MobilKomersial.com — Dunia transportasi logistik sedang berada di ambang revolusi besar seiring dengan langkah ambisius Daimler Truck dalam memperkenalkan Mercedes-Benz NextGenH2.
Setelah sukses melewati serangkaian uji coba ketat pada prototipe generasi pertamanya, truk bertenaga sel bahan bakar (fuel cell) ini kini hadir sebagai tonggak sejarah baru dalam upaya mewujudkan transportasi berkelanjutan berbasis hidrogen.
Baca Juga: Hino Dukung Uji B50, Spesifikasi Mesin Truk dan Bus Bakal Disesuaikan
Rencananya, sebanyak 100 unit pertama truk Mercedes-Benz NextGenH2 akan diproduksi dalam skala kecil di pabrik Mercedes-Benz Wörth untuk mulai dioperasikan oleh pelanggan terpilih pada akhir tahun 2026.

CEO Mercedes-Benz Trucks, Achim Puchert, menegaskan bahwa teknologi berbasis hidrogen merupakan kunci vital di samping solusi elektrik baterai untuk mentransformasi industri otomotif secara berkelanjutan.
“Melalui NextGenH2, Daimler Truck tidak hanya menawarkan kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga teknologi yang siap tempur untuk operasional harian dengan jangkauan tinggi,” ungkapnya dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Adapun keunggulan utama yang diusung oleh NextGenH2 terletak pada penggunaan hidrogen cair. Berbeda dengan gas, hidrogen cair yang disimpan pada suhu ekstrim -253 derajat Celsius memiliki densitas energi yang jauh lebih tinggi.

Hal ini memungkinkan truk membawa lebih banyak bahan bakar tanpa memakan banyak ruang, sehingga mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian tangki penuh.
Dengan kapasitas tangki yang kini ditingkatkan hingga 85 kg, performa truk ini diklaim setara dengan truk diesel konvensional, namun dengan nol emisi dan hanya berupa uap air murni sisa pembakaran dari sistem hidrogennya.
Baca Juga: Seluruh Model Volvo Trucks Raih Skor Sempurna 5 Bintang dalam Uji Keselamatan Euro NCAP
Kehebatan performa tersebut didukung oleh sel bahan bakar BZA150 dari cellcentric, sebuah perusahaan patungan antara Daimler Truck dan Volvo Group. Dua unit sel bahan bakar ini bekerja secara simultan menghasilkan tenaga sebesar 407 dk.

Berkat standar pengisian sLH2 yang dikembangkan bersama Linde, pengisian hidrogen cair hanya memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit, sebuah durasi yang hampir sama cepatnya dengan mengisi bahan bakar diesel saat ini.
Dari sisi desain dan kenyamanan, NextGenH2 mengadopsi elemen canggih dari seri elektrik eActros 600. Penggunaan kabin yang aerodinamis berhasil mengurangi koefisien hambatan udara sebesar 9%, yang secara langsung berdampak pada penghematan konsumsi energi.
Di dalamnya, pengemudi dimanjakan dengan Multimedia Cockpit Interactive 2 serta sistem keselamatan mutakhir seperti Active Brake Assist 6 dan Active Sideguard Assist 2. Menariknya, truk ini juga telah memenuhi standar keamanan siber yang ketat.

Inovasi tidak berhenti di sektor mesin. Tim teknis Daimler Truck berhasil merancang “Tech Tower” di belakang kabin menjadi lebih ringkas, sehingga jarak sumbu roda (wheelbase) dapat dipersingkat menjadi 4.000 mm.
Baca Juga: Jangan Tunggu Mogok! Simak Panduan Perawatan Aki Truk untuk Operasional Nonstop
Selain itu, sistem sensor kebocoran hidrogen yang canggih kini memungkinkan pengemudi untuk menginap di dalam kabin dengan aman, sebuah fitur krusial untuk perjalanan jarak jauh yang memakan waktu berhari-hari.
Setelah fase produksi kecil ini sukses, Daimler Truck menargetkan produksi massal truk sel bahan bakar ini dapat dimulai sepenuhnya pada awal dekade 2030-an, membawa dunia selangkah lebih dekat menuju langit yang lebih bersih.











