MobilKomersial.com — Brand raksasa Jepang, Toyota mengumumkan telah resmi bergabung dengan Daimler Truck AG dan Volvo Group untuk bekerja sama dalam usaha patungan (JV) sistem sel bahan bakar, cellcentric.
Melalui kesepakatan ini, Toyota berencana masuk sebagai pemegang saham ketiga dengan porsi kepemilikan yang setara, membawa ambisi kolektif untuk mempercepat komersialisasi teknologi hidrogen bagi kendaraan berat di seluruh dunia.
Baca Juga: ‘Archion’, Nama Resmi Perusahaan Induk Gabungan Mitsubishi Fuso dan Hino
Dengan menyatukan keahlian kendaraan komersial yang luas milik Daimler dan Volvo dengan pengalaman 30 tahun Toyota dalam pengembangan sel bahan bakar (fuel cell), cellcentric diproyeksikan menjadi pusat kompetensi global.
Fokus utamanya adalah pengembangan, produksi, dan pemasaran sistem sel bahan bakar untuk transportasi on-road dan off-road tugas berat, sekaligus mengelola komponen inti berupa unit sel serta arsitektur kontrol yang terkait langsung.

Pimpinan tertinggi dari ketiga perusahaan memberikan sinyal kuat bahwa hidrogen adalah kunci masa depan. Karin Radstrom, Presiden & CEO Daimler Truck, menyatakan kebanggaannya atas bergabungnya Toyota.
Ia menyebut kolaborasi dengan pelopor sel bahan bakar seperti Toyota sebagai sebuah game changer yang akan menjadikan cellcentric sebagai rujukan utama teknologi hidrogen bagi kendaraan komersial di level global.
“Hal ini akan memungkinkan kami memperkuat pengembangan dan lebih meningkatkan skala teknologi hidrogen, yang kami yakini melengkapi penggerak listrik berbasis baterai dalam dekarbonisasi transportasi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Bagi Toyota, langkah ini adalah perluasan dari dedikasi panjang mereka terhadap energi bersih. Koji Sato, Presiden dan CEO Toyota, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk membangun masyarakat hidrogen bersama mitra-mitra yang memiliki visi serupa.

“Cellcentric yang memiliki keahlian di bidang komersial, bersama dengan pengembangan sel bahan bakar Toyota lebih dari 30 tahun dapat menggabungkan kekuatan untuk memberi sistem sel bahan bakar terkemuka di dunia bagi kendaraan komersial berat,” tutur Sato.
Meskipun menjadi mitra dalam cellcentric, Daimler Truck, Volvo, dan Toyota menegaskan bahwa mereka akan tetap bersaing secara independen di bidang bisnis lainnya, terutama di pasar kendaraan komersial dunia.
Dengan demikian, melalui kolaborasi ini, para mitra bertujuan untuk tidak hanya mengembangkan produk, tetapi juga secara aktif mendukung pembangunan pasokan dan infrastruktur hidrogen sejak tahap awal.
Meski perjanjian saat ini bersifat non-mengikat, para pihak berkomitmen untuk melanjutkan diskusi menuju perjanjian hukum final yang akan menjadi fondasi baru bagi masa depan transportasi dunia yang berkelanjutan.











