Sementara itu, Grup III, Grup IV seperti Poly Alpha Olefin (PAO), hingga Grup V menawarkan kemurnian tinggi, struktur molekul yang seragam, ketahanan thermal yang kuat, serta aliran suhu rendah yang jauh lebih superior.
Selain kelompok minyak dasar, aspek stabilitas pelumas juga dipengaruhi oleh nilai volatilitas NOACK. Pengujian NOACK mengukur seberapa banyak volume oli yang menguap ketika dihadapkan pada kondisi suhu tinggi di dalam ruang mesin.
Baca Juga: Efek Fatal Pakai Oli Murah, Niat Hemat Malah Harus Turun Mesin, Ini Solusinya!
“Base oil yang telah melalui proses penyulingan tingkat tinggi seperti Grup III ke atas secara alami memiliki molekul yang lebih stabil sehingga cenderung tidak mudah menguap,” papar Arief Hidayat MA., Eng.,.
Menurutnya, nilai penguapan yang rendah ini berkontribusi langsung pada efisiensi konsumsi oli, menjaga konsistensi kekentalan, serta meminimalisasi terbentuknya endapan atau kerak pada temperatur ekstrem.

“Namun, sama halnya dengan TBN, nilai penguapan NOACK maupun profil viskositas pelumas juga tidak bisa berdiri sendiri sebagai bukti mutlak untuk mengklaim jenis dasar oli,” tambah penyandang gelar master di bidang teknik otomotif tersebut.
Formulasi pelumas modern yang dirancang dengan baik, termasuk pada oli kelas menengah atau semi-synthetic, tetap mampu mencapai angka NOACK yang kompetitif melalui rekayasa pencampuran base oil dan stabilitas viscosity modifier yang optimal.
Edukasi Menyeluruh Bagi Konsumen Indonesia
Bagi konsumen di pasar Indonesia, cara paling andal untuk mengidentifikasi apakah sebuah produk pelumas merupakan minyak mineral, semi-synthetic, atau full synthetic bukanlah dengan menebak-nebak melalui satu lembar data pengujian laboratorium saja.
Penilaian akhir yang objektif harus bersumber dari lembar data teknis secara menyeluruh (Technical Data Sheet), klaim resmi dari produsen yang dapat dipertanggungjawabkan, serta sertifikasi persetujuan performa dari pabrikan otomotif asli (OEM Approvals).

Sebagai penutup, Arief Hidayat mengingatkan para pemilik kendaraan agar menjadi konsumen yang cerdas dan kritis dalam membaca spesifikasi produk dalam memilih pelumas yang tepat bagi kendaraannya.
Konsumen disarankan untuk mengevaluasi spesifikasi produk secara utuh sesuai dengan kebutuhan teknologi mesin kendaraan masing-masing, alih-alih terjebak oleh taktik pemasaran yang hanya menonjolkan angka TBN tinggi demi mengejar kesan oli premium.
Baca Juga: Awas! Mesin TGDI Bisa Hancur Seketika Karena LSPI, Ini Cara Tepat Mengatasinya
“Konsumen harus mulai cerdas melihat Technical Data Sheet (TDS) yang lengkap serta persetujuan resmi dari pabrikan kendaraan (OEM), bukan sekadar angka-angka di atas kertas yang sengaja ditonjolkan untuk kebutuhan pemasaran,” tegasnya.
“Wealthy Group berkomitmen untuk terus menyajikan produk pelumas berkualitas yang berbasis pada kejujuran formulasi. Kami selalu menekankan bahwa pelumas yang baik adalah pelumas yang formulasinya seimbang secara menyeluruh,” pungkas Arief.











