• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Berita

Polemik Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga India, Kemenperin Sebut Pukul Industri Lokal!

M. Bagas Putra by M. Bagas Putra
23/02/2026
in Berita, Pikap, Truk
0
Suzuki Pamer New Carry Dengan Berbagai Aplikasi di GIICOMVEC 2024

Suzuki New Carry Dengan Berbagai Aplikasi/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com — Kabar mengenai rencana PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendatangkan sekitar 105.000 unit kendaraan operasional dari India bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai sorotan tajam. 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan respons tegas terhadap rencana importasi kendaraan niaga dalam jumlah besar dari India yang dinilai kontradiktif dengan semangat penguatan struktur manufaktur dalam negeri yang sedang gencar dibangun.

Melansir keterangan resminya pada Senin (23/2/2026), Kemenperin menegaskan bahwa sektor kendaraan komersial, khususnya jenis pick-up, merupakan tulang punggung bagi ribuan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di tanah air.

Baca Juga: Tata Motors Kirim 70.000 Unit Pikap Yodha dan Truk Ultra T.7 Demi Kemandirian Pangan Indonesia

Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), pemerintah juga secara konsisten melakukan pendampingan agar para pelaku IKM dapat masuk ke dalam rantai pasok global.

Berbagai program mulai dari restrukturisasi mesin, sertifikasi ISO, hingga implementasi Industri 4.0 dilakukan demi memastikan produk lokal mampu bersaing secara kualitas dengan produk global.

Tata Motors Kirim 70.000 Unit Pikap Yodha dan Truk Ultra T.7 ke Indonesia/Foto: dok.Tata Motors

Kekecewaan mendalam turut disuarakan oleh Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), sebagai asosiasi yang menaungi 110 IKM manufaktur komponen.

PIKKO memandang rencana impor tersebut sebagai ancaman nyata bagi keberlangsungan ekosistem industri. Saat ini, tingkat utilisasi produksi industri komponen nasional masih berada di kisaran 60 hingga 70 persen.

Masuknya kendaraan utuh dalam jumlah masif dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas kerja bagi sekitar 6.000 tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada rantai pasok komponen otomotif.

“Secara ekonomi, dampak dari pemilihan produk dalam negeri jauh lebih signifikan dibandingkan dengan opsi impor,” ungkap Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siarannya.

Baca Juga: Wacana Impor Kendaraan Komersial India Mencuat, Gaikindo: Industri Nasional Masih Punya Otot Kuat!

Menperin pun turut memberikan ilustrasi bahwa apabila kebutuhan 70.000 unit kendaraan pick-up dipenuhi oleh pabrikan lokal, maka akan tercipta dampak ekonomi positif atau backward linkage mencapai Rp 27 Triliun.

Nilai sebesar tersebut mencakup berbagai subsektor industri pendukung seperti ban, kaca, baterai, logam, hingga komponen elektronik yang seluruhnya menyerap tenaga kerja domestik.

Kemampuan industri lokal sebenarnya telah teruji melalui proyek Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang diluncurkan sejak 2018 oleh anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, yaitu PT Velasto Indonesia yang saat ini menjadi PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia.

Pikap Mahindra Scorpio Single Cabin/Foto: dok.Mahindra

Kendaraan niaga hasil sinergi Kemenperin, PIKKO, dan pelaku industri besar ini membuktikan bahwa anak bangsa sanggup memproduksi kendaraan fungsional yang relevan dengan kebutuhan pedesaan.

Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong agar pengadaan kendaraan niaga, baik untuk sektor swasta maupun pemerintah, memprioritaskan hasil karya industri dalam negeri demi menjaga kedaulatan manufaktur nasional.

Ketua PIKKO, Rosalina Faried dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pihaknya memahami bahwa kebutuhan ini sangat mendesak, tetapi pengadaannya agar tetap mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri.

Baca Juga: Inilah Spesifikasi Tata Yodha, Pikap India yang Bikin Geger Industri Otomotif Tanah Air

“Mengingat kemampuan industri otomotif dan komponen otomotif dalam negeri sudah sangat mumpuni, hal tersebut (impor) dapat memberikan dampak ekonomi yang tidak bagus terhadap keberlangsungan ekosistem industri otomotif,” tegasnya.

Dengan begitu, Ketua PIKKO berharap bahwa Kemenperin untuk melakukan pembatasan jumlah kendaraan yang diimpor dari India, dan memberikan kesempatan kepada produsen lokal kendaraan bermotor menjadi pemasok kebutuhan kendaraan operasional KDKMP.

Tags: Impor Mobil IndiaKemenperinMobil IndiaPikap India
Previous Post

Inilah Spesifikasi Tata Yodha, Pikap India yang Bikin Geger Industri Otomotif Tanah Air

Next Post

Rayakan 130 Tahun, Mercedes-Benz Trucks Hadirkan Rekonstruksi Truk Daimler 1896 yang Mengubah Dunia!

M. Bagas Putra

M. Bagas Putra

Related Posts

Rayakan 130 Tahun, Mercedes-Benz Trucks Hadirkan Rekonstruksi Truk Daimler 1896 yang Mengubah Dunia!
Truk

Rayakan 130 Tahun, Mercedes-Benz Trucks Hadirkan Rekonstruksi Truk Daimler 1896 yang Mengubah Dunia!

23/02/2026
Inilah Spesifikasi Tata Yodha, Pikap India yang Bikin Geger Industri Otomotif Tanah Air
Pikap

Inilah Spesifikasi Tata Yodha, Pikap India yang Bikin Geger Industri Otomotif Tanah Air

21/02/2026
Tata Motors Kirim 70.000 Unit Pikap Yodha dan Truk Ultra T.7 Demi Kemandirian Pangan Indonesia
Pikap

Tata Motors Kirim 70.000 Unit Pikap Yodha dan Truk Ultra T.7 Demi Kemandirian Pangan Indonesia

21/02/2026
Kesempatan Emas! Ramadan Auto Fest Tawarkan Mobil Bekas Berkualitas dengan Potongan Harga Fantastis
Berita

Kesempatan Emas! Ramadan Auto Fest Tawarkan Mobil Bekas Berkualitas dengan Potongan Harga Fantastis

21/02/2026
Simak!, Ini Tips Jaga Mobilitas Kendaraan Niaga Tetap Aman Jelang Lebaran ala Isuzu
Berita

Wacana Impor Kendaraan Komersial India Mencuat, Gaikindo: Industri Nasional Masih Punya Otot Kuat!

20/02/2026
Tembus 10.000 Unit, Volvo Trucks Buktikan Truk Gas Bukan Lagi Sekadar Alternatif
Truk

Tembus 10.000 Unit, Volvo Trucks Buktikan Truk Gas Bukan Lagi Sekadar Alternatif

20/02/2026
Next Post
Rayakan 130 Tahun, Mercedes-Benz Trucks Hadirkan Rekonstruksi Truk Daimler 1896 yang Mengubah Dunia!

Rayakan 130 Tahun, Mercedes-Benz Trucks Hadirkan Rekonstruksi Truk Daimler 1896 yang Mengubah Dunia!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com