MobilKomersial.com — Volvo Trucks secara resmi memperkenalkan platform mesin diesel 13 liter alias 13.000 cc terbaru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus memperluas fleksibilitas penggunaan energi terbarukan.
Langkah ini mempertegas strategi perusahaan yang tetap mengoptimalkan mesin konvensional di samping mengembangkan kendaraan listrik, guna menekan konsumsi bahan bakar dan emisi operasional secara bertahap.
Baca Juga: Ogah Totalitas ke Listrik, Volvo Trucks Sebut Truk Diesel Tetap Tak Tergantikan!
Mesin baru ini dikembangkan untuk memenuhi regulasi lingkungan yang semakin ketat. Melalui pengembangan struktur mekanis yang baru, platform ini mampu menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 4% jika dibandingkan dengan generasi pendahulunya.
Penghematan ini melengkapi pencapaian varian truk Volvo Aero yang dirilis awal tahun 2024 lalu, yang sebelumnya telah diklaim berhasil memangkas konsumsi bahan bakar hingga 5% melalui pembaruan aerodinamika.

“Mesin baru ini tidak hanya menjadi powertrain paling hemat bahan bakar yang pernah kami buat, tetapi juga membawa mesin pembakaran internal kami menuju masa depan,” ucap Jan Hjelmgren, Head of Product Management di Volvo Trucks.
“Dengan fleksibilitas dan kesiapannya untuk semua bahan bakar diesel dan gas, kami dapat menawarkan truk efisien dengan peluang emisi nol bersih kepada seluruh pelanggan kami secara global,” terangnya, Sabtu (16/5/2026).
Arsitektur mekanis pada platform baru ini membawa sejumlah pembaruan teknis pada desain silinder, komponen turbocharger, serta fungsionalitas rem mesin (engine brake) yang kini bekerja lebih presisi untuk meningkatkan kendali kendaraan.
Baca Juga: Seluruh Lini Truk Volvo Kini Kantongi Predikat Keamanan Tertinggi Euro NCAP
Mesin ini hadir dalam dua varian utama, yakni varian diesel D13 yang memiliki rentang tenaga 380-560 dk dengan torsi mencapai 1.800-2.900 Nm, serta varian gas G13 yang menghasilkan tenaga 420-500 dk dengan torsi 2.400-2.800 Nm.
Kedua varian itu dirancang untuk memenuhi standar Euro 6 dan telah lolos sertifikasi New Noise Regulation Phase 3 (NNR3) terkait pembatasan kebisingan, sekaligus dipersiapkan untuk memenuhi regulasi emisi masa depan.
Salah satu keunggulan utama mesin ini adalah kemampuannya untuk beroperasi menggunakan berbagai jenis bahan bakar alternatif seperti biodiesel B100, Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), serta gas bumi cair berbasis biogas (bio-LNG).
Baca Juga: Sanggup Tarik Muatan 325 Ton! Ini Rahasia Teknologi I-Shift Crawler Gears Pada Truk Volvo
Untuk memaksimalkan efisiensi di jalur bebas hambatan, Volvo Trucks turut menyertakan pembaruan pada sistem transmisi I-Shift serta memperluas ketersediaan fitur I-Roll dengan fungsi engine stop/start.
Fitur ini memungkinkan mesin mati secara otomatis ketika truk sedang melaju deselerasi atau bergerak memanfaatkan momentum di jalan menurun, sehingga konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dapat ditekan secara signifikan selama perjalanan.
Namun, dalam operasional aktual, tingkat penghematan bahan bakar ini tetap akan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kecepatan berkendara, bobot muatan, topografi jalan, pengalaman pengemudi, hingga kondisi cuaca dan pemeliharaan kendaraan.

Mesin ini nantinya akan disematkan pada jajaran model andalan mereka, meliputi seri Volvo FM, FMX, FH, serta varian aerodinamis FH Aero. Rencana pemasaran dan pembukaan masa pemesanan akan dimulai secara resmi pada kuartal ketiga tahun 2026 mendatang.
Distribusi dan peluncuran produk akan dilakukan secara bertahap di pasar global. Fase pertama menyasar wilayah Eropa, Maroko, Turki, dan India. Selanjutnya, Volvo Trucks akan memperluas ketersediaannya ke pasar Amerika Utara, Asia, dan Afrika Selatan.
Baca Juga: Ini Fakta Mengapa Biodiesel Indonesia Disebut Tak Seaman B100 Brasil Yang Sudah Ultra-Low Sulfur
Pada tahap awal operasional, perakitan unit mesin akan dipusatkan di kampungnya di fasilitas Skövde, Swedia, sedangkan perakitan unit truk secara utuh akan dilakukan di pabrik Tuve di Swedia serta Ghent di Belgia.
Inovasi ini merupakan bagian integral dari peta jalan jangka panjang Volvo Trucks dalam mengejar target nol emisi nol pada tahun 2040, mengkombinasikan pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai hingga hidrogen.










