MobilKomersial.com — Era baru transportasi logistik ramah lingkungan memasuki babak baru setelah Scania secara resmi meluncurkan modul baterai bawah kabin terbaru secara global pada truk listriknya.
Inovasi arsitektur kendaraan ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan terbesar para pengusaha logistik selama ini, bagaimana cara mendapatkan jangkauan jarak tempuh yang jauh tanpa harus mengorbankan kapasitas muatan barang.
Baca Juga: Truk Mercedes-Benz Arocs SLT 4463 AS 8×6 Ini Bisa Angkut Muatan Hingga 1.000 Ton
Selama ini, ukuran baterai yang besar pada truk listrik kerap memakan ruang sasis dan menambah bobot kendaraan, sehingga mengurangi ruang untuk karoseri serta memangkas jumlah barang yang bisa diangkut.
Dengan memindahkan modul baterai ke ruang di bawah kabin, Scania berhasil membebaskan area sasis. Hasilnya, truk listrik kini memiliki ruang yang jauh lebih fleksibel untuk berbagai jenis karoseri berat dan kebutuhan angkutan jarak jauh.

Keunggulan desain ini semakin optimal berkat adanya penyesuaian regulasi batas total berat kendaraan di Uni Eropa yang memungkinkan Scania menawarkan opsi kapasitas baterai sebesar 400 kWh yang mampu menempuh jarak operasional harian sekitar 360 km.
Bahkan, efisiensi ruang ini memungkinkan truk melaju hingga lebih dari 800 km dalam sekali pengisian daya. Hebatnya, jangkauan tersebut dapat dicapai tanpa perlu mengurangi kapasitas muatan legal sedikit pun, bahkan saat truk diisi hingga batas muatan maksimum.
Baca Juga: Volvo Trucks Rilis Mesin Diesel 13 Liter Baru, Siap Tenggak Biodiesel B100 Hingga Bio-LNG!
Selain inovasi fisik pada sasis, Scania juga berusaha meluruskan kesalahpahaman yang sering terjadi di industri kendaraan listrik. Banyak operator logistik menganggap bahwa truk listrik harus selalu membawa baterai berkapasitas masif untuk mengantisipasi rute terjauh.
Padahal, membawa baterai yang terlalu besar untuk rute yang sebenarnya pendek justru merugikan karena bobot baterai itu sendiri akan memangkas porsi muatan barang dan meningkatkan biaya operasional.
Kunci utama dari efisiensi ini terletak pada strategi pengisian daya yang tepat, bukan sekadar memperbesar ukuran baterai. Oleh karena itu, pabrikan asal Swedia ini memperkenalkan Megawatt Charging System (MCS).
Baca Juga: Truk Listrik MAN eTGM Meluncur, Bisa Tempuh Jarak 480 Km Sekali Jalan
Lewat teknologi itu, manajemen pengisian daya kini bisa diintegrasikan dengan waktu saat pengemudi beristirahat, sehingga truk dapat melakukan pengisian daya cepat di titik pemberhentian untuk mendongkrak kapasitas baterai dari 20% ke 75%.
Daya tambahan tersebut sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan muatan hingga ke lokasi tujuan, sementara pengisian daya berikutnya bisa dilakukan di depo pengiriman atau saat kembali ke pangkalan.

“Modul baterai bawah kabin yang baru ini mengoptimalkan penempatan baterai truk demi keuntungan para pengangkut,” ungkap Tobias Ejderhamn, Manajer Global Transformasi & Bisnis Baru Scania, Kamis (28/5/2026).
“Dengan demikian, melalui konfigurasi baterai yang tepat, sistem MCS, dan strategi pengisian daya yang baik pelanggan kami dapat dengan mudah menyelesaikan masalah dilema antara jangkauan jarak dan kapasitas muatan,” tambahnya.
Baca Juga: Ogah Totalitas ke Listrik, Volvo Trucks Sebut Truk Diesel Tetap Tak Tergantikan!
Integrasi antara fleksibilitas sasis bawah kabin dan ekosistem pengisian daya cepat MCS menjadi komitmen Scania dalam mempermudah transisi industri logistik menuju bebas emisi.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, investasi pada kendaraan listrik tidak lagi dipandang sebagai beban operasional yang rumit, melainkan sebuah keputusan bisnis yang rasional dan menguntungkan.











