MobilKomersial.com — Scania, bekerja sama dengan pemasok beton terbesar Denmark, Unicon, dan pakar alat berat Liebherr-Mischtechnik, resmi mengoperasikan solusi truk mixer beton bertenaga listrik sepenuhnya untuk penggunaan operasional harian.
Langkah ini menandai berakhirnya era proyek percontohan berskala kecil dan dimulainya implementasi nyata logistik konstruksi tanpa emisi.
Baca Juga: Scania Hidupkan Lagi Varian Longline, Tinggi Kabin Interior Capai 2 Meter!
Pengangkutan beton selama ini dikenal sebagai salah satu sektor transportasi paling berat untuk dielektrifikasi karena membutuhkan energi yang sangat besar, tidak hanya untuk menggerakkan kendaraan, tetapi juga untuk memutar tabung mixer secara terus-menerus.
Inti dari kecanggihan unit ini terletak pada integrasi sistem baterai yang masif dengan kapasitas mencapai 400 kWh. Energi sebesar ini dirancang khusus untuk menempuh rute distribusi beton tipikal dengan jarak operasional sekitar 200 km.

Angka ini dicapai melalui simulasi rute yang presisi dan pemodelan energi yang memastikan truk tetap efisien meski harus menghadapi kemacetan perkotaan maupun kondisi off-road di lokasi pembangunan atau konstruksi.
“Proyek ini membuktikan bahwa elektrifikasi tidak terbatas pada aplikasi standar saja. Teknologi ini bisa diterapkan di sektor yang paling membutuhkan perubahan,” ujar Tobias Ejderhamn, Global Manager Transformation & New Business Scania, Jumat (8/5/2026).
Salah satu komponen teknis paling krusial adalah sistem Electric Power Take-Off (ePTO) yang terintegrasi. Jika pada truk konvensional putaran drum mixer mengambil tenaga dari mesin diesel, unit Scania ini, drum mixer digerakkan langsung oleh sistem baterai utama.
Baca Juga: Mesin Super 11 Scania Dapat Pembaruan, Diklaim Kuat Jalan Hingga 2 Juta Km!
Hal ini menciptakan ekosistem energi yang bersih, menghilangkan polusi udara dan kebisingan secara total di lingkungan proyek yang padat. Pengembangan truk ini memakan waktu 3 tahun untuk memastikan ketangguhannya dalam menghadapi realitas lapangan.
Fokus utamanya adalah pada kemampuan operasional tanpa henti, di mana tabung beton harus tetap berputar tanpa menghabiskan cadangan daya yang dibutuhkan untuk perjalanan pulang-pergi ke pabrik semen.
“Ini bukan sekadar pilot project, melainkan solusi yang dirancang untuk operasional harian dan skala masa depan untuk memangkas emisi logistik konstruksi,” tegas Christian Elleby, Direktur Supply Chain & Procurement Unicon.
Baca Juga: Scania L-Series Raih Bintang 5 Euro NCAP, Tegaskan Dominasi Keselamatan Truk Dunia
Unicon sendiri tidak berhenti pada satu unit saja. Perusahaan telah memesan 10 unit tambahan yang akan mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan demi mencapai target ambisius yakni transportasi beton bebas emisi sepenuhnya pada tahun 2035.
Kehadiran truk mixer listrik ini memberikan dampak ganda bagi kawasan perkotaan. Selain menekan jejak karbon dari bahan bangunan yang padat energi, teknologi ini juga secara drastis memperbaiki kondisi kerja bagi para buruh konstruksi.
Melalui pendekatan sistematis yang mengoptimalkan kendaraan, aplikasi beban, dan penggunaan energi secara bersamaan, Scania dan para mitranya membuktikan bahwa tantangan dekarbonisasi di sektor terberat kini sudah memiliki jawaban yang siap pakai.











