MobilKomersial.com — Volvo Trucks baru saja menginjak pedal gas lebih dalam menuju era transportasi bebas emisi dengan memulai uji jalan truk berat bermesin pembakaran internal yang ditenagai oleh hidrogen.
Langkah ini bukan sekadar eksperimen hijau biasa, melainkan pembuktian bahwa mesin pembakaran yang selama ini kita kenal bisa tetap relevan tanpa harus mengotori atmosfer.
Melalui teknologi High Pressure Direct Injection (HPDI), Volvo menjanjikan efisiensi energi yang lebih tinggi dan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah dibandingkan teknologi hidrogen konvensional lainnya.
Baca Juga: Toyota Resmi Gabung Cellcentric, Siap Rajai Teknologi Hidrogen Global Bersama Daimler dan Volvo
Inti dari kecanggihan truk ini terletak pada sistem HPDI, sebuah mekanisme dimana sejumlah kecil bahan bakar penyulut disemprotkan dengan tekanan tinggi untuk memicu pembakaran kompresi sebelum hidrogen dimasukkan ke dalam ruang bakar.
Teknologi ini bukanlah barang baru bagi Volvo, produsen truk dan bus raksasa asal Swedia tersebut telah mengujinya pada lebih dari 10.000 unit truk bertenaga gas yang saat ini telah terjual secara global.

Dengan basis mesin diesel yang tangguh, truk hidrogen ini mampu memberikan torsi dan performa yang identik dengan mesin diesel konvensional, namun dengan jejak karbon yang hampir hilang sepenuhnya.
Jan Hjelmgren, Head of Product Management di Volvo Trucks, menyatakan optimisme besarnya terhadap fase pengujian ini. Menurutnya, pengalaman panjang perusahaan dalam mengelola teknologi HPDI menjadi modal kuat untuk mendominasi pasar.
“Pengujian di jalan raya merupakan tonggak penting bagi truk bermesin pembakaran hidrogen kami. Saya yakin truk ini akan menjadi yang terbaik di industri jika melihat efisiensi bahan bakar, tenaga, torsi, dan kemampuan berkendaranya,” ucapnya.
Baca Juga: Bisa Narik Kapal Selam! MAN Rilis Truk TGX 41.640 8×4/4, Simak Ketangguhannya
“Pelanggan akan dapat mengoperasikannya sama seperti truk diesel. Pengalaman kami dengan teknologi HPDI di lebih dari 10.000 truk bertenaga gas adalah bukti kuat akan kinerjanya,” tambahnya, mengutip keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).
Keunggulan utama dari truk bermesin pembakaran hidrogen ini adalah fleksibilitasnya. Kendaraan ini dirancang khusus untuk menaklukkan rute jarak jauh atau beroperasi di wilayah dengan infrastruktur pengisian daya listrik yang masih terbatas.

Menariknya, jika menggunakan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) sebagai bahan bakar penyulut dan hidrogen hijau sebagai bahan bakar utama, truk ini dikategorikan sebagai Zero Emission Vehicles (ZEV) berdasarkan standar emisi Uni Eropa.
Langkah ini mempertegas strategi tiga jalur Volvo untuk mencapai emisi nol bersih, yang meliputi penggunaan baterai listrik, sel bahan bakar (fuel cell), dan mesin pembakaran berbahan bakar terbarukan.
Meski Volvo tengah mengembangkan truk listrik hidrogen yang hanya mengeluarkan uap air dan dijadwalkan meluncur sebelum 2030, mesin pembakaran hidrogen dianggap sebagai pelengkap vital bagi konsumen yang membutuhkan ketahanan ala mesin diesel tradisional.
Baca Juga: Ini Rahasia Mesin Mercedes-Benz Zetros, Tetap Menyala di Suhu Beku Tanpa Gagal Komponen
“Kami melihat potensi besar untuk truk bermesin pembakaran hidrogen dan mereka akan memainkan peran penting dalam transformasi menuju transportasi tanpa emisi knalpot. Beberapa teknologi akan dibutuhkan untuk dekarbonisasi,” terang Hjelmgren.
“Sebagai produsen truk global, kami menawarkan berbagai solusi dekarbonisasi dan membantu pelanggan memilih alternatif terbaik berdasarkan tugas transportasi, infrastruktur yang tersedia, dan harga energi hijau,” pungkasnya.











