MobilKomersial.com — Di bawah langit kelabu Lingkaran Arktik, sebuah truk raksasa berhasil membelah kesunyian padang salju dengan suara yang nyaris tak terdengar serta emisi yang benar-benar nol.
Daimler Truck melalui Mercedes-Benz baru saja menuntaskan uji coba musim dingin yang ekstrim bagi eArocs 400, truk listrik heavy duty teranyar yang dirancang khusus untuk sektor konstruksi perkotaan.
Baca Juga: Mulai Diproduksi, Truk Hidrogen Mercedes-Benz NextGenH2 Tawarkan Performa Setara Diesel
Di tengah suhu yang anjlok hingga -20°C, kendaraan berat ini membuktikan bahwa masa depan industri pembangunan tidak lagi harus bising dan berasap. Uji coba intensif di Finlandia tersebut bukan sekadar formalitas.
Para insinyur Mercedes-Benz Trucks memfokuskan pengujian pada aspek-aspek krusial seperti stabilitas berkendara di atas lapisan es, kinerja cold start, hingga perilaku baterai saat menghadapi suhu sub-nol yang mematikan.

Michael Kimmich, Kepala Pengembangan eArocs 400, menyatakan bahwa profil pengisian daya dan jarak tempuh yang tetap stabil dalam kondisi ekstrem menunjukkan kesiapan truk ini untuk bekerja sepanjang tahun, terlepas dari tantangan cuaca.
“Uji coba musim dingin di Finlandia memberikan tantangan berat bagi eArocs 400 melalui berbagai pengujian di bawah kondisi kering yang sangat dingin, tantangan yang berhasil dilalui dengan penuh keyakinan,” ucapnya dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
“Dengan karakteristik berkendara yang stabil serta profil jarak tempuh dan pengisian daya yang tetap berada dalam parameter yang diharapkan, kendaraan ini telah menunjukkan kemampuannya dengan sangat jelas,” sambung Kimmich.
Ketangguhan eArocs 400 berakar pada teknologi baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang diadopsi dari portofolio eActros yang memiliki kemampuan rekuperasi energi yang cerdas serta penggunaan komponen bantu bertenaga listrik yang meminimalisir pemborosan daya.
Baca Juga: Intip Spesifikasi Bus Mercedes-Benz OH 1626 L Rakitan Lokal yang Diekspor ke Thailand

Dengan tegangan sistem 800 volt dan dua paket baterai berkapasitas total 414 kWh, truk ini menawarkan efisiensi energi yang fantastis, setidaknya 50 persen lebih hemat dibandingkan rekan truk diesel-nya.
Secara teknis, eArocs 400 adalah “monster” yang tenang. Dibekali sistem penggerak pusat yang terintegrasi dengan transmisi 3-percepatan, truk ini mampu menyemburkan tenaga kontinu sebesar 516 dk (380 kW) dengan performa puncak mencapai 611 dk (450 kW).
Fleksibilitasnya pun tak perlu diragukan, tersedia dalam varian 37 ton dan 44 ton dengan konfigurasi gandar 8×4, kendaraan ini dapat dikonversi menjadi truk pengaduk semen (concrete mixer) atau truk jungkit (construction tipper).
Untuk varian pengaduk semen, jarak tempuh mencapai 200 kilometer, sementara varian tipper mampu melaju hingga 240 kilometer dalam sekali pengisian daya, cukup untuk menyelesaikan satu hari kerja penuh tanpa jeda pengisian ulang.

Kemudahan operasional juga menyentuh sisi interior dengan hadirnya Multimedia Cockpit Interactive 2. Fitur kontrol suara dan panel saklar yang ergonomis memastikan pengemudi tetap memegang kendali penuh meski berada di medan yang tidak rata.
Keamanan pun menjadi prioritas utama melalui penyematan teknologi asisten mutakhir seperti Active Brake Assist 6 Plus dan Front Guard Assist yang membantu mendeteksi bahaya lebih dini di tengah hiruk-pikuk lokasi proyek.
Baca Juga: Profil Truk Mercedes-Benz Zetros, Benteng Berjalan Yang Dibanderol Hingga Puluhan Miliar!
Langkah menuju produksi massal sudah di depan mata. Truk listrik Mercedes-Benz eArocs 400 dijadwalkan mulai dipasarkan pada awal April tahun ini dengan produksi yang akan dimulai di pabrik Wörth am Rhein, Jerman pada kuartal ketiga tahun 2026.
Kendati demikian, kehadiran Mercedes-Benz eArocs 400 bukan sekadar peluncuran produk baru, melainkan pernyataan tegas dari Mercedes-Benz bahwa konstruksi modern bisa tetap perkasa tanpa harus membebani lingkungan.











