secara nyata.
Dengan demikian, semangat inovasi global ini pun berakar kuat di Indonesia melalui PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) dan PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI).
Baca Juga: Mulai Diproduksi, Truk Hidrogen Mercedes-Benz NextGenH2 Tawarkan Performa Setara Diesel
Sejak tahun 2025, proses perakitan truk dan sasis bus Mercedes-Benz telah dilakukan secara lokal di pabrik Cikarang, Jawa Barat dengan kapasitas produksi yang mencapai 5.000 unit per tahun.
Dengan komitmen pada teknologi hijau dan peningkatan kandungan lokal, Mercedes-Benz Trucks terus memastikan bahwa janji merek “Trucks You Can Trust” tetap relevan bagi pelanggan, baik di lintasan sejarah Eropa maupun di jalanan produktif Indonesia.











