MobilKomersial.com — Tepat pada Mei 2024 lalu, BYD resmi meluncurkan pikap double cabin terbarunya, BYD Shark 6, yang membawa standar baru dalam dunia kendaraan niaga ringan bertenaga elektrifikasi.
Kendaraan tangguh ini dirancang untuk menggabungkan kepraktisan mobil angkut dengan kenyamanan mobil penumpang premium, sekaligus menawarkan performa luar biasa berkat teknologi hybrid mutakhir.
Baca Juga: Inilah Spesifikasi Tata Yodha, Pikap India yang Bikin Geger Industri Otomotif Tanah Air
BYD Shark 6 tampil dengan eksterior yang mencerminkan kekuatan dan kemodernan. Karakter tangguhnya diperkuat dengan penggunaan pelek alloy 18 inci yang dibalut ban berukuran 265/65R18, siap menerjang berbagai medan.
Fitur eksterior lainnya mencakup lampu depan LED dengan pengaturan ketinggian manual, lampu siang hari (DRL) LED, serta lampu belakang LED dengan indikator sekuensial yang memberikan kesan mewah.

Untuk menunjang kepraktisan, pikap ini dilengkapi dengan sidestep (injakan samping), roof rack aluminium, dan sensor hujan pada wiper. Spion luarnya pun sangat canggih karena memiliki fungsi pemanas, pelipat otomatis, hingga lampu kaki eksterior (footlights).
Secara dimensi, BYD Shark 6 memiliki panjang keseluruhan 5.457 mm, lebar 1.971 mm, dan tinggi 1.925 mm dengan jarak sumbu roda mencapai 3.260 mm. Jarak terendah ke tanah atau ground clearance saat tidak bermuatan adalah setinggi 230 mm.
Mobil ini didukung dengan kemampuan mengarungi air (wading depth) hingga kedalaman 700 mm, menjadikannya sangat andal untuk penggunaan off-road. Selain itu, kapasitas bak atau tray-nya mencapai 1.200 liter, menjadikannya kawan setia untuk keperluan logistik.
Masuk ke bagian dalam, interior BYD Shark 6 menawarkan kemewahan yang jarang ditemukan. Kabinnya didominasi material kulit sintetis pada kursi dan setir, dengan kursi pengemudi yang dapat diatur secara elektrik 8 arah termasuk lumbar support 4 arah.
Baca Juga: Lebih Dekat Dengan Subaru Brataroo 9500 Turbo, ‘Monster’ Pikap Tua Milik Travis Pastrana

Hiburan dan informasi dipusatkan pada layar sentuh berputar 15,6 inci yang ikonik, didukung oleh sistem audio mewah Dynaudio 12 speaker. Teknologi nirkabel seperti Apple CarPlay, Android Auto, serta Wireless Charging 50W menambah kenyamanan selama perjalanan.
Tak ketinggalan, panel instrumen LCD 10,25 inci dan Head Up Display (HUD) 12 inci juga hadir guna memudahkan pengemudi memantau informasi kendaraan tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.
Jantung pacu BYD Shark 6 adalah sistem hybrid canggih yang memadukan mesin bensin 1.5T High-Power dengan dua motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan tenaga total sebesar 436 dk (321 kW) dengan torsi maksimal mencapai 650 Nm.
Akselerasi dari 0-100 kpj (km/jam) dapat ditempuh hanya dalam waktu 5,7 detik saja. Untuk urusan energi, pikap ini menggunakan baterai BYD Blade Battery berkapasitas 29,6 kWh yang memungkinkan jarak tempuh murni elektrik (NEDC) hingga 100 km.

Jika digabungkan dengan mesin bensin dan tangki bahan bakar 60 liter, total jarak tempuh kombinasinya bisa mencapai 800 km. Sistem pengisian dayanya pun fleksibel, mendukung pengisian AC 7kW serta pengisian cepat DC hingga 55kW.
Sebagai pikap modern yang canggih, BYD Shark 6 dilengkapi dengan paket keselamatan komprehensif, mulai dari kamera 360 derajat, sensor parkir depan dan belakang, hingga sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS).
Untuk stabilitas, mobil ini menggunakan suspensi Double Wishbone di depan dan belakang, serta dilengkapi dengan berbagai mode berkendara seperti Mud, Sand, dan Snow untuk menghadapi tantangan alam.
Salah satu fitur unik lainnya yang juga menjadi fitur khas mobil elektrifikasi adalah fungsi V2L (Vehicle-to-Load), yang memungkinkan mobil ini menjadi sumber listrik bagi peralatan elektronik eksternal di lokasi berkemah atau kerja.

Baca Juga: Kini Dijual Mulai Rp 239 Jutaan, Ini Rahasia Mitsubishi L300 Tetap Digdaya di Tahun 2026
Sebagai kesimpulan, kehadiran BYD Shark 6 menandai babak baru dalam evolusi kendaraan niaga ringan yang tidak lagi sekedar mengandalkan kekuatan mekanis, tetapi juga kecerdasan teknologi elektrifikasi.
Dengan perpaduan antara kenyamanan sedan mewah dan ketangguhan pikap 4×4, mobil ini siap menjadi penantang serius di pasar global. Namun, satu fakta menarik adalah BYD Shark 6 tidak dipasarkan di pasar domestik China.
Mobil ini merupakan model pertama BYD yang melakukan debut global di luar China, tepatnya di Meksiko, karena memang dirancang khusus sebagai komoditas ekspor untuk pasar internasional.
Sebagai gambaran nilai ekonomisnya di Thailand, pikap ini diperkenalkan dengan harga sekitar 1,699 juta Baht atau setara dengan Rp 824 jutaan, sementara di Australia, varian setir kanannya dibanderol mulai dari 57.900 Dollar Australia atau sekitar Rp 619 jutaan.

Akankah Masuk ke Indonesia?
Peluang BYD Shark 6 untuk mengaspal di jalanan Indonesia sangat besar dan tinggal menunggu waktu. Indikasi kuat ini terlihat dari beberapa poin, salah satu yang menjanjikan dimana mobil ini sudah terdaftar di Indonesia.
Ya, desain BYD Shark telah resmi terdaftar di Berita Resmi Desain Industri, Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham RI dengan nomor permohonan DID2024029221 sejak Maret 2024 lalu.
Baca Juga: All-New Nissan Navara Resmi Mengaspal, Tantang Kembali Dominasi Hilux dan Triton
Apalagi, kehadirannya sangat dinantikan sebagai pikap double cabin pertama di Indonesia yang mengusung teknologi PHEV, yang akan bersaing langsung dengan pemain lama seperti Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton.
Dengan spesifikasi yang mumpuni dan efisiensi bahan bakar yang luar biasa, BYD Shark 6 berpotensi besar menjadi primadona baru bagi konsumen Indonesia yang membutuhkan kendaraan multifungsi yang ramah lingkungan.











