MobilKomersial.com — Mitsubishi L300 telah memahat reputasinya sebagai tulang punggung ekonomi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Kendaraan komersial ini dirancang untuk mengangkut beban berat di jalanan perkotaan hingga pelosok desa.
Dikenal sebagai kendaraan yang fungsional, mobil ini biasanya lebih akrab dengan tumpukan barang dagangan atau muatan logistik. Namun, hal tersebut ternyata hanyalah satu sisi dari potensi besar yang dimiliki L300.
Baca Juga: Dua Mesin dalam Satu Truk? Intip Kegarangan DAF 3300 Yang Kembali Ikut Reli Dakar 2026
Ditangan Atlet asal Italia, Henry Favre, batas-batas utilitas tersebut didobrak secara radikal. Ia mengubah Mitsubishi L300 atau yang dikenal sebagai Delica di pasar global dari kendaraan yang biasanya bersahaja di pasar loak menjadi predator tangguh di atas pasir.
Ya, alih-alih menggunakan SUV tangguh yang lazim ditemui, Henry Favre bersama rekannya Alessandro Iacovelli, membawa legenda hidup otomotif tersebut ke dalam ajang balap reli terganas di dunia yakni, Reli Dakar 2026, tepatnya pada kategori Dakar Classic.

Kendaraan yang dijuluki “Truciolo” ini bukan sekadar mobil tua yang dipaksa berjalan, melainkan hasil restorasi dan modifikasi mendalam yang menggabungkan romantisme masa lalu dengan standar keamanan modern FIA.
Dari sisi visual, Mitsubishi L300 versi minibus yang produksi tahun 1990 ini mempertahankan siluet kotak ikoniknya yang legendaris. Bahkan bisa dikatakan bahwa ini adalah satu-satunya mobil yang tergolong di segmen MPV yang ikut di Dakar.
Desain eksteriornya kini jauh lebih agresif dengan penambahan front exo cage atau kerangka pelindung eksternal di bagian depan untuk meminimalisir kerusakan akibat benturan di medan ekstrim.
Tak kalah penting, pencahayaan pun juga ditingkatkan secara signifikan melalui penggunaan empat lampu tembak besar dari Osram guna menembus pekatnya debu dan malam di gurun Arab Saudi.
Baca Juga: Bedah Spesifikasi Renault C460 Hybrid, Truk Monster 1.100 Dk yang Mengguncang Reli Dakar 2026

Menambah kesan retro yang fungsional, mobil ini dilengkapi dengan pelek Evo Corse 16 inci yang dibalut ban BFGoodrich KO2 All-Terrain, memberikan traksi maksimal di atas pasir sekaligus menambah ground clearance yang sangat dibutuhkan.
Masuk ke jantung mekanisnya, Favre tidak main-main dalam mempersiapkan performa “bus kecil” ini. Di bawah jok pengemudi, tersemat mesin diesel turbo 2.500cc dengan kode mesin 4D56 yang telah melegenda karena daya tahannya
Melalui sentuhan modifikasi pada sistem turbo dan penambahan intercooler, tenaga yang dihasilkan dari L300 Dakar ini melonjak drastis dari standar pabrikan yang awalnya hanya sekitar 89 dk menjadi sekitar 140 dk.
Kekuatan ini disalurkan melalui transmisi manual 5-percepatan dengan sistem penggerak roda 4×4 yang dilengkapi transfer case dua percepatan (gigi rendah), memastikan L300 ini mampu merayap keluar dari gundukan pasir yang menjebak.

Berfokus pada daya jelajah dan mengingat jarak tempuh Dakar yang mencapai ribuan kilometer, mobil ini telah dipasangkan tangki bahan bakar kustom berkapasitas 120 liter untuk memastikan mereka tidak kehabisan solar di tengah etape panjang.
Faktor keselamatan pun tentu ditingkatkan. Di bagian dalam kabin, seluruh interior standar telah dilucuti dan digantikan dengan roll cage penuh sesuai standar FIA, kursi balap (bucket seat), dan sistem navigasi tingkat lanjut.
Baca Juga: Berbasis MAN TGA, Ini Truk Hybrid Hidrogen 6×6 Tercanggih di Reli Dakar 2026
Meski demikian, Favre tetap mempertahankan sistem suspensi original berupa leaf springs di bagian belakang dan torsion bars di bagian depan, sebuah keputusan yang menunjukkan kepercayaan tinggi pada rancang bangun asli Mitsubishi.
Dengan demikian, transformasi ini bukan hanya soal modifikasi teknis, melainkan pembuktian bahwa sasis kendaraan niaga yang dirancang untuk daya tahan logistik harian memiliki DNA yang cukup kuat untuk bertarung di ajang reli paling melelahkan di dunia.











