MobilKomersial.com — Sistem penggerak pada truk atau bus merupakan salah satu aspek paling penting karena tidak hanya memengaruhi performa kendaraan, tetapi juga keamanan atau traksi, dan efisiensi bahan bakar pada kendaraan tersebut.
Contoh dari sistem penggerak yang ada di truk maupun bus seperti 6×2, 6×4, 6×6, 8×2 atau lainnya. Sementara itu,memilih sistem penggerak roda yang tepat sangat penting, terutama bagi bisnis yang mengandalkan transportasi untuk distribusi barang atau layanan.
Sistem penggerak roda kendaraan terbagi dalam empat tipe yakni RWD atau rear wheel drive, FWD atau front wheel drive, AWD atau all wheel drive serta 4WD atau four wheel drive. Lalu konfigurasi sistem penggerak roda bus dan truk, biasanya masih mengadopsi sistem penggerak RWD. Pada truk, konfigurasinya mulai dari 4×2 hingga 8×4. Sementara pada bus menggunakan sistem penggerak 6×2.
Baca juga: Mampu Angkut Muatan Berat, Tractor Head Jadi Andalan Sektor Logistik dan Manufaktur

Untuk bus yang memakai konfigurasi sistem penggerak 6×2 adalah bus dengan tiga as roda atau triple axle yang lebih sering disebut bus tronton. Sedangkan tulisan 6×4 umumnya terpakai pada sistem penggerak roda truk besar, seperti truk dump.
Berdasarkan dari keterangan yang dihimpun serta unggahan di laman resmi UD Trucks, konfigurasi sistem penggerak roda truk yang umum di Indonesia adalah sebagai berikut:
4×2
Artinya truk memiliki empat titik roda dengan dua titik sebagai sumbu roda dan dua lainnya sebagai penggerak. Konfigurasi ini ada pada jenis truk engkel, jenis ini lebih ideal untuk perjalanan pendek sampai jauh, tetapi dengan kontur jalan yang datar seperti aspal.
6×2
Itu artinya truk atau bus memiliki enam titik roda dengan tiga sumbu roda. Dengan pembagian roda depan sebagai roda kemudi, roda tengah sebagai penggerak, dan roda belakang menambah bantalan beban truk. Umumnya, konfigurasi ini ada di truk tronton banci. Pemakaiannya untuk perjalanan menengah sampai jauh di jalan datar.
Baca juga: Mengenal Lube Truk di Area Pertambangan
6×4
Sama seperti konfigurasi 6×2. 6×4 juga untuk pemakaian jarak menengah hingga jauh dan bisa untuk keluar jalan kasar. Umum terpakai di truk Tronton. Pembagian konfigurasinya roda depan sebagai kemudi dan semua roda belakang sebagai penggerak.
8×2
Konfigurasi penggerak roda truk 8×2 artinya ada empat sumbu roda dengan delapan titik. Di mana empat sumbu rodanya, dua roda depan sebagai kemudi, tengah sebagai penggerak, dan paling belakang sebagai bantalan beban. Truk konfigurasi ini tergolong besar dan umum beroperasi di jalan rata.
8×4
Untuk truk trinton berperjalanan menengah jauh di jalan rata. Dengan konfigurasi ini, truk mampu menopang beban paling besar. Pembagiannya dua roda depan untuk kemudi dan dua roda belakang sebagai penggerak.










