MobilKomersial.com — PT Eurokars Motor Indonesia resmi mengoperasikan pabrik perakitan pertamanya di Citeureup, Bogor. Langkah strategis ini menandai era baru Mazda di Tanah Air lewat penguatan produksi lokal berkualifikasi internasional.
Fasilitas seluas 65.000 m2 dengan nilai investasi Rp 400 miliar ini dikhususkan merakit model Mazda CX-30. Kapasitas produksinya ditargetkan mampu menembus angka hingga 10.000 unit per tahun lewat dua shift kerja.
Baca Juga: Sukses Dengan B50, Indonesia Siap Bangun 50 Pabrik Bioetanol dan Mobil Buatan Lokal!
Lini perakitan didesain eksklusif tanpa berbagi jalur dengan merek lain demi menjaga kepatuhan presisi. Sistem Manufacturing Execution System diterapkan penuh guna menjamin keterlacakan digital pada tiap tahap rakit.

Pengujian kualitas dilakukan berlapis, mencakup body setting, tes dinamik di trek khusus, hingga uji kebocoran air. Seluruh parameter dinilai ketat di Audit Room berbasis Mazda Quality Index for Customer (MQIC).
Para teknisi lokal dibekali pelatihan intensif langsung dari tenaga ahli prinsipal Jepang. Mereka menanamkan filosofi Monozukuri dan Takumi Craftsmanship demi menciptakan budaya kerja dengan standar zero defect.
“Peresmian ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas perakitan, tetapi fondasi masa depan kami. Kami ingin tumbuh bersama Indonesia,” ujar Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Selasa (28/7/2026).
Langkah alih teknologi dan kontrol mutu ini juga mendapat pengawasan langsung dari pabrikan pusat. Pendekatan Quality Before Volume menjadi ikrar utama agar aspek keandalan unit tidak terkompromikan oleh target.
“Kami percaya kualitas dibangun manusia dan disempurnakan proses yang disiplin. Unit rakitan lokal harus menghadirkan keahlian terbaik,” kata Toru Nakajima, Senior Executive Officer Mazda Motor Corporation.

Pemerintah pun menyambut positif investasi ini karena dinilai mampu menyerap tenaga kerja serta menguatkan rantai pasok komponen lokal. Pabrik ini diharapkan mendorong kemandirian industri otomotif dalam negeri.
“Kami berharap fasilitas ini memberi nilai tambah ekonomi lewat alih teknologi dan penyerapan tenaga kerja,” ungkap Setia Diarta, Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, di kesempatan yang sama.
Kehadiran pabrik Bogor ini mempertegas komitmen jangka panjang Mazda di pasar domestik. Investasi tersebut sekaligus membuka peluang perluasan basis ekspor kendaraan rakitan Indonesia di masa depan.











