MobilKomersial.com — Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) menyoroti tentang nilai dollar yang terus menguat dan dampaknya bagi industri angkutan massal terutama bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Ketua Umum IPOMI, Kurnia Lesani Adnan mengatakan bahwa saat ini dengan harga – harga yang menunjang kendaraan seperti pelumas dan ban mengalami penyesuaian maka ada kemungkinan harga tiket bus juga bakal mengalami penyesuaian.
“Sekarang harga pelumas dan harga ban aja sudah naik, tapi kami sekarang masih tertolong harga suku cadang yang belom naik karena masih tersedia stoknya,” kata Sani saat ditemui di Busworld SEA 2026, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Pakai Bodi dari Karoseri Trijaya Union, Hino Serahkan Satu Unit Bus 115 SDBL ke PO Sima Perkasya

Menurut Sani, pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan anggota IPOMI lainnya dan sudah membahas rencana kedepan terkait penyesuaian harga tiket untuk bus AKAP.
“Kita bakal lihat Juni ini apakah pemerintah akan menaikan harga BBM atau tidak, kalau pun belum, kami akan menyesuaikan harga tiket untuk bus AKAP. Karena kita juga melihat di beberapa ruas tol itu harganya sudah naik,” ujarnya.
Baca juga: PO SJM Wonogiri Tambah Bus Baru yang Bikin Nyaman, Pakai Bodi Skylander R25 Fusion
Lebih lanjut Sani mengungkapkan bahwa yang dilakukan para pengusaha bus dengan naiknya harga pelumas dan ban saat ini, menyesuaikan armada yang beroperasi di lapangan.
“Misal untuk satu rute biasanya ada 15 unit, sekarang ini dikurangi menjadi 12 unit, hal tersebut untuk menekan biaya operasional dan perawatan armada sebelum adanya penyesuaian harga,” ungkapnya.











