MobilKomersial.com — Pasar kendaraan energi terbarukan atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia kedatangan pemimpin baru. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, mobil listrik Jaecoo J5 EV sukses mengukuhkan posisinya sebagai mobil listrik terlaris di tanah air.
Keberhasilan ini didorong oleh minat besar konsumen terhadap efisiensi biaya operasional yang ditawarkan oleh teknologi ramah lingkungan tersebut.
Baca Juga: Tembus 16.000 Unit dalam 4 Bulan, Jaecoo J5 EV Kuasai Pasar SUV Listrik Indonesia
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan JaecooJ5 EV terus merangkak naik sejak awal tahun. Pada Januari 2026, angka penjualan wholesales dan retail sales kompak menyentuh 1.942 unit, lalu melonjak menjadi 2.926 unit pada Februari.
Tren positif ini berlanjut di bulan Maret dengan akumulasi wholesales 2.959 unit dan retail sales 2.775 unit. Bahkan, pada April, performanya kembali naik menjadi 3.179 unit untuk wholesales dan 2.944 unit untuk retail sales.

Puncaknya pun terjadi pada Mei 2026, dimana Jaecoo mencatatkan angka kembar sebesar 3.000 unit baik untuk wholesales maupun retail sales, yang sekaligus mengantarkan merek ini masuk dalam jajaran lima besar mobil terlaris di Indonesia.
“Konsumen melihat produk kita sebagai mobil yang memang dibutuhkan, dan menjadi pilihan mereka. Teknologi yang kita tawarkan dapat dimiliki dan dinikmati bagi konsumen,” kata Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Rabu (17/6/2026).
Faktor utama yang membuat Jaecoo J5 EV begitu diminati adalah kemampuan menghemat biaya operasional hingga 88% jika dibandingkan dengan mobil konvensional atau mobil bermesin pembakaran internal (ICE) berkapasitas 1.500 cc turbo.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem EV di Indonesia, Jaecoo Targetkan 80 Dealer Hingga Akhir Tahun 2026!
Jika mobil ICE dengan jarak tempuh harian 50 km membutuhkan biaya bensin dan perawatan sekitar Rp 31.250.000 per tahun, Jaecoo J5 EV hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 4.000.000 per tahun, karena biaya pengisian daya hariannya hanya Rp 9.600.
Selain model listrik murni, Jaecoo juga membawa lini teknologi Super Hybrid System (SHS). Model Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV) J7 SHS-P mampu menghemat biaya berkendara hingga 80% dengan total pengeluaran tahunan sekitar Rp 8.200.000.
Sementara itu, model lainnya seperti Jaecoo J8 SHS-P Ardis menawarkan penghematan biaya sebesar 75%, dengan estimasi pengeluaran sebesar Rp 10.000.000 per tahun termasuk biaya perawatan.

“Teknologi SHS tak hanya menawarkan efisiensi, tetapi tetap memberikan performa berkendara maksimal. Kami pun menawarkan kepada konsumen, jika dengan NEV Jaecoo, konsumen dapat mendapatkan efisien lebih,” terangnya.
“Seperti mobil listrik J5 EV, dapat menghemat mencapai 88% biaya. J7 SHS-P dapat menghemat 80% dan J8 SHS-P Ardis bisa hemat 75%,” tutur Jim Ma menjelaskan keunggulan teknologi mereka.
Baca Juga: Dari Rp 1,2 Juta Jadi Cuma Rp 153 Ribu! Simak Cara iCar V23 Pangkas Biaya Operasional Bulanan
Untuk mendukung pertumbuhan penggunanya di Indonesia, Jaecoo berkomitmen memperluas jaringan pelayanan mereka. Saat ini sudah ada 35 dealer resmi yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Tak berhenti disitu, Jaecoo pun telah menargetkan bahwa ekspansi ini akan terus berjalan agresif hingga mencapai 80 dealer siap pakai pada akhir tahun 2026 demi menjamin kenyamanan layanan purna jual bagi para konsumennya.










