MobilKomersial.com — Kabupaten Kotabaru resmi memasuki babak baru dalam penataan sistem angkutan massal daerah. Kehadiran layanan angkutan perkotaan Trans Saijaan kini menjadi solusi nyata guna memperkuat konektivitas warga setempat.
Langkah strategis ini direalisasikan melalui kemitraan bersama Perum Damri selaku operator resmi armada. Transportasi publik ini dirancang khusus untuk mempermudah mobilitas harian warga Kotabaru secara aman dan efisien.
Peluncuran perdana digelar meriah saat malam puncak perhelatan HubFest 2026 pada tanggal 8 Agustus lalu. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, beserta jajaran manajemen puncak dari Perum Damri.
Baca Juga: Resmi Ditunjuk Jadi Operator Metro Jabar Trans, Damri Operasikan Empat Koridor
Prosesi penyerahan kunci armada secara simbolis menjadi penanda dimulainya operasional penuh angkutan umum ini. Sebanyak tujuh koridor utama siap melayani berbagai titik krusial di wilayah Kabupaten Kotabaru.
Sebagai pengelola armada, Damri menerapkan standar baku operasional transportasi publik modern. Fokus utama pengawasan mencakup kelaikan mesin, keandalan pengemudi, serta ketepatan jadwal di tiap koridor lintasan.
Infrastruktur pendukung dan manajemen rute dirancang matang guna menyesuaikan geografis wilayah Kotabaru. Pengalaman panjang Damri di berbagai kota menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas operasional jaringan armada.
Menurut General Manager Damri Cabang Banjarmasin, Andy Wahyu Purnawan, kepercayaan untuk menjadi operator Trans Saijaan merupakan bagian dari komitmen Damri dalam menghadirkan transportasi yang dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Warga Lampung Wajib Tahu! Damri Siapkan Trayek Baru dari Kalianda, Meluncur September
“Kepercayaan mengelola Trans Saijaan adalah wujud komitmen Damri dalam mendorong efisiensi transportasi daerah. Kami siap memastikan operasional armada berjalan aman, presisi, dan konsisten,” ucapnya mengutip siarannya, Selasa (11/8/2026).
Guna menarik minat warga, pemkab membebaskan tarif penggunaan layanan ini hingga akhir Desember 2026. Skema gratis ini diharapkan mampu menstimulasi integrasi pergerakan ekonomi dan aktivitas sosial warga Kotabaru.
Evaluasi berkala terhadap kinerja armada dan kepuasan penumpang akan terus dilakukan secara bertahap. Langkah adaptif ini diambil demi mewujudkan sistem transportasi daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan.











