MobilKomersial.com — Gejolak geopolitik global yang memicu ketidakpastian pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai direspons serius oleh masyarakat, termasuk para pelaku industri logistik di Indonesia.
Langkah progresif diambil oleh PT Primarajuli Sukses (PRS), anak perusahaan PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI), dengan resmi mengadopsi kendaraan listrik (EV) sebagai tulang punggung distribusi produk tekstil mereka.
Langkah ini sekaligus mencatatkan PRS sebagai pionir di sektor tekstil yang beralih ke armada niremisi. Dalam menjalankan transisi ini, PRS menggandeng Kalista, penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial, melalui skema fleet-as-a-service.
Baca Juga: Foton dan Kalista Bersinergi, Wujudkan Transportasi Logistik yang Lebih Hijau dan Efisien
Dengan model operating lease ini, PRS dapat langsung mengoperasikan truk listrik tanpa harus terbebani investasi awal yang besar untuk pembelian aset. Seluruh tanggung jawab operasional, mulai dari perawatan rutin hingga layanan purna jual, dikelola oleh Kalista.
“Kami menjawab tantangan kelangkaan BBM dengan mengambil langkah strategis untuk memulai adopsi EV sebagai kendaraan operasional kami,” ungkap Michael Sung, Direktur Ever Shine Group dalam keterangannya kepada MobilKomersial.com, Kamis (2/4/2026).

“Penggunaan 6 (enam) truk listrik akan digunakan untuk distribusi produk di area Jakarta dan Bandung kepada end customer kami seperti Uniqlo, Atalon, Shopee, Gojek, Grab, Torch dan Eiger,” sambungnya.
Michael menambahkan bahwa sebelum resmi diluncurkan, pihaknya telah melakukan pengujian mendalam yang memberikan hasil signifikan, terutama dalam hal penghematan biaya bahan bakar.
“Sebelumnya, kami sudah melakukan uji coba bersama Kalista untuk dua tipe truk yang digunakan, dengan hasil yang sangat positif, tercatat, kami bisa menghemat biaya bahan bakar hingga 40%,” terangnya.
“Selain itu, dalam mendukung pengembangan mobilitas berbasis EV secara menyeluruh, kami juga menghadirkan satu unit minibus untuk shuttle karyawan yang juga dioptimalkan untuk pengiriman barang saat tidak digunakan,” jelas Michael.
Baca Juga: Masih Misterius, Foton Siapkan Kendaraan Komersial Listrik Terbaru di GIICOMVEC 2026
Adapun armada yang diterjunkan terdiri dari empat unit Foton E-Miller yang dibekali baterai 81,14 kWh dengan kemampuan angkut hingga 4 ton. Selain itu, terdapat dua unit Foton E-Aumark dengan baterai 63,75 kWh yang memiliki daya angkut 2,5 ton.
Menariknya, untuk rute jarak jauh seperti Tangerang-Bandung, proses pengisian daya hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit (posisi 20% ke 80%) yang dilakukan saat jam istirahat pengemudi, sehingga tidak mengganggu jadwal pengiriman.
Direktur Pengembangan Bisnis Kalista Yoga Adiwinarto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data operasional nyata, penggunaan truk listrik ini mampu menekan biaya operasional hingga 27% setiap bulannya dan memangkas emisi karbon hingga 30%.
“Selain lebih efisien secara energi, EV juga mampu menekan emisi serta biaya operasional secara keseluruhan. Hasil uji coba dalam kondisi operasional nyata menunjukkan adanya efisiensi biaya operasional hingga 27% per bulan,” paparnya.

“Dengan hasil yang positif ini, kami juga turut mengajak perusahaan logistik lainya untuk memulai transisi ke EV bersama Kalista melalui dukungan ekosistem terintegrasi dari perencanaan hingga operasional,” jelas Yoga.
Untuk memastikan kelancaran operasional, Kalista sendiri telah membangun infrastruktur pengisian daya di fasilitas manufaktur PRS di Tigaraksa. Selain itu, pengemudi juga dapat memanfaatkan jaringan SPKLU Kalista yang tersebar di sepanjang rute Jakarta-Bandung.
Baca Juga: Kalista dan Toyota Tsusho Indonesia Resmi Uji Coba Truk Listrik Heavy Duty
Seluruh armada yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 200 km itu juga telah terintegrasi dengan sistem manajemen armada K-Move Dashboard, yang memungkinkan manajemen memantau posisi dan kondisi kendaraan secara real-time.
Transisi ini menjadi bagian dari peta jalan besar Ever Shine Group untuk mencapai target Net Zero Emission pada 2060. Dimana, perusahaan menargetkan 70% kebutuhan energinya berasal dari sumber terbarukan.
Kendati demikian, inisiatif penggunaan truk listrik ini diharapkan menjadi referensi baru bagi industri manufaktur lainnya di Indonesia bahwa logistik ramah lingkungan kini sudah sangat layak secara ekonomi.











