MobilKomersial.com — Mercedes-Benz O 10000 tetap menjadi salah satu mahakarya paling ikonik dalam sejarah kendaraan komersial buatan Jerman. Bus raksasa ini pertama kali diproduksi pada tahun 1938 untuk memenuhi kebutuhan armada jarak jauh.
Sebelum diproduksi massal, sasis canggih kendaraan ini diperkenalkan pada ajang Internationale Automobil- und Motorrad-Ausstellung di Berlin tahun 1936. Pabrik Gaggenau dan Sindelfingen lantas menggarap bodi bajanya.
Baca Juga: Berawal Dari 3 Unit Bus, Ini Sejarah PO Harapan Jaya, Si Kuda Oranye Dari Tulungagung
Secara dimensi, O 10000 memegang predikat sebagai omnibus terbesar yang pernah dibangun oleh Mercedes-Benz pada era 1930-an. Panjang kustomnya mencapai sekitar 14 meter dan ditopang oleh konstruksi tangguh tiga poros roda.
Sisi teknis dapur pacunya tergolong sangat bertenaga pada zamannya. Tersembunyi di balik kap mesinnya yang memanjang, tertanam mesin diesel OM 57,6-silinder segaris berkapasitas sebesar 11.197 cc.


Jantung mekanis berkapasitas raksasa tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 110 kW atau setara 150 dk. Semburan performa ini memungkinkan kendaraan berbobot berat tersebut melaju hingga kecepatan maksimum 65 km/jam.
Pada awal masa operasionalnya, bus ini dirancang untuk mengangkut hingga 60 penumpang sekaligus. Layanan yang dikenal sebagai Kraftpost di Jerman dan Austria ini memanfaatkan keandalan O 10000 untuk rute-rute jarak jauh.
Pasca Perang Dunia Kedua, peran armada ini mulai dimodifikasi oleh Österreichische Post. Bus dipindah tugaskan menjadi truk pengangkut paket logistik yang melayani rute perjalanan penting antara kota Wina dan Salzburg.
Memasuki dekade 1960-an, bus ini menjalani konversi kedua menjadi kantor pos keliling yang beroperasi hingga akhir 1970-an. Fleksibilitas ini membuktikan daya tahan dan keberlanjutan fungsi armada selama empat dekade.
Baca Juga: Sejarah PO Rosalia Indah: Dari 1 Unit Colt Diesel Hingga Miliki Bus Double Decker Terbanyak


Baca Juga: Sejarah PO ALS, Bus Penjelajah Jalur Sumatera-Jawa, Pernah Sampai Bali
Sisi eksterior bus dilengkapi dua tiang pemandu bercermin bundar pada bemper depan guna memudahkan manuver. Sisi kirinya memiliki celah penyetoran surat berpenutup logam mengkilap serta fasilitas loket pos keliling.
Inovasi menarik lainnya adalah hadirnya tiga bilik telepon umum terintegrasi di sisi kiri kabin. Setiap bilik memiliki pintu yang rata dengan bodi, di dalamnya terdapat meja dinding dan telepon putar hitam berkabel rapi.
Kabin telepon nomor tiga diprioritaskan khusus untuk panggilan internasional, seperti yang tertera pada kaca esnya. Fasilitas ini sangat vital saat bus bertugas di acara besar seperti festival budaya Salzburger Festspiele.
Rancangan interior memperhitungkan kenyamanan petugas melalui kursi bergeser yang terpasang di lantai. Posisi duduk dibuat rendah dengan lekukan tempat kaki, sehingga sejajar dengan pelanggan yang berdiri di luar bus.


Untuk kenyamanan pelanggan, terdapat meja tulis lipat yang terpasang secara praktis pada dinding luar bodi. Meja eksterior ini bahkan dilengkapi dengan sistem pencahayaan mandiri berupa tiga lampu kecil berukuran ringkas.
Bagian interior dilengkapi rak pemilah surat, gantungan kantong pos, kulkas, serta wastafel cuci tangan. Walau tanpa AC, sirkulasi udara kabin dijaga tetap segar melalui pintu berteralis kawat pada bagian belakang bus.
Baca Juga: Bukan Dari Pasar Kramatjati, Ini Sejarah Berdirinya PO Bus Kramat Djati
Skema warna kuning dan hitam pada bodi bus merujuk pada tradisi warna kekaisaran Eropa sejak era Thurn und Taxis abad ke-15. Skema warna bersejarah ini terus diidentikkan dengan armada layanan pos resmi di benua Eropa.
Kini, Mercedes-Benz O 10000 bersejarah ini dipajang megah di Mercedes-Benz Museum dalam ruang Collection 2: Galerie der Lasten. Kehadirannya menjadi bukti nyata kejayaan rekayasa otomotif dan inovasi transportasi klasik.











