MobilKomersial.com — Pemerintah Kabupaten Tabanan melangkah tegas dalam memodernisasi layanan transportasi sekolah guna menjamin keselamatan para siswa sekolah dasar hingga menengah pertama saat berangkat maupun pulang sekolah.
Ya, sebanyak 244 armada Angkutan Trans Siswa gratis kini resmi terhubung secara digital menggunakan teknologi pemantauan jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI) dari TransTrack.
Baca Juga: TransTrack Dongkrak Produktivitas Armada Hingga 40 Persen, Begini Caranya
Inisiatif strategis ini terintegrasi dalam program Ayo Selamat Sekolah yang digagas Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan bersama Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan.
Pemanfaatan sistem pelacak canggih ini diproyeksikan mampu mengawasi operasional 103 trayek sekolah yang menjangkau 10 kecamatan secara presisi dan real-time langsung dari ruang kendali dinas.
Langkah pengetatan operasional ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka insiden lalu lintas di wilayah Bali. Dimana, BPS Provinsi Bali mencatat 8.498 kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025 dengan korban jiwa mencapai 261 orang.

Baca Juga: Bali Kenalkan ‘Selaride’, Taksi Listrik Canggih Dukungan TransTRACK untuk Mobilitas Berkelanjutan
Apalagi, pihak Kepolisian wilayah Bali (Polda Bali) telah mengkonfirmasi bahwa mayoritas insiden tersebut dipicu oleh faktor kelalaian pengemudi (human error) serta pelanggaran lalu lintas di jalan raya.
Melalui koneksi GPS ke pusat kendali Dinas Perhubungan, pergerakan kendaraan di 103 rute yang tersebar di 10 kecamatan dapat dipantau secara presisi dari jarak jauh mulai dari riwayat perjalanan, kepatuhan rute, hingga keberadaan armada tiap detiknya.
Pengawasan berbasis data akurat ini dirancang untuk mencegah potensi penyimpangan rute, pemotongan trayek, sekaligus mendongkrak transparansi serta profesionalisme layanan bagi siswa SD dan SMP.
“Keselamatan transportasi, khususnya bagi pelajar, merupakan tanggung jawab bersama yang perlu didukung melalui pemanfaatan teknologi,” ungkap Anggia Meisesari selaku Founder & CEO TransTrack.
“Dengan visibilitas armada secara real-time, pengelolaan operasional dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus meningkatkan rasa aman bagi seluruh pemangku kepentingan,” terangnya kepada MobilKomersial.com, Sabtu (27/7/2026) kemarin.
Baca Juga: Dorong Logistik Hijau, Mitsubishi Fuso Hadirkan Skema Sewa eCanter Mulai Rp 35 Juta per Bulan

Penguatan keselamatan armada sekolah ini diimbangi dengan pemeriksaan fisik mendalam. Seluruh 244 sopir angkutan wajib melakoni serangkaian pemeriksaan kesehatan fisik, tes narkoba bersama Badan Narkotika Kabupaten, serta pembekalan disiplin berlalu lintas.
Penerapan teknologi telematika di Tabanan ini diharapkan menjadi percontohan (benchmark) bagi pemerintah daerah lain dalam mentransformasi layanan angkutan umum secara digital.
Selain integrasi GPS dasar, pengembangan teknologi mitigasi armada juga mencakup sistem kecerdasan buatan Driver Monitoring System (DMS) yang mampu mendeteksi potensi kantuk, kelelahan, maupun perilaku terdistraksi pengemudi secara cerdas.
Baca Juga: Teknologi Swap Baterai Truk Listrik Asal China Ditolak Mentah-Mentah di Eropa, Ini Alasannya?
Integrasi pemantauan digital dan kesiapan fisik pengemudi ini diharapkan menjadi standar baru bagi pengawasan transportasi umum anak sekolah di daerah lain. “Data GPS perlu diterjemahkan menjadi langkah pengawasan dan evaluasi yang konkret,” ucap Anggia.
“Tujuan akhirnya adalah membantu pengemudi bekerja dengan lebih disiplin, mendukung pemerintah mengambil keputusan berbasis data, serta memastikan setiap pelajar dapat mencapai tujuannya dengan selamat,” pungkasnya.











