MobilKomersial.com — Salah satu kontraktor pertambangan terkemuka Indonesia, PT Saptaindra Sejati resmi memperkuat armada operasionalnya dengan memborong 15 unit truk listrik heavy-duty Sany SE588.
Sebagai bentuk perayaan atas kerja sama strategis ini, Sany menggelar upacara serah terima atau handover ceremony yang megah langsung di Sany Intelligent Truck Industrial Park yang berlokasi di Changsha, Provinsi Hunan, China.
Baca Juga: Profil Sany SE588, Truk Listrik Heavy Duty yang Bisa Tukar Baterai Cuma 5 Menit
Pembelian dalam skala besar ini bukan tanpa alasan. Jauh sebelum memutuskan untuk menambah 15 unit armada baru, Saptaindra Sejati telah menguji coba dua unit truk listrik Sany SE588 di lokasi pertambangan Indonesia sejak akhir tahun 2025.
Selama beberapa bulan masa uji coba tersebut, kedua asal China itu langsung dihadapkan pada tugas berat operasional ekstrem dengan menghela total bobot kombinasi kotor atau Gross Combined Weight hingga mencapai 220 ton.

Dalam uji cobanya, performa truk listrik ini dinilai sangat memuaskan. Selain mampu melahap kondisi operasional tambang yang terkenal rumit dan menantang, truk-truk ini terbukti menunjukkan keandalan dan daya tahan yang luar biasa di bawah iklim Indonesia.
Kepuasan terhadap hasil uji coba inilah yang memantapkan langkah Saptaindra Sejati untuk berkomitmen pada rencana pengadaan jangka panjang yang jauh lebih besar, yakni mencapai hampir 100 unit truk listrik di masa mendatang.
Ketangguhan Sany SE588 di medan tambang didukung oleh spesifikasi teknisnya yang perkasa. Sany memproduksi truk ini dalam dua varian tangguh, yakni versi Composite dengan GVW sebesar 80 ton dan berat kosong berkisar antara 12,6 hingga 13,6 ton.
Sementara, varian kedua adalah versi Super yang menjadi sosok kendaraan listrik terbesar di kelasnya dengan kemampuan menahan bobot GVW hingga 120 ton dan berat kosong mencapai 14,3 hingga 14,6 ton.

Baca Juga: Profil JAC Trekker T9EV, Pikap Listrik 4×4 dengan Jarak Tempuh 340 Km
Kedua varian tersebut dipersenjatai dengan motor listrik tunggal yang dipasang di bagian tengah dengan semburan daya puncak yang luar biasa mencapai 650 kW atau setara 480 kW tenaga konvensional atau sekitar 652 dk serta limpahan torsi hingga 2.800 Nm.
Berkat kombinasi tenaga dan torsi raksasa tersebut, truk listrik ini diklaim mampu dengan mudah menaklukkan jalur menanjak ekstrim di area pertambangan dengan tingkat kemiringan hingga 27%.
Penyaluran tenaga tersebut dipadukan dengan transmisi manual otomatis 6-percepatan maju dan 1-percepatan mundur untuk memastikan penyaluran daya ke roda tetap optimal saat mengangkut muatan berat.
Sektor pasokan daya menjadi keunggulan utama dari armada ini melalui penanaman paket baterai raksasa berkapasitas 588 kWh yang memiliki ketahanan performa hingga 2 juta kWh serta mengantongi sertifikasi IP68 yang kebal terhadap debu dan air.
Baca Juga: Profil MAN RR4 480, Sasis Bus Premium Asal Jerman yang Guncang Pasar Tronton Indonesia!

Dalam kondisi daya terisi penuh, Sany SE588 diklaim mampu menempuh jarak operasional hingga 445 km. Hebatnya lagi, bobot baterai baru ini dirancang 30% lebih ringan dibandingkan versi pendahulunya.
Alhasil berkat bobot baterainya yang lebih ringan, truk ini diklaim mampu memberikan efisiensi konsumsi energi yang jauh lebih baik dengan klaim penghematan biaya operasional hingga 70% dibandingkan truk berbahan bakar fosil.
Uniknya lagi, untuk mendukung mobilitas pertambangan yang bergerak dinamis dan nyaris beroperasi tanpa henti, truk listrik heavy duty Sany SE588 ini menawarkan dua solusi pengisian daya yang sangat fleksibel.
Pertama, truk ini dibekali dengan teknologi dual-gun fast charging berarus searah yang memungkinkan pengisian daya super cepat dari kondisi 20%hingga 80% hanya dalam kurun waktu sekitar 55 menit.

Kedua, truk ini mengusung inovasi mutakhir berupa sistem tukar baterai atau battery swapping yang memungkinkan seluruh paket baterai raksasa di belakang kabin dicopot dan diganti dengan baterai baru yang terisi penuh hanya dalam waktu 5 menit saja.
Menanggapi kesuksesan pemenuhan pesanan dari Indonesia ini, Direktur Sany Group sekaligus Chairman Sany Truck, Lincoln Liang, memberikan apresiasi dan pandangan optimistisnya terhadap kolaborasi kedua perusahaan.
Baca Juga: Profil Renault K Series, Truk Prancis yang Anti-Ribet!
“Di tengah latar belakang transisi energi global dan semakin eratnya kerja sama antara China dan Indonesia, Sany berkomitmen untuk terus memanfaatkan seluruh keunggulan rantai industri yang mereka miliki,” tegasnya mengutip keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Melalui kekuatan manufaktur cerdas terdepan di bidang energi baru, Sany siap bergandengan tangan dengan Saptaindra Sejati untuk membangun tolok ukur global bagi operasional pertambangan bebas emisi atau zero-carbon mines.











