MobilKomersial.com — Pasar kendaraan komersial global menyaksikan lonjakan pesat pada segmen truk bertenaga gas buatan Volvo Trucks. Setelah mencetak rekor penjualan tertinggi pada 2025, angka tersebut makin melonjak tajam sepanjang 2026 ini.
Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh keunggulan performa teknis serta efisiensi biaya operasional yang sangat tinggi. Konsumen komersial kini beralih ke bahan bakar alternatif guna memangkas emisi karbon armada mereka.
Baca Juga: Volvo Trucks Indonesia Jamin Truk Volvo FMX Edge Aman Tenggak BBM B50!
Salah satu pendorong utama kesuksesan ini ditandai lewat pameran IAA Transportation di Hanover, Jerman. Perusahaan logistik raksasa Reinert Logistics resmi memborong 500 unit truk Volvo FH Aero bertenaga gas yang terbaru.
Keputusan investasi besar ini diambil usai uji coba operasional 50 unit armada Volvo bertenaga gas sebelumnya. Pengalaman positif dalam penggunaan harian serta harga bahan bakar yang stabil menjadi pemicu utama pembelian.

“Kami menyadari sejak awal bahwa bio-LNG adalah solusi tepat. Mengoperasikan truk dengan bahan bakar lokal dari limbah organik sungguh sangat luar biasa,” tegas René Reinert, pemilik perusahaan, mengutip keterangannya, Senin (28/9/2026).
“Pengalaman operasional harian semakin memperkuat tekad kami untuk terus konsisten di jalur ini. Terlebih lagi, Volvo Trucks memiliki jaringan layanan purna jual truk gas yang sangat unggul,” tambah René Reinert optimis.
Hingga kini, Volvo Trucks telah menyerahkan lebih dari 10.000 unit truk bertenaga gas di seluruh dunia. Mesin berbahan bakar gas ini dipasangkan pada jajaran truk kelas berat unggulan seperti Volvo FM, FH, serta FH Aero.
Baca Juga: Volvo Trucks Rilis Mesin Diesel 13 Liter Baru, Siap Tenggak Biodiesel B100 Hingga Bio-LNG!
Secara teknis, mesin gas canggih Volvo mampu menggunakan LNG konvensional maupun bio-LNG ramah lingkungan. Bio-LNG merupakan gas non-fosil yang dihasilkan melalui proses pengolahan limbah biogenik serta kotoran ternak.
Inovasi powertrain Volvo menawarkan keunggulan teknis menyeluruh yang meliputi pasokan tenaga besar, torsi melimpah, responsivitas mesin yang mantap, hingga tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar yang sangat mengagumkan.
“Teknologi mesin gas Volvo adalah solusi terdepan. Pesanan ini membuktikan bahwa transportasi berkelanjutan sudah menjadi alternatif yang sangat hemat biaya saat ini,” ungkap Jan Hjelmgren dari manajemen Volvo Trucks.

Dari segi jarak tempuh, truk gas Volvo sanggup mengarungi perjalanan hingga 1.000 km dalam sekali pengisian tangki penuh. Spesifikasi ini membuatnya sangat ideal untuk kebutuhan distribusi regional dan jarak jauh.
Sektor konstruksi berat juga dapat memanfaatkan keunggulan operasional truk ini secara maksimal. Penggunaan bio-LNG murni bahkan mampu memangkas emisi karbondioksida dari hulu ke hilir hingga mencapai tingkat 100%.
Baca Juga: Ogah Totalitas ke Listrik, Volvo Trucks Sebut Truk Diesel Tetap Tak Tergantikan!
Dukungan infrastruktur stasiun pengisian gas yang kian merata di Eropa, seperti Jerman, Norwegia, Finlandia, dan Swedia, makin mempermudah operasional harian para pengusaha truk tanpa adanya kekhawatiran kehabisan BBM.
Langkah inovatif ini mempertegas strategi dekarbonisasi Volvo Trucks melalui kombinasi mesin ramah lingkungan, teknologi baterai listrik, dan sel bahan bakar demi mewujudkan transportasi masa depan yang bebas dari emisi.











