MobilKomersial.com — Reli Dakar 2026 kembali menjadi panggung pembuktian bagi inovasi teknologi ramah lingkungan yang dipadukan dengan performa ekstrem. Gert Huzink berhasil mencuri perhatian dunia setelah memenangi etape kedua yang sangat kompetitif.
Keberhasilan pereli tim Kuipers Jongbloed Hybrid tidak lepas dari keunggulan teknis truk Renault C460 Hybrid Edition miliknya yang dirancang khusus oleh bengkel spesialis balap ternama, MKR Technology.
Truk ini bukan sekadar kendaraan angkut berat biasa, melainkan layaknya laboratorium berjalan yang menggabungkan tenaga mesin diesel konvensional dengan dukungan motor listrik instan atau dengan kata lain truk diesel hybrid.
Di balik kap mesinnya yang kekar, tersemat dapur pacu utama berupa mesin diesel Renault DXI 13 berkapasitas 12.800 cc. Mesin raksasa ini mampu memuntahkan tenaga murni sebesar 1.040 dk dengan torsi puncak mencapai 4.600 Nm.

Namun, senjata rahasia yang membuat truk bernomor pintu 609 ini begitu dominan di medan pasir adalah integrasi motor listrik ZF CeTrax lite. Motor listrik tambahan ini memberikan ekstra tenaga sebesar 205 dk dan torsi instan 1.600 Nm.
Jika ditotal secara sistematis, truk ini memiliki output daya gabungan yang mencapai lebih dari 1.100 dk, sebuah angka yang sangat krusial saat harus menaklukkan tanjakan bukit pasir (dunes) yang curam, apalagi bagi sebuah truk yang memiliki bobot lebih dari 8 ton.
Sistem transmisi yang digunakannya pin juga mengalami evolusi signifikan untuk musim 2026. Truk ini menggunakan girboks otomatis ZF yang telah dikonversi dari 7-percepatan menjadi 6-percepatan agar lebih ringan dan ringkas, lengkap dengan teknologi paddle shift.
Menariknya, seluruh torsi masif yang dihasilkan oleh sistem hybrid ini memberikan tekanan luar biasa pada bagian final drive, dimana kotak transfer harus mampu menahan beban torsi hingga mencapai 24.000 Nm.
Dari sisi dimensi dan bobot, truk Renault C460 Hybrid ini dirancang dengan filosofi efisiensi berat. Dengan panjang kendaraan sekitar 6,5 hingga 6,8 meter, tim berhasil memangkas bobot hingga menyentuh angka ideal 8,6 ton (8.600 kg).

Berat ini sudah mencakup sekitar 700 kg komponen sistem hybrid, tangki bahan bakar 600 liter, serta paket baterai dan perangkat elektronik pendukungnya. Keunggulan lain dari sistem ini adalah kemampuan pengisian daya mandiri (self-charging) yang sangat cepat.
Melalui proses internal seperti regenerasi energi saat pengereman atau saat deselerasi di turunan, truk hybrid berperforma tinggi ini tidak memerlukan stasiun pengisian daya eksternal di tengah tahapan maraton.
Baca Juga: Berbasis MAN TGA, Ini Truk Hybrid Hidrogen 6×6 Tercanggih di Reli Dakar 2026
Untuk menjaga daya tahan komponen di bawah suhu ekstrim Arab Saudi, tim bekerja sama dengan Eurol Specialty untuk penggunaan pelumas khusus Bio Grease agar suhu logam tetap terjaga 20 derajat lebih rendah dibandingkan penggunaan pelumas standar.
Kombinasi antara tenaga badak, torsi listrik instan, dan distribusi bobot yang optimal menjadikan truk Kuipers Jongbloed milik Gert Huzink ini sebagai salah satu kandidat terkuat juara di kelas T5.1 (Prototype Cross-Country Trucks) pada ajang Reli Dakar 2026.











