MobilKomersial.com — Reli Dakar 2026 kembali menjadi panggung inovasi melalui kategori Dakar Future Mission 1000. Kategori ini dirancang khusus sebagai laboratorium terbuka untuk menguji teknologi mesin alternatif di medan ekstrim Arab Saudi.
Berbeda dengan kategori utama, Mission 1000 fokus pada pembuktian keandalan dan efisiensi teknologi masa depan melalui rute khusus sepanjang total 1.000 km yang dibagi ke dalam beberapa etape yang tetap menantang.
Di tengah persaingan tersebut, KH7 Ecovergy Team tampil sebagai pionir utama dengan armada truk hybrid hidrogen mereka yang legendaris namun kini terlahir kembali dengan teknologi paling mutakhir.
Armada andalan tim asal Spanyol yang dikemudikan oleh veteran Jordi Juvanteny bersama navigator José Luis Criado dan insinyur Xavier Ribas ini menggunakan basis truk MAN TGA 26.480 dengan konfigurasi penggerak 6×6.

Secara eksterior, truk tersebut masih mempertahankan siluet tangguh kendaraan berat Dakar pada umumnya dengan balutan livery khas berwarna kuning cerah dan aksen sponsor KH-7 yang cukup mencolok.
Bodinya dirancang sedemikian rupa untuk mengakomodasi tangki penyimpanan hidrogen bertekanan tinggi yang dipasang secara aman di balik struktur kabin, terlindungi oleh rangka pelindung baja (roll cage) eksternal untuk menghadapi risiko guling di bukit pasir.
Untuk menerjang medan ekstrim, ban berukuran raksasa dengan sistem kontrol tekanan udara otomatis (CTIS) hadir memastikan truk tetap memiliki traksi optimal meski membawa beban teknologi tambahan yang cukup berat.
Pada interior, kabin truk ini merupakan pusat komando digital yang memadukan keamanan balap dengan instrumentasi canggih. Terdapat tiga kursi balap (bucket seats) untuk menampung tiga awak yang memiliki total pengalaman lebih dari 69 kali partisipasi di Dakar.
Baca Juga: Lebih Dekat Dengan Subaru Brataroo 9500 Turbo, ‘Monster’ Pikap Tua Milik Travis Pastrana

Dasbor truk dilengkapi dengan layar pemantauan khusus yang dikembangkan oleh EVARM, perusahaan spesialis sistem bahan bakar alternatif. Layar ini memberikan data real-time mengenai distribusi energi, tekanan hidrogen, suhu baterai, dan performa motor listrik.
Menjadi hal yang palin penting, area navigasi di depan kursi navigator tetap dipenuhi oleh perangkat GPS dan roadbook digital standar Dakar, namun dengan tambahan sistem peringatan keselamatan untuk modul energi hidrogen.
Dapur pacu truk ini menjadi fitur yang paling menarik dan revolusioner di edisi Dakar 2026. KH7 Ecovergy Team telah meningkatkan sistem mereka menjadi hibrida hidrogen-listrik yang jauh lebih kompleks dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Truk berbasis MAN TGA 12 ton ini dipersenjatai dengan mesin hybrid berkapasitas 12.419 cc yang diklaim mampu menghasilkan tenaga sebesar 870 dk dengan torsi buas yang mencapai 3.100 Nm, mampu melaju kecepatan maksimal hingga 140 kpj.

Mesin pembakaran internalnya telah dimodifikasi agar bisa beroperasi dengan campuran 80% hidrogen dan 20% bahan bakar HVO. Inovasi terbaru di tahun ini adalah penambahan motor listrik bertenaga besar yang dipasangkan dengan baterai khusus.
Sistem ini memungkinkan truk memiliki mode zero-emission saat berada di area bivak dan memberikan dorongan torsi instan saat harus mendaki gundukan pasir yang sangat terjal, memberikan keunggulan teknis yang tidak dimiliki truk diesel konvensional.
Baca Juga: Profil Truk Mercedes-Benz Zetros, Benteng Berjalan Yang Dibanderol Hingga Puluhan Miliar!
Fitur menarik lainnya adalah sistem regenerasi energi saat pengereman dan di jalan menurun, dimana energi yang biasanya terbuang diubah kembali menjadi listrik untuk mengisi daya baterai.
Dengan teknologi ini, KH7 Ecovergy Team tidak hanya sekedar mengikuti balapan, tetapi membuktikan bahwa sebuah truk juga dapat tetap kompetitif di medan terberat dunia sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan menuju target zero emission pada tahun 2030.











