MobilKomesial.com — Adopsi kendaraan listrik komersial di Indonesia mengalami lonjakan pesat sepanjang paruh pertama tahun 2026. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mendapati ceruk pasar fleet bersih ini semakin diminati oleh para pelaku bisnis.
Langkah percepatan transisi energi hijau terbukti mendongkrak operasional entitas berkode saham VKTR tersebut. Tingginya permintaan moda transportasi bebas emisi menjadi motor utama yang memicu lonjakan kinerja perseroan.
Baca Juga: VKTR dan PO Bagong Resmi Operasikan Armada Listrik Senyap Tanpa Emisi
Perseroan berhasil mengantongi penjualan bersih sebesar Rp 647 miliar atau melonjak 56% secara tahunan. Capaian impresif ini ditopang oleh derasnya pesanan armada bus hingga truk listrik dari pelbagai mitra strategis.
Peningkatan volume pengiriman unit kendaraan komersial ini diiringi lonjakan laba usaha yang amat fantastis. Nilainya menembus Rp16 miliar atau tumbuh 1.890% jika dibandingkan dengan capaian pada periode sama tahun lalu.

Sementara itu, laba bersih perseroan merangkak naik 25% hingga menyentuh angka Rp 10 miliar. Pertumbuhan profitabilitas tersebut membuktikan efisiensi operasional pabrikan dalam mengeksekusi derasnya permintaan pasar.
Kepercayaan pelanggan terhadap armada ramah lingkungan VKTR terlihat nyata pada operasional moda transportasi publik. Sebanyak 30 unit bus listrik 12 meter kembali diserahterimakan untuk memperkuat lini armada TransJakarta.
Kini total 152 unit bus listrik VKTR telah mengaspal di Jakarta, menguasai sekitar 30% armada listrik TransJakarta. Pencapaian ini menegaskan posisi perseroan sebagai pemain kunci dalam moda transportasi massal kota.
Ekspansi pasar kendaraan listrik komersial VKTR kini tidak hanya terbatas pada sektor angkutan penumpang publik. Unit armada transporter listrik juga mulai dipasok untuk kebutuhan operasional jalur logistik antar kota Jawa.

Selain menjangkau perusahaan ekspedisi swasta di Malang, unit transporter listrik diserap ekosistem eksternal dan internal. Langkah strategis ini dinilai kian memperluas diversifikasi aplikasi moda komersial bebas emisi.
Untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan industri yang beragam, perseroan menghadirkan lini produk yang sangat lengkap. Ragam pilihan mencakup bus listrik 8 hingga 12 meter, transporter Lokon, hingga varian truk heavy-duty.
Baca Juga: Siap Libas Produk Impor, VKTR Targetkan TKDN Bus Listrik Mencapai 80 Persen!
“Meningkatnya adopsi kendaraan listrik komersial di Indonesia serta pemulihan industri otomotif nasional turut mendorong peningkatan permintaan terhadap produk kami,” ucap A. Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR, mengutip siarannya, Senin (10/8/2026).
Lebih lanjut, Ardiansyah menegaskan bahwa elektrifikasi armada kendaraan komersial kini telah menjadi solusi yang semakin relevan. “Elektrifikasi kendaraan komersial telah menjadi solusi yang kian relevan bagi dunia usaha,” ungkapnya.

Daya saing armada bus VKTR terbilang sangat kuat karena menjadi satu-satunya yang dirakit langsung di dalam negeri. Fasilitas perakitan lokal ini berhasil mengantongi tingkat komponen dalam negeri atau TKDN di atas 40%.
Keunggulan manufaktur lokal tersebut mempermudah VKTR dalam menyediakan skema layanan purna jual yang terintegrasi. Layanan Full Maintenance Contract menjamin kendala teknis armada konsumen dapat ditangani secara responsif.
Penggunaan armada listrik komersial ini memberikan dampak nyata pada pengurangan emisi karbon di tanah air. Secara akumulatif, seluruh armada VKTR telah menempuh jarak operasional yang menembus lebih dari 19 juta kilometer.
Pengoperasian jarak jauh tersebut sukses menekan emisi hingga 17 ribu ton CO2 atau setara 7 juta liter diesel. Manfaat ekologis yang dihasilkan dari efisiensi bahan bakar ini setara dengan penanaman 777 ribu pohon produktif.

Memasuki paruh kedua 2026, prospek pasar kendaraan komersial ramah lingkungan diproyeksikan bakal makin membumbung. VKTR kini tengah merampungkan pesanan borongan bus listrik untuk proyek transportasi di wilayah Jawa Tengah.
Proyek peremajaan armada angkutan umum wilayah Jawa Tengah tersebut siap dikirimkan bertahap mulai kuartal ketiga 2026. Penambahan proyek ini dipastikan bakal kian memperkuat dominasi perseroan di pasar bus listrik nasional.
Guna menangkap peluang pertumbuhan yang besar, perseroan juga menyiapkan inovasi skema sewa kendaraan mobility-as-a-service. Model bisnis ini amat memudahkan konsumen mengadopsi armada listrik tanpa modal investasi awal.
“Meningkatnya kebutuhan akan kendaraan listrik komersial menjadi peluang besar bagi VKTR,” pungkas Ardiansyah Bakrie. Inovasi model bisnis dan penguatan manufaktur diyakini mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara berlanjut.











