MobilKomersial.com — Pasar bus premium di Indonesia kembali kedatangan pemain kelas berat yang siap mendefinisikan ulang standar kenyamanan dan performa perjalanan jarak jauh.
Melalui PT Millennium Inframach Distribusi Indonesia (Inframach) sebagai salah satu distributor resminya, sasis bus MAN CO 26.480 6×2 RR4 kini resmi hadir membawa rangkaian teknologi mutakhir khas Jerman.
Sasis triple axle (tronton) ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun bus pariwisata mewah yang membutuhkan kombinasi antara efisiensi tinggi, durabilitas tinggi, dan kenyamanan paripurna.
Daya tarik utama dari sasis bus yang lebih akrab disapa para pecinta transportasi dengan sebutan MAN RR4 480 ini terletak pada jantung mekanisnya yang sangat perkasa namun tetap ramah lingkungan.


Di balik sasisnya yang kokoh, tertanam mesin diesel berkode D2676 EEV, 6-silinder segaris berkapasitas 12.400 cc (12.4L) Euro 5 yang dapat menghasilkan tenaga 480 dk di putaran 1.900 rom dan torsi puncak 2.300 Nm di putaran 1.050-1.400 rpm.
Tenaga masif tersebut disalurkan menuju roda penggerak melalui sistem transmisi pintar otomatis TipMatic 12-percepatan yang dilengkapi dengan retarder terintegrasi dengan rentang rasio gigi mulai dari 12.92 hingga overdrive di angka 0.77.
Berkat manajemen perpindahan gigi yang presisi dari sistem TipMatic dengan mesin diesel yang buas, bus tronton ini mampu meraih kecepatan maksimal hingga 120 kpj (km/jam) dengan sangat mulus.
Tidak hanya cepat di trek lurus, MAN RR4 480 juga mengantongi kemampuan menanjak atau gradeability hingga 25 persen, sebuah modal penting untuk menaklukkan topografi jalanan di berbagai wilayah Indonesia.


Baca Juga: Profil Sasis Bus Medium Premium Mercedes-Benz OF 917 Euro 4
Beralih ke sektor kaki-kaki, struktur penggerak 6×2 pada sasis bus tersebut didukung oleh pembagian beban yang sangat optimal dan sistem kemudi yang cerdas untuk menjawab berbagai tantangan di jalan Indonesia.
Pada bagian depan, sasis ini menggunakan suspensi independen atau Independent Front Suspension (IFS) dengan kapasitas maksimal hingga 7.100 kg, yang dikendalikan oleh sistem kemudi hidrolik ZF-Hydrosteering Servocom.
Sementara itu, poros belakang atau rear axle mengadopsi model wide track rear air suspension dengan kapasitas tampung beban paling besar mencapai 12.600 kg, dipadukan dengan final gear ratio sebesar 2.73.
Menariknya, pada bagian trailing axle atau poros ketiga, MAN menyematkan teknologi EHLA (Electrohydraulic Steering System) yang memungkinkan roda belakang ikut berbelok sehingga radius putar dapat dipangkas menjadi hanya 9.572 mm.


Hal itu membuat bus sepanjang ini tetap lincah saat bermanuver di area sempit. Ditambah lagi, kenyamanan penumpang di dalam kabin pun dijamin berada pada level tertinggi berkat pengaplikasian sistem suspensi udara penuh di seluruh poros roda.
Pada bagian depan didukung oleh dua balon udara (air bellows), bagian belakang ditopang oleh empat balon udara, dan bagian trailing disokong oleh dua balon udara, di mana masing-masing sektor sudah dilengkapi dengan komponen shock absorber serta stabilizer.
Baca Juga: Profil Hyundai Pavise, Truk Pintar Dengan Fitur Melimpah Layaknya Mobil Penumpang
Seluruh kinerja bantingan ini diatur secara digital oleh VACS (Vehicle Advanced Air Control System), sebuah sistem kontrol suspensi udara pintar yang menjaga ketinggian dan stabilitas bus tetap konsisten dalam berbagai kondisi bobot maupun kecepatan.
Untuk urusan keselamatan dan pengereman, MAN RR4 480 tidak mengenal kompromi. Sasis ini mengandalkan rem cakram pada seluruh roda sebagai sistem pengereman utama, yang diperkuat oleh pengereman elektronik atau Electronic Braking System (EBS).











