MobilKomersial.com — Kemitraan strategis antara Scania dan perusahaan pertambangan Swedia, LKAB, semakin mendalam dalam upaya untuk terus mendorong elektrifikasi transportasi pertambangan.
Kolaborasi ini mencapai tonggak sejarah baru dengan peluncuran operasi truk tipper listrik 8×4 tugas berat yang sepenuhnya baru di tambang LKAB di Malmberget.
Kendaraan inovatif ini, yang merupakan tipe pertamanya dari Scania di seluruh dunia dengan dua gandar depan yang dapat dikemudikan, menandai pergeseran signifikan menuju operasi pertambangan bebas fosil.
Baca Juga: Volvo Rilis Varian Baru Truk Listrik FL Electric 14-Ton dengan Jarak Tempuh 200 Km
Dijuluki “Sleipner” (nama yang diambil dari kuda legendaris berkaki delapan milik Odin dalam mitologi Nordik) kendaraan ini melambangkan kekuatan, inovasi, dan keandalan yang ekstrem untuk menaklukan berbagai kondisi medan.
Pengembangan Sleipner didasarkan pada platform listrik modular Scania, memberinya kemampuan luar biasa untuk membawa muatan berat dan menawarkan stabilitas yang tak tertandingi di medan tambang yang menantang.

Dengan dua gandar depan yang dapat dikemudikan, truk ini memberikan jawaban yang kokoh untuk tantangan kompleks membawa beban berat dan bermanuver di jalan tambang yang ekstrem sekalipun.
Mengingat LKAB mengangkut lebih dari 5 juta ton batuan limbah setiap tahun, potensi penghematan CO2 yang akan dihasilkan oleh solusi praktis Scania ini bagi pelanggan dengan ambisi tinggi seperti LKAB sangatlah besar.
“Jika Sleipner berkinerja sesuai harapan, kami akan memiliki solusi yang sepenuhnya bebas fosil untuk mengangkut batuan limbah dalam operasi pertambangan yang sangat menuntut,” ucap Peter Gustavsson, Manajer Proyek LKAB, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga: Kia PV5 Cargo Raih Bintang Lima Euro NCAP 2025, Standar Baru Keamanan Mobilitas Niaga Eropa
Truk Sleipner ini dirancang khusus untuk segmen utilitas dan pertambangan. Misi utamanya adalah mengangkut batuan limbah dari stasiun pemuatan chute ke lokasi penimbunan kembali di Tingvallskulle.
Rute tersebut diklaim menempuh jarak sekitar 5 kilometer dengan ketinggian yang menanjak hingga 250 meter. Dalam kondisi penuh, truk ini memiliki berat total 60 ton, di mana 38 ton di antaranya adalah muatan (payload).

Ditenagai oleh dua paket baterai MP20 dengan total kapasitas terpasang 416 kWh dan motor listrik EM C 1-4 berkekuatan 400 kW, Sleipner sepenuhnya menggantikan truk padanannya yang berbahan bakar internal-combustion.
Kendaraan 8×4 baru ini dikembangkan berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari truk tipper listrik 6×4 Scania sebelumnya, yang telah beroperasi dengan sukses di Malmberget sejak tahun 2022 lalu.
Kemitraan seperti ini, yang melibatkan pelanggan yang bersedia mencoba solusi inovatif seperti LKAB, sangat penting. Mereka bekerja erat dengan Scania untuk menguji dan menyempurnakan solusi elektrifikasi baru dalam kondisi nyata.
Baca Juga: Diproduksi Lokal oleh PT MAB, Mobil Listrik Bertenaga Surya Pertama Indonesia Segera Mengaspal
Tony Sandberg, Kepala Mitra Pilot Scania, menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk membuktikan bahwa teknologi listrik Scania yang telah teruji kini mampu memenuhi tuntutan ekstrem dari aplikasi pertambangan tugas berat.
“Setiap truk baru yang kami operasikan membantu kami dan pelanggan kami memahami cara meningkatkan elektrifikasi di lingkungan yang paling sulit. Kendaraan ini hanyalah awal dari banyak lagi solusi pertambangan yang akan datang,” pungkasnya.











