MobilKomersial.com — Scania resmi menyerahkan unit pertama dari tiga truk berteknologi hybrid pesanan salah satu Lembaga Pengadaan Pertahanan Swedia (FMV) di sela-sela ajang pameran pertahanan Eurosatory 2026.
Langkah ini menandai dimulainya proyek pengembangan bersama untuk menguji sejauh mana teknologi hibrida dapat memenuhi kebutuhan taktis militer modern di tiga matra Angkatan Bersenjata Swedia.
Baca Juga: Scania Luncurkan Kabin Truk Anti-Peluru Sekelas Tank NATO! Simak Keandalannya
Truk ini mengadopsi sistem plug-in parallel hybrid, yang memungkinkan mesin pembakaran internal dan motor listrik bekerja secara terpisah maupun bersamaan. Fleksibilitas ini krusial untuk berbagai skenario misi.
Motor listriknya mampu menghasilkan torsi instan dan kemampuan manuver yang kuat pada kecepatan rendah, dengan jarak tempuh murni tenaga listrik mencapai 70 hingga 80 km tergantung beban dan medan penugasan.

Salah satu keunggulan taktis utama dari armada ini adalah kemampuannya untuk bergerak tanpa suara yang secara signifikan menurunkan jejak akustik pasukan di lapangan, sehingga memperkecil risiko deteksi oleh musuh.
Berbeda dengan genset diesel konvensional yang bising, truk ini membawa baterai berkapasitas total 208 kWh yang mampu menyuplai daya listrik AC secara senyap ke peralatan eksternal selama kurang lebih 4 jam berturut-turut.
Secara teknis, sistem kelistrikan truk ini menyediakan tegangan AC 400 V dan 230 V. Motor listriknya sanggup menyemburkan tenaga hingga 290 kW atau 394 dk dengan torsi maksimal 2.800 Nm, sementara daya nominalnya berada di angka 200 kW atau 271 dk.
Fitur Power Take-Off (PTO) pada truk juga tetap dapat diaktifkan saat kendaraan berjalan maupun diam. Ketika baterai habis, mesin konvensional dapat memulihkan daya baterai dari 0-100% dalam waktu 45 hingga 60 menit saja saat mesin dalam posisi idle.

Scania kini tengah menjajaki mekanisasi produksi truk hybrid ini agar dapat diintegrasikan ke dalam sistem modular standar mereka. Dengan begitu, teknologi ini nantinya bisa diaplikasikan ke berbagai konfigurasi kendaraan militer lainnya sesuai kebutuhan spesifik.
“Kami melihat potensi yang elas untuk solusi hibrida pada kendaraan militer berat. Ini adalah tentang menggabungkan ketangguhan dan mobilitas dengan peluang baru untuk pasokan listrik serta operasional yang lebih senyap,” ujar Stefano Fedel, Head of Scania Commercial.
Baca Juga: Daimler Truck Resmi Luncurkan Divisi Khusus Militer, Incar Pasar Alutsista Global!
Kendati demikian, melalui kolaborasi intensif ini, FMV dan Angkatan Bersenjata Swedia kin mendapatkan kesempatan menguji teknologi elektrifikasi langsung dalam operasi riil.
Di sisi lain, Scania memperoleh data tak ternilai untuk mengembangkan teknologi hibrida yang dapat diskalakan secara massal guna menjawab tantangan sektor pertahanan masa depan yang menuntut mobilitas tinggi, kemandirian energi di lapangan, serta respons cepat.











