MobilKomersial.com — Pasca peluncuran megah Wuling Eksion, pabrikan asal Tiongkok ini langsung tancap gas untuk membuktikan bahwa memiliki kendaraan elektrifikasi tidaklah serumit yang dibayangkan.
Wuling Motors secara resmi memperkenalkan paket purna jual komprehensif yang dirancang khusus untuk menghapus kecemasan konsumen terhadap teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Electric Vehicle (EV).
Baca Juga: Wuling Eksion Buka Harga Mulai Rp 389 Jutaan, Siap Dominasi Pasar SUV Listrik Tanah Air
Maulana Hakim, Aftersales Director Wuling Motors, menekankan bahwa kenyamanan konsumen adalah prioritas mutlak setelah transaksi selesai. Baginya, menghadirkan produk berkualitas saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan proteksi jangka panjang yang kuat.
“Melalui layanan purna jual ini, kami ingin menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang nyaman dan bebas khawatir bagi konsumen,” ungkapnnya kepada MobilKomersial.com, Rabu (22/4/2026) kemarin.

“Dengan kehadiran Eksion, Wuling turut memberikan perlindungan menyeluruh mulai dari garansi umum hingga lifetime warranty untuk komponen utama EV dan PHEV, serta dukungan customer assistance,” sambungnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui garansi kendaraan standar yang mencapai 6 tahun atau 150.000 kilometer. Namun, daya tarik utamanya terletak pada Lifetime Core Component Warranty.
Wuling berani memberikan garansi seumur hidup untuk tiga komponen vital, yakni Power Battery sebagai jantung energi, Drive Motor yang menggerakkan roda, serta Motor Controller Unit (MCU) yang mengelola arus listrik.
Baca Juga: First Drive Wuling Eksion, Fiturnya Melimpah!
Proteksi tanpa batas waktu ini berlaku bagi tangan pertama dengan pemakaian pribadi dan rutin melakukan perawatan di bengkel resmi. Bicara tentang perawatan, Wuling membedakan skema servis antara varian EV dan PHEV karena perbedaan karakteristik.
Untuk Eksion EV, sistemnya jauh lebih ringkas dengan fokus pada penggantian reducer oil, filter AC, coolant, dan minyak rem setiap 5.000 km. Hal ini berdampak pada total biaya servis yang hanya menyentuh angka Rp 3,3 jutaan dalam pemakaian hingga 5,5 tahun.

Di sisi lain, varian PHEV yang menggabungkan mesin ICE dengan sistem elektrik memerlukan perhatian lebih. Interval servisnya ditetapkan setiap 7.500 km dengan cakupan komponen yang lebih luas, mulai dari oli mesin dan busi hingga filter karbon.
Meski varian Eskion PHEV jauh lebih kompleks, estimasi biaya perawatannya diklaim tetap kompetitif, yakni sekitar Rp 14,2 jutaan untuk jangka waktu 5,5 tahun atau penggunaan hingga mencapai 42.500 km.
Baca Juga: Hadirkan Ekosistem EV Terlengkap, Wuling Pimpin Transformasi Energi Otomotif Indonesia
Menyadari bahwa situasi di jalan raya tidak selalu bisa diprediksi, Wuling juga menyiagakan layanan Emergency Roadside Assistance (ERA). Tim darurat ini siaga selama 24 jam penuh untuk membantu konsumen yang mengalami kendala teknis di tengah perjalanan.
Kendati demikian, dengan integrasi teknologi canggih dan jaminan purna jual yang masif, Wuling berusaha memastikan bahwa transisi masyarakat menuju mobilitas ramah lingkungan bersama Eksion berlangsung semulus mungkin.










