MobilKomersial.com — Berita mengenai persiapan Reli Dakar 2026 kembali menyoroti ketangguhan armada tempur Ales Loprais yang kini mengandalkan teknologi mesin FPT Industrial melalui kemitraannya dengan Team De Rooy.
Sebagai salah satu kontestan paling kompetitif di kategori truk, Loprais membawa kendaraan yang dirancang khusus untuk menaklukkan medan ekstrim Arab Saudi dengan kombinasi tenaga mentah dan ketahanan komponen tingkat tinggi.
Baca Juga: Profil Truk Mercedes-Benz Zetros, Benteng Berjalan Yang Dibanderol Hingga Puluhan Miliar!
Menggunakan basis truk Iveco Powerstar, jantung mekanis dari truk yang dikemudikan Loprais untuk edisi 2026 ini adalah mesin FPT Cursor 13 yang telah disesuaikan secara khusus untuk kebutuhan balap reli maraton.
Mesin 6-silinder segaris ini memiliki kapasitas 12,88 liter dan dilengkapi dengan teknologi Twin Scroll Turbocharger untuk meminimalkan jeda respons tenaga yang memungkinkan mesin tersebut memuntahkan tenaga maksimal hingga 1.000 dk.

Keunggulan utamanya bukan hanya pada besaran daya, melainkan pada torsi masif yang mencapai 5.000 Nm, sebuah angka krusial yang memberikan kemampuan bagi truk seberat hampir 10 ton ini untuk merayap dan melesat di atas gundukan pasir raksasa atau dunes.
Salah satu fokus utama dalam spesifikasi mesin untuk Dakar 2026 adalah manajemen suhu yang lebih baik. FPT Industrial telah melakukan optimasi pada ketahanan termal mesin untuk memastikan performa tetap konsisten meski dipaksa bekerja di bawah suhu panas.
Baca Juga: Lebih Dekat Dengan Subaru Brataroo 9500 Turbo, ‘Monster’ Pikap Tua Milik Travis Pastrana
Bobot kering mesin yang hanya sekitar 1.150 kg memberikan rasio tenaga terhadap berat yang sangat kompetitif di kelas T5. Selain itu, sistem injeksi bahan bakar telah dikalibrasi ulang untuk menyeimbangkan konsumsi bahan bakar dengan respons dinamis.
Beralih ke sektor eksterior dan struktur, truk Iveco Powerstar yang digunakan Loprais mempertahankan desain moncong panjang atau conventional cab yang menjadi ciri khas dari model truk buatan Italia tersebut.
Desain ini memberikan keunggulan ergonomis bagi kru di dalam kabin karena posisi duduk berada di antara sumbu roda, sehingga guncangan keras saat melintasi medan berbatu tidak langsung menghantam tulang belakang pengemudi.
Baca Juga: Iveco Stralis X-Way, Truk Italia yang Mampu Taklukkan Aspal dan Tambang Sekaligus!
Sasis yang digunakan pun tentunya telah diperkuat untuk menahan beban kejut ekstrem tanpa mengorbankan kelenturan yang dibutuhkan saat bermanuver di tikungan tajam atau jalur sempit.
Tak sampai disitu, keunggulan lain dari armada Loprais tahun ini terletak pada integrasi sistem transmisi otomatis yang telah disetel untuk mengalirkan tenaga secara halus namun instan ke seluruh roda.

Penggunaan transmisi otomatis ini bertujuan untuk mengurangi kelelahan fisik pengemudi selama belasan hari kompetisi sekaligus meminimalkan risiko kerusakan pada poros penggerak akibat perubahan torsi yang tiba-tiba.
Dikombinasikan dengan sistem suspensi independen yang memiliki jarak main travel sangat panjang, truk ini mampu mempertahankan kecepatan tinggi di atas permukaan yang tidak rata dengan stabilitas yang terjaga.
Baca Juga: Mengupas Spesifikasi Gahar Skywell NJL6126BEV, Bus Listrik Andalan Transjakarta
Reli Dakar 2026 akan menjadi pembuktian sejauh mana efektivitas dari integrasi teknologi FPT dan keahlian teknis Team De Rooy dalam mendukung ambisi Aleš Loprais untuk merebut posisi puncak klasemen truk.
Dengan persiapan yang matang pada detail teknis mesin dan struktur kendaraan, tim ini optimis dapat menghadapi tantangan navigasi dan daya tahan di padang pasir yang tak kenal ampun.











