MobilKomersial.com — Dunia militer dan logistik pertahanan global kedatangan kekuatan baru. Raksasa otomotif asal Jerman, Daimler Truck, secara resmi mengumumkan peluncuran brand global terbaru mereka yang dinamakan Daimler Truck Defence.
Langkah strategis ini menyatukan seluruh aktivitas bisnis pertahanan mereka di bawah satu identitas tunggal, sekaligus menegaskan bahwa sektor militer kini menjadi pilar utama dalam strategi pertumbuhan perusahaan ke depan.
Baca Juga: Scania Luncurkan Kabin Truk Anti-Peluru Sekelas Tank NATO! Simak Keandalannya
Sebagai langkah awal, lini produk divisi baru ini akan mengandalkan ketangguhan armada dari Mercedes-Benz Trucks. Namun, kedepannya, Daimler Truck berencana melakukan ekspansi dari berbagai merek kendaraan lain yang berada di bawah naungan grup mereka.
“Pertahanan adalah pilar utama dari strategi pertumbuhan Daimler Truck. Kami melakukan investasi terarah pada fasilitas produksi kami, pengembangan solusi baru, serta perluasan jaringan penjualan dan servis,” ungkap Karin Radstrom, CEO Daimler Truck.

“Pada saat yang sama, kami memanfaatkan kekuatan global Daimler Truck di berbagai wilayah dan merek untuk meningkatkan skala bisnis pertahanan kami secara signifikan,” sambungnya mengutip keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Untuk memuluskan ambisi besar ini, perusahaan tidak main-main dalam menggelontorkan modal. Investasi bernilai ratusan juta euro telah disiapkan untuk beberapa tahun ke depan, demi mendongkrak kapabilitas teknik, manufaktur, penjualan, hingga jaringan servis.
Targetnya pun sangat ambisius, yakni meraup pendapatan hingga 1 miliar euro dari sektor pertahanan pada tahun 2028. Saat ini, roda bisnis pertahanan mereka digerakkan oleh sekitar 1.000 karyawan dengan pusat kendali strategi di fasilitas Worth, Jerman.
Dennis Kinzelmann selaku CEO Daimler Truck Defence, melihat adanya peluang pasar yang sangat masif di tengah dinamika geopolitik dunia saat ini. Dimana, permintaan akan mobilitas militer yang andal terus meningkat di seluruh dunia.
Baca Juga: Bedah Spesifikasi Oshkosh FMTV A2, Truk Militer Canggih AS dengan Mesin Caterpillar

Baca Juga: Profil Truk Mercedes-Benz Zetros, Benteng Berjalan Yang Dibanderol Hingga Puluhan Miliar!
“Dengan jaringan manufaktur global, rantai pasok yang tangguh, kemitraan yang kuat, dan portofolio produk yang diperluas, kami dapat menghadirkan kendaraan militer dan solusi mobilitas secara cepat, dalam skala besar, dan dengan standar tinggi,” tuturnya,
Kekuatan utama dari struktur baru ini terletak pada fleksibilitas produksinya. Pabrik perakitan di Worth am Rhein, Jerman, serta Molsheim di Prancis, menjadi tulang punggung utama manufaktur pertahanan di kawasan Eropa.
Tidak hanya itu, Daimler Truck juga menyediakan layanan perakitan lokal untuk truk Mercedes-Benz versi militer langsung di negara konsumen, yang didukung oleh jaringan servis global raksasa mencakup sekitar 5.000 lokasi di lebih dari 160 negara.
Kehadiran Daimler Truck Defence langsung menancapkan taji lewat sejumlah kontrak yang berhasil mereka amankan. Di negara asalnya, mereka memenangkan pesanan ratusan unit kendaraan logistik militer untuk angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr.

Tak hanya ‘di kandang’, kiprahnya pun meluas ke benua Amerika melalui kerja sama dengan General Dynamics Land Systems untuk memasok sedikitnya 1.500 truk logistik bagi Angkatan Bersenjata Kanada.
Jangkauan bisnis mereka semakin diperkuat lewat kesepakatan kerangka kerja sama dengan Angkatan Bersenjata Prancis, berkolaborasi dengan Arquus, untuk menyediakan 7.000 unit truk tangguh berbasis platform Zetros.
Baca Juga: Truk Taktis M1079 Ini Disulap Layaknya Sebuah Klub Malam
Keberhasilan mengamankan ribuan armada untuk kekuatan militer Jerman, Kanada, hingga Prancis dalam waktu singkat menunjukkan kepercayaan tinggi dari para sekutu global terhadap keandalan platform yang mereka tawarkan.
Melangkah menuju target pendapatan satu miliar euro pada tahun 2028, raksasa otomotif ini tengah menegaskan posisinya, bahwa masa depan logistik militer dunia kini berada di bawah kendali satu identitas baru yang tangguh, adaptif, dan tak tertandingi.











