• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Aftermarket

Bukan Cuma TBN dan NOACK, Ini Cara Paling Valid Cek Oli Mesin Anda Asli Full Synthetic atau Mineral

M. Bagas Putra by M. Bagas Putra
18/05/2026
in Aftermarket, Tips
0
Efek Fatal Pakai Oli Murah, Niat Hemat Malah Harus Turun Mesin, Ini Solusinya!

Oli Wealthy Quantumtec API SQ/Foto: dok.MobilKomersial.com

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com — Di tengah perkembangan teknologi mesin kendaraan yang kian canggih, para pemilik kendaraan seringkali dihadapkan pada berbagai istilah teknis saat memilih pelumas. Salah satu parameter yang kerap dijadikan tolok ukur adalah Total Base Number (TBN).

Banyak anggapan keliru di masyarakat yang menilai bahwa oli dengan angka TBN tinggi secara otomatis merupakan oli berkualitas premium, berstatus full synthetic, atau memiliki basis minyak (base oil) performa tinggi.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih Oli! Ternyata TBN Tinggi Belum Tentu Aman Buat Mesin Modern

Melihat fenomena tersebut, PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group) selaku produsen pelumas dan produk perawatan kendaraan terkemuka, memberikan edukasi mendalam untuk meluruskan kesalahpahaman ini.

Evaluasi kualitas pelumas tidak bisa hanya bersandar pada satu indikator tunggal seperti TBN ataupun tingkat penguapan (NOACK Volatility) semata. Maka dari itu, penting untuk mengetahui hubungan serta perbedaan mendasar antara base oil dan aditif pada oli mesin.

CEO & Founder Wealthy Group, Arief Hidayat saat melihat kondisi oli/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas

Membedakan Fungsi Base Oil dan Paket Aditif

Struktur pelumas pada dasarnya terbentuk dari minyak dasar alias base oil yang menyediakan fondasi utama pelumasan, sementara kapasitas perlindungan tambahan disokong oleh sejumlah paket aditif.

Arief Hidayat MA., Eng., selaku CEO & Founder PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group) menjelaskan bahwa mengukur kualitas oli hanya dari angka TBN sama saja dengan menilai makanan hanya dari jumlah garamnya.

“TBN sebenarnya hanya menunjukkan cadangan alkalinitas atau basa pada pelumas yang berfungsi khusus untuk menetralkan asam hasil sisa pembakaran,” ungkapnya kepada MobilKomersial.com, Senin (18/5/2026).

Ia menambahkan bahwa kapasitas penetralan asam ini murni berasal dari pasokan paket aditif deterjen, seperti senyawa berbasis kalsium atau magnesium, dan bukan cerminan dari tingkat kemurnian minyak dasarnya.

Berbagai jenis Group Base Oil/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas

“Oleh karena itu, formulasi oli dengan bahan dasar mineral murah sekalipun tetap bisa dimanipulasi agar memiliki angka TBN yang tinggi. Hal ini lumrah dilakukan oleh para pencampur pelumas (blender) dengan cara memperkuat dosis deterjennya,” terangnya.

Formulasi semacam ini biasanya ditujukan untuk mesin diesel tugas berat, operasional dengan masa pakai panjang, atau untuk wilayah pasar yang kualitas bahan bakarnya masih memiliki kandungan sulfur tinggi sehingga memicu tingkat keasaman yang pekat.

Baca Juga: Salah Kaprah Copot EGR Demi Biodiesel, Pakar Ingatkan Risiko Kerusakan Mesin SUV Diesel

Karakteristik Kelompok Base Oil dan Penguapan

Untuk melihat kualitas ketahanan pelumas yang sesungguhnya, parameter yang harus dicermati adalah klasifikasi API Base Oil yang dibagi berdasarkan kadar belerang (sulfur), tingkat kejenuhan (saturates), serta indeks viskositas (Viscosity Index).

Secara spesifikasi, base oil Grup I dan Grup II umumnya dikategorikan sebagai minyak mineral karena masih memiliki kandungan sulfur yang lebih tinggi dan stabilitas oksidasi yang lebih terbatas.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Memilih Oli BerkualitasTips Memilih OliWealthy AutomotiveWealthy Group
Previous Post

Cara Merawat Kaca Film Mobil Agar Optimal Tolak Paparan Sinar UV

Next Post

Chery Q Resmi Rilis di Indonesia, EV Rp 200 Jutaan dengan Jarak Tempuh 400 Km

M. Bagas Putra

M. Bagas Putra

Related Posts

5 Aspek Yang Buat Suzuki Jimny 5 Pintu Diserbu Masyarakat Indonesia
Mobil dan Motor

Setir Mulai Berat? Kenali Tanda Kerusakan Rack Steer Sejak Dini dan Penyebab Utamanya

20/06/2026
Asap Hitam Berlebih dari Knalpot Kendaraan Diesel Tanda Mesin Ada Masalah?
Aftermarket

Tren Cumi Darat di Mobil Diesel, Apa Penyebabnya?

19/06/2026
Perawatan Berkala AC Mobil Agar Kabin Selalu Sejuk
Tips

Perawatan Berkala AC Mobil Agar Kabin Selalu Sejuk

18/06/2026
Mitsubishi Motors Resmikan Training Center Baru Terbesar di Asia Tenggara, Siap Lahirkan Tenaga Ahli Profesional
Mobil dan Motor

Jangan Sampai Terlambat, Begini Cara Cegah Hewan Masuk ke Ruang Mesin

12/06/2026
Sangat Berbahaya di Jalan, Truk ODOL Jadi Perhatian Serius Korlantas Polri
Aftermarket

Asap Hitam Berlebih dari Knalpot Kendaraan Diesel Tanda Mesin Ada Masalah?

12/06/2026
Bikin Mesin Mati Mendadak? Ternyata Ini Fakta Mengejutkan di Balik Penggunaan Engine Flush!
Aftermarket

Bikin Mesin Mati Mendadak? Ternyata Ini Fakta Mengejutkan di Balik Penggunaan Engine Flush!

11/06/2026
Next Post
Chery Q Resmi Rilis di Indonesia, EV Rp 200 Jutaan dengan Jarak Tempuh 400 Km

Chery Q Resmi Rilis di Indonesia, EV Rp 200 Jutaan dengan Jarak Tempuh 400 Km

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com