MobilKomersial.com — Kehadiran Wuling Eksion di pasar otomotif tanah air memang membawa angin segar sekaligus guncangan hebat akan bertambahnya pilihan kendaraan ramah lingkungan yang dipasarkan dengan harga yang cukup terjangkau.
Dengan bekal teknologi mutakhir yang menawarkan opsi powertrain elektrik murni (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Eksion seolah menjadi standar baru kemewahan masa depan yang dipasarkan mulai dari Rp 389 jutaan.
Baca Juga: Wuling Eksion Buka Harga Mulai Rp 389 Jutaan, Siap Dominasi Pasar SUV Listrik Tanah Air
Namun, di tengah gegap gempita teknologi baru tersebut, muncul pertanyaan besar mengenai nasib sang pionir, Wuling Almaz. Apakah SUV yang telah menjadi wajah Wuling selama bertahun-tahun ini akan segera menepi?
Menanggapi spekulasi tersebut, Ricky Christian selaku Marketing Director Wuling Motors menegaskan bahwa Almaz masih memegang peranan krusial dalam hierarki produk mereka di pasar SUV Indonesia.

Menurutnya, loyalitas konsumen terhadap Almaz bukan sekadar masalah nostalgia, melainkan pengakuan atas ketangguhan dan fungsionalitas yang sudah teruji sejak pertama kali menyapa publik pada tahun 2019.
“Almaz tetap menjadi pilar kekuatan SUV Wuling yang memiliki pangsa pasar tersendiri, bahkan di tengah gempuran model-model baru yang lebih futuristik,” ungkapnya di sela peluncuran resmi Wuling Eksion di Jakarta, Rabu (22/4/2026) beberapa waktu lalu..
Ricky Christian memberikan pandangannya terkait posisi Almaz saat ini. Ia menyatakan bahwa meski tren teknologi terus berkembang cepat, Almaz memiliki karakteristik yang sangat melekat di hati masyarakat.
Ia menyebut, di berbagai daerah, termasuk di Jakarta yang sangat kompetitif, minat terhadap Almaz masih sangat stabil karena mobil ini dianggap mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian dengan gaya yang tetap relevan.

Baca Juga: Kata Konsumen Wuling Almaz RS Pro Hybrid, Tawarkan Tenaga Melimpah Namun Tetap Irit Bahan Bakar
“Almaz adalah DNA SUV kami di Indonesia. Sejak peluncurannya di 2019 hingga detik ini, denyut pemesanannya tidak pernah berhenti. Bagi kami, Almaz bukan sekadar unit jualan, melainkan simbol kepercayaan,” terangnya.
“Di berbagai daerah, bahkan di kota metropolitan seperti Jakarta yang sangat dinamis, Almaz tetap menjadi idaman bagi konsumen yang menginginkan SUV tangguh dengan fitur cerdas yang sudah terbukti kualitasnya,” pungkas Ricky.
Ketangguhan Almaz di pasar otomotif nasional bukan sekadar klaim sepihak, melainkan didukung oleh data nyata yang membuktikan bahwa pesona SUV ini belum pudar meski saudara mudanya, Eksion, mulai mencuri perhatian.
Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun 2025 yang lalu, Wuling Almaz berhasil membukukan angka wholesales yang mencapai sekitar 240 unit.

Bahkan, tren positif tersebut pun berlanjut memasuki tahun 2026. Pada periode kuartal pertama, tepatnya sejak Januari hingga Maret, Almaz masih konsisten mencatatkan distribusi wholesales sebanyak 33 unit.
Fenomena menarik lainnya muncul dari pergeseran preferensi konsumen di dalam lini Almaz itu sendiri. Dari total angka penjualan yang diraih, varian Almaz Hybrid justru muncul sebagai primadona yang mendominasi pemesanan.
Baca Juga: Beda Karakter, Segini Estimasi Biaya Perawatan Wuling Eksion Varian EV dan PHEV
Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Almaz saat ini adalah kelompok yang sangat melek teknologi dan mulai beralih ke solusi mobilitas ramah lingkungan tanpa harus kehilangan identitas SUV yang gagah.
Dengan demikian, kehadiran Eksion justru dianggap sebagai pelengkap portofolio teknologi Wuling, sementara Almaz tetap berdiri tegak sebagai simbol kepercayaan konsumen yang telah terbangun selama bertahun-tahun.











