MobilKomersial.com — Ajang Reli Dakar 2026 kembali menjadi panggung bagi mesin-mesin legendaris yang pernah mendominasi gurun pasir di masa lalu. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kemunculan kembali DAF 3300.
Truk ikonik yang dijuluki “The Bull” ini dibawa oleh pembalap asal Polandia, Tomasz Białkowski, bersama tim Kamena Rally Team untuk menaklukkan rute menantang pada Reli Dakar, tepatnya di kategori Classic.
Baca Juga: Bedah Spesifikasi Renault C460 Hybrid, Truk Monster 1.100 Dk yang Mengguncang Reli Dakar 2026
DAF Bull bukan sekadar truk tua, ia adalah simbol inovasi radikal dari era 80-an yang kini dibangunkan kembali dengan performa yang tetap mengintimidasi. Daya tarik utamanya terletak pada konfigurasi mesinnya yang tidak lazim untuk ukuran kendaraan reli masa kini.
Truk ini dipersenjatai dengan dua mesin diesel DAF berkapasitas 11.600 cc (11.6L) yang bekerja secara simultan. Setiap mesin bertanggung jawab untuk menggerakkan poros roda yang berbeda, menciptakan sistem penggerak empat roda (4×4) yang brutal namun efektif.

Kombinasi dua jantung pacu ini mampu memuntahkan tenaga total hingga 800 dk dengan torsi mencapai 1.800 Nm. Dengan tenaga sebesar itu, DAF Bull secara teoritis mampu menyentuh kecepatan maksimal 200 kpj (km/jam) di medan terbuka.
Dari sisi desain eksterior, DAF Bull mempertahankan siluet kotak yang gagah khas era 1980-an. Bodinya yang memanjang menampung tangki bahan bakar raksasa berkapasitas 800 liter, sebuah keharusan untuk memastikan kedua mesin besarnya tetap menyala.
Sesuai julukannya yaitu, ‘The Bull, truk pabrikan Italia dengan berat sekitar 11 ton ini memiliki tampilan yang sangat berkarakter dengan desain berkesan atau menyerupai “banteng” yang siap menyeruduk gundukan pasir.
Baca Juga: Berbasis MAN TGA, Ini Truk Hybrid Hidrogen 6×6 Tercanggih di Reli Dakar 2026

Desain tersebut tentu bukanlah sekadar estetika, melainkan hasil rekayasa Team de Rooy di masa lalu untuk memastikan distribusi bobot yang optimal meski harus menggendong dua mesin sekaligus, dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Keunggulan DAF Bull di ajang Dakar Classic 2026 bukan hanya soal kecepatan murni, tetapi juga daya tahan dan kemampuan adaptasi mekanisnya yang diklaim layaknya sebuah kapal perang raksasa.
Ya, karena setiap mesin beroperasi secara independen, truk ini memiliki keunggulan teknis yang unik, jika salah satu mesin mengalami kerusakan di tengah lintasan, mesin lainnya masih sanggup menggerakkan truk hingga mencapai garis finish atau titik servis.

Fitur ‘redundansi’ alami ini menjadikannya salah satu kendaraan paling tangguh dalam sejarah reli Dakar. Selain itu, sistem suspensi daun yang telah diperkuat memastikan truk ini mampu meredam guncangan ekstrem saat mendarat dari bukit pasir yang terjal.
Di dalam kabin, Tomasz Białkowski didampingi oleh navigator setia Dariusz Baśkiewicz dan mekanik andal Adam Grodzki. Ruang kemudi telah dimodernisasi dengan perangkat keselamatan terkini sesuai standar FIA 2026.
Kehadiran DAF Bull di kategori Classic bukan hanya sekadar nostalgia bagi Białkowski, tetapi sebuah pernyataan bahwa teknologi “gila” dari masa lalu masih memiliki taji untuk bersaing di medan paling keras di dunia.
Truk ini tetap menjadi bukti nyata dari era keemasan di mana batas-batas teknik mesin terus digeser hingga titik maksimal. Bahkan terbukti, truk ini berhasil menjadi yang tercepat dan memenangkan etape 3 di Reli Dakar 2026 kemarin.











