MobilKomersial.com — Setelah sukses dengan mesin 13 liter, Scania kini memperluas jajaran produknya dengan memperkenalkan mesin Super 11 sebagai alternatif strategis bagi operator yang membutuhkan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi biaya operasional.
Mesin baru ini dirancang sebagai solusi powertrain yang efisien untuk berbagai kebutuhan operasional, mulai dari transportasi bus dalam kota hingga perjalanan antar kota jarak jauh.
Baca Juga: Ini Spesifikasi Mesin Diesel V8 Truk Scania Yang Legendaris
Secara teknis, Super 11 menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, mesin 9 liter. Scania mengklaim bahwa dalam banyak kondisi operasional, penghematan bahan bakar dapat mencapai 10% dibandingkan model mesin sebelumnya.
Salah satu inovasi teknis yang menjadi sorotan adalah teknologi Variable Valve Braking atau VVB. Teknologi ini menggabungkan sistem rem pelepas kompresi yang diadaptasi dari mesin 13 liter terbaru dengan teknologi cam phaser khusus pada Super 11.

Sinergi ini menghasilkan daya pengereman yang sangat kuat hingga mencapai 350 kilowatt. Bergantung pada kondisi rute yang dihadapi, efektivitas VVB bahkan dapat menggantikan peran retarder konvensional.
Hal tersebut tidak hanya memberikan tingkat keselamatan yang lebih mumpuni, tetapi juga memberikan keuntungan ganda bagi operator, yakni pengurangan bobot kendaraan hingga 80 kg dan proses pengereman yang lebih senyap serta terkontrol.
Daya tahan juga menjadi keunggulan utama, di mana masa pakai mesin kini diproyeksikan mampu mencapai 2 juta km. Angka ini menunjukkan peningkatan durabilitas sebesar 25% dibandingkan generasi sebelumnya.
Dari sisi perawatan, Scania merancang ulang tata letak komponen agar lebih memudahkan teknisi. Filter oli dan filter bahan bakar kini diposisikan berdampingan di sisi dingin mesin, berbeda dengan posisi sebelumnya yang berada di sisi panas.

Baca Juga: Taklukkan Tambang Ekstrem, Scania Luncurkan ‘Sleipner’, Truk Listrik 8×4 Pertama di Dunia
Perubahan ini memungkinkan proses penggantian komponen dilakukan tanpa harus menunggu mesin dingin, sehingga waktu henti kendaraan di bengkel dapat dipangkas secara signifikan.
Melihat spesifikasi detailnya, mesin 11 liter ini merupakan mesin diesel 6-silinder segaris berkapasitas 11.000 cc yang hadir dengan pilihan tenaga yang mencakup 350, 390, hingga 430 dk tergantung kebutuhan pelanggan.
Untuk pilihan entry level, mesin Super 11 dapat menghasilkan tenaga 350 dk di kisaran 1.000 rpm dan torsi 1.800 Nm di putaran 1.800 Nm. Untuk tenaga tertingginya 430 dk dapat ditempuh di kisaran 900-1.000 rpm dengan torsi 2.100 di putaran 1.800 rpm.
Mesin dengan diameter piston 122 milimeter dan jarak langkah 154 milimeter ini diklaim mampu menangani beban kerja yang biasanya memerlukan mesin 13 liter, namun dengan bobot yang lebih ringan dan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.
Baca Juga: Mengenal Teknologi Transmisi Opticruise Pada Truk dan Bus Scania

Mesin ini menggunakan sistem kontrol mesin Scania EMS yang canggih serta sistem injeksi bahan bakar XPI. Untuk menekan emisi, Scania menyematkan sistem pengolahan gas buang Selective Catalytic Reduction (SCR) ganda yang kompatibel dengan standar Euro 6.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan, mesin ini juga telah dirancang agar sepenuhnya kompatibel dengan bahan bakar terbarukan seperti Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dan biodiesel (FAME).
Performa mesin ini didukung oleh transmisi terbaru G25CM yang dirancang lebih ringan dan memiliki dimensi fisik lebih pendek. Berkat rekayasa yang presisi, transmisi ini memiliki ruang tambahan yang memungkinkan penggunaan rentang gigi lebih luas.
Hal ini memberikan torsi yang lebih baik saat bus mulai bergerak (start awal) sekaligus memungkinkan mesin bekerja pada putaran rendah (rpm rendah) saat sedang melaju stabil di kecepatan jelajah.

Perpindahan gigi pun kini menjadi lebih cepat dan responsif. Namun, bagi operator bus kota yang sering melakukan pemberhentian jarak pendek, Scania juga menyediakan opsi transmisi ZF EcoLife 2 yang sangat sesuai untuk kondisi lalu lintas padat.
Di sektor penggerak roda, Scania memperkenalkan dua opsi as roda belakang terbaru, yakni R716 yang dirancang khusus untuk meminimalkan kebisingan dan konsumsi bahan bakar, serta R756 untuk kebutuhan beban lalu lintas yang lebih berat.
Baca Juga: Daftar Truk Terbaik Euro NCAP 2026, Scania L-Series Jadi yang Teraman di Dunia?
Kedua as roda ini didukung oleh pilihan tag axle terbaru, A461 (tipe statis) dan AM461 (tipe kemudi), yang dirancang untuk memperpanjang masa operasional kendaraan melalui rasio gigi yang lebih cepat.
Dengan perpaduan mesin yang kuat, transmisi responsif, dan as roda yang efisien, Scania Super 11 menjadi solusi teknis yang komprehensif untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam transportasi publik.











