MobilKomersial.com — Volvo Trucks baru saja mengumumkan langkah ambisius dengan menyuntikkan investasi senilai miliaran SEK (Kronor Swedia) untuk mengembangkan teknologi transportasi masa depan.
Melansir keterangan resminya pada Rabu (13/5/2026), investasi masif ini dirancang untuk memperkuat posisi global perusahaan sekaligus memastikan target emisi nol bersih (net-zero emissions) tercapai sepenuhnya pada tahun 2040 mendatang.
Baca Juga: Ini Fakta Mengapa Biodiesel Indonesia Disebut Tak Seaman B100 Brasil Yang Sudah Ultra-Low Sulfur
Raksasa otomotif asal Swedia ini tidak hanya bertaruh pada satu teknologi. Mereka memperkenalkan platform mesin pembakaran internal (ICE) terbaru yang sangat efisien dan mampu menggunakan berbagai jenis bahan bakar terbarukan.
Di saat yang sama, Volvo juga meluncurkan lini truk listrik generasi kedua yang mampu menempuh jarak hingga 700 km sekali cas. Strategi ini diambil untuk menjawab tantangan logistik global yang memiliki infrastruktur bahan bakar sangat beragam di setiap wilayah.

“Ini adalah peluncuran yang sangat krusial karena dekarbonisasi industri transportasi perlu dipercepat. Teknologi baru yang kami luncurkan sekarang akan menawarkan yang terbaik dari dua dunia bagi perusahaan transportasi,” ujar Roger Alm, Presiden Volvo Trucks.
Evolusi Mesin Pembakaran: Lebih Bersih dan Adaptif
Meski dunia sedang bergerak menuju elektrifikasi, Volvo menyadari bahwa mesin pembakaran tetap memegang peranan vital untuk segmen tertentu. Oleh karena itu, mereka meluncurkan platform mesin 13 liter baru.
Baca Juga: Seluruh Lini Truk Volvo Kini Kantongi Predikat Keamanan Tertinggi Euro NCAP
Mesin tersebut dirancang untuk penggunaan diesel konvensional maupun gas. Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitasnya; mesin ini sejak awal sudah siap menggunakan bahan bakar terbarukan seperti biodiesel dan biogas.
Langkah berikutnya yang lebih progresif adalah pengujian mesin pembakaran berbasis hidrogen. Volvo telah mulai menguji truk berbahan bakar hidrogen ini di jalan raya umum dan menargetkan peluncuran komersial sebelum tahun 2030.
Penggunaan satu platform mesin untuk berbagai jenis bahan bakar ini memberikan keunggulan berupa sinergi produksi yang besar, sehingga biaya operasional dapat ditekan lebih efisien bagi para pengusaha logistik.
Baca Juga: Jarak Tempuh Truk Listrik Volvo FH Aero Electric Kini Melebihi Jakarta-Surabaya Sekali Cas!
“Truk listrik generasi kedua kami mampu menggantikan truk diesel tradisional dalam banyak kasus. Namun, di wilayah dan segmen transportasi tertentu, kami tetap membutuhkan mesin pembakaran untuk mengurangi emisi CO2 sekarang dan di masa depan,” terang Roger.
Hingga saat ini, Volvo telah memasarkan 8 model truk listrik dan berhasil menjual lebih dari 6.000 unit di lebih dari 50 negara. Dengan portofolio yang semakin luas, Volvo berharap lebih banyak operator transportasi yang beralih dari bahan bakar fosil ke tenaga listrik murni.

Bahkan, terobosan terbaru mereka adalah model truk listrik heavy-duty dengan daya jangkau mencapai 700 km, memungkinkan truk listrik digunakan untuk rute antar kota yang lebih jauh tanpa sering berhenti untuk pengisian daya.
Strategi Tiga Jalur Menuju Dekarbonisasi
Visi Volvo Trucks untuk mencapai emisi nol pada 2040 bersandar pada strategi ‘Three Paths’ atau ‘tiga jalur’. Jalur pertama adalah melalui kendaraan elektrik berbasis baterai dan jalur kedua menggunakan sel bahan bakar elektrik (fuel cell).
Baca Juga: Sanggup Tarik Muatan 325 Ton! Ini Rahasia Teknologi I-Shift Crawler Gears Pada Truk Volvo
Sementara, jalur ketiga adalah tetap mengoptimalkan mesin pembakaran namun beralih total ke bahan bakar hijau seperti hidrogen hijau, biogas (bio-LNG), biodiesel, dan HVO (hydrotreated vegetable oil).
Rencananya, unit truk listrik baru ini akan mulai diproduksi secara bertahap mulai tahun 2026. Sementara itu, mesin pembakaran generasi terbaru akan diproduksi di Skövde, Swedia, dengan penjualan yang dijadwalkan mulai dibuka pada kuartal ketiga tahun 2026.











