MobilKomersial.com — Industri kendaraan listrik (EV) Indonesia memasuki babak baru yang menjanjikan dengan ditandatanganinya kerjasama strategis antara PT Mobil Anak Bangsa (MAB), Solarky Mobility Technologies (HK) Ltd, dan PT Fortuna Ventura Investindo.
Kemitraan ambisius ini tidak hanya memperkuat ekosistem EV nasional tetapi juga bersiap untuk meluncurkan inovasi yang diklaim sebagai terobosan global, kendaraan listrik yang sebagian tenaganya bersumber langsung dari panel surya dan akan diproduksi di Indonesia.
Baca Juga: Beroperasi Di IKN, Intip Spesifikasi Truk Listrik MT 8 NF Milik PT MAB
Dalam struktur kerja sama yang disepakati, PT MAB akan menjadi ujung tombak dalam proses perakitan dan produksi kendaraan listrik tersebut dengan skema Incompletely Knock Down (IKD) di fasilitas pabrik PT MAB di Jawa Tengah.
Sementara itu, Solarky Mobility Technologies akan menyuplai teknologi dan komponen utama, termasuk sistem tenaga surya yang unik. Sedangkan, PT Fortuna Ventura Investindo akan mengemban peran sebagai distributor eksklusif untuk pemasaran dan penjualan.

Founder PT MAB, Jenderal (Purn.) Moeldoko menekankan bahwa kemitraan strategis ini merupakan langkah penting untuk menghadirkan inovasi yang relevan, khususnya bagi pasar EV di Indonesia yang kian semakin bertumbuh signifikan.
“Kita akan meng-assembly dan memproduksi dengan menggunakan teknologi dari Solarky. Kendaraan ini agak unik karena menggunakan solar. Mungkin baru pertama kali di dunia yang menggunakan panel surya,” ucapnya di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Sebagai bagian dari perjanjian, MAB akan mengelola seluruh proses manufaktur, homologasi kendaraan, mencakup standar kualitas, proses uji ketat, mekanisme garansi untuk memastikan tiap unit memenuhi standar keselamatan dan performa yang ditetapkan.
Baca Juga: Canggihnya Sasis Truk Listrik MGT-NF8T Milik PT MAB, Layaknya Truk Premium
Mengenai komitmen pasar, PT Fortuna Ventura Investindo berkomitmen melakukan pembelian awal sebanyak 2.000 unit pada tahun pertama. Volume ini ditargetkan akan terus meningkat bahkan hingga lebih dari 10.000 unit per tahun seiring pertumbuhan pasar.
Moeldoko berharap kerjasama ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan EV di Asia, sekaligus mencerminkan komitmen MAB dalam menghadirkan solusi mobilitas modern yang berkualitas, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini secara keseluruhan menjadi momentum penting yang tidak hanya memperkuat masa depan EV Indonesia, tetapi juga membawa Tanah Air selangkah lebih maju menuju transportasi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan,” pungkasnya.

Adapun, mobil perdana yang akan dihasilkan atas kolaborasi ini adalah Sun V, salah satu produk dari Solarky. Berbeda dari mobil listrik lainnya, Solarky Sun V membawa Inovasi besar yang terletak pada kemampuan panel surya untuk mengisi baterai secara langsung.
Teknologi ini memungkinkan kendaraan menempuh jarak sekitar 200 km tanpa perlu mengisi daya melalui charger eksternal. Apabila melebihi jarak tersebut, pengemudi masih memiliki fleksibilitas untuk memilih antara sumber tenaga surya atau plug-in charging.
Baca Juga: Gandeng Safast, PT MAB Bakal Produksi 9.000 Unit Truk Listrik Mini
Dalam situs resminya, Sun V memiliki ukuran panjang 3.150 mm, lebar 1.490 mm, serta tinggi 1.700 mm. Berdasarkan dimensi tersebut, Sun V dapat bersaing langsung dengan VinFast VF 3, Wuling Air ev, hingga Seres E1 yang lebih dulu eksis di Indonesia.
Meskipun membawa teknologi mutakhir, harga menjadi fokus utama. Pihak Solarky menargetkan kendaraan listrik surya ini akan dibanderol dibawah Rp 150 juta, menjadikannya salah satu EV paling terjangkau di kelasnya.











