• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Truk

Teknologi Swap Baterai Truk Listrik Asal China Ditolak Mentah-Mentah di Eropa, Ini Alasannya?

M. Bagas Putra by M. Bagas Putra
02/07/2026
in Truk
0
Teknologi Swap Baterai Truk Listrik Asal China Ditolak Mentah-Mentah di Eropa, Ini Alasannya?

Sebuah truk listrik memasuki pusat penukaran baterai CATL/Foto: dok. Octopus Energy

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com — Rencana raksasa baterai asal Tiongkok, CATL, dan mitra lokalnya, Octopus, untuk merevolusi sektor logistik Eropa melalui jaringan fasilitas penukaran baterai (battery-swapping) truk listrik menghadapi tembok besar.

Proyek patungan bernama Swaptopus yang menargetkan pembangunan 30 stasiun penukaran pada 2035 ini memicu penolakan keras dari para produsen truk (OEM) utama Eropa karena dinilai mengancam otonomi teknologi dan kedaulatan industri mereka.

Baca Juga: Geser Baterai ke Bawah Kabin, Truk Listrik Scania Kini Bisa Angkut Muatan Penuh Sejauh 800 Km!

Ego Teknologi dan Ancaman Rahasia Dapur OEM Eropa

Inti dari perlawanan ini berakar pada tingginya ego teknologi yang harus dikorbankan. Agar sistem penukaran baterai Swaptopus dapat berjalan, raksasa otomotif sekelas Volvo, Scania, Mercedes-Benz, MAN, dan DAF dipaksa untuk saling berbagi rahasia dapur. 

Mereka harus menyelaraskan arsitektur baterai, antarmuka perangkat keras, perangkat lunak manajemen baterai (BMS), hingga protokol komunikasi kendaraan lintas merek yang selama ini menjadi senjata kompetitif utama.

Proses penukaran baterai truk ringan di stasiun baterai swap CATL/Foto: dok.CATL

Melansir AutomotiveWorld pada Kamis (2/7/2026), keharusan untuk tunduk pada standarisasi satu arah yang didikte oleh CATL dipandang sebagai bentuk penyerahan kekayaan intelektual secara sukarela yang akan ditolak mati-matian oleh OEM Eropa.

Secara komersial, model penukaran ini juga mengubah lanskap kepemilikan. Operator armada tidak lagi memiliki baterai melainkan menyewanya, yang berarti kendali bisnis dan margin jangka panjang bergeser ke tangan penyedia infrastruktur.

Baca Juga: Bisa Rakit 100 Truk Sehari, MAN Sukses Produksi 1.300 Truk Listrik dalam Waktu Singkat!

Di tengah ketegangan geopolitik yang sedang menyelimuti pasar otomotif global, ketergantungan pada ekosistem yang dikuasai perusahaan Tiongkok dianggap sebagai risiko strategis yang terlalu besar bagi Eropa.

Padahal, CATL diklaim membawa rekam jejak yang solid dari pasar domestiknya. Di Tiongkok, metode penukaran baterai ini telah memangkas downtime setara dengan durasi pengisian solar dan mendongkrak angka adopsi truk energi baru hingga 29% pada 2025.

Angka ini kontras dengan adopsi di Eropa yang masih tertatih di angka 4,4% pada awal 2026. Melalui Octopus, CATL mencoba memanfaatkan jalur logistik lokal dan regulasi Eropa, namun strategi tersebut tetap gagal melunakkan hati para produsen truk regional.

Baca Juga: Selamat Tinggal Lithium! FAW Sukses Uji Truk Listrik Berbaterai Sodium-Ion, Begini Hasilnya

Lompatan Teknologi Pengisian Daya Mandiri Eropa

Penolakan Eropa kian beralasan karena mereka merasa road map elektrifikasi mandiri mereka sudah bekerja dengan sangat baik. Teknologi pengisian daya kabel konvensional mengalami lompatan teknis yang masif.

Renault Trucks, misalnya, membuktikan bahwa jangkauan 660 km pada lini Truk E-Tech T miliknya mampu mengcover hingga 90% misi logistik riil, memanfaatkan jeda istirahat wajib pengemudi selama 45 menit untuk pengisian daya cepat.

Charging Truk Listrik Volvo FH Aero Electric/Foto: dok.Volvo Trucks

Disisi lain, proyek riset Nefton oleh MAN Truck & Bus telah mendemonstrasikan arus pengisian stabil sebesar 3.000-ampere. Teknologi pengisian daya tiga megawatt ini mampu mengembalikan jangkauan berkendara sejauh 400 km hanya dalam waktu 10 menit.

Hal itu menjadi sebuah pencapaian yang secara teori mematahkan argumen efisiensi waktu yang ditawarkan oleh sistem penukaran baterai. Apalagi, kondisi ini diperkuat oleh mulai beroperasinya Standar Pengisian Daya Megawatt (MCS) Uni Eropa.

Baca Juga: MAN Sukses Uji Coba Pengisian Daya Truk Listrik 3.000 Ampere, Cas 15 Menit Bisa Tempuh Jarak 400 Km!

Sistem ini memungkinkan pengisian daya dari 20% ke 80% tuntas dalam waktu 30-40 menit saja. Dengan target pembangunan 1.700 titik pengisian MCS, konsensus industri Eropa sepakat bahwa ekosistem yang ada saat ini sudah sangat mumpuni dan bersifat terbuka.

Pada akhirnya, masa depan Swaptopus bukan lagi soal kecanggihan teknologi, melainkan masalah momentum. CATL dan Octopus datang menawarkan solusi instan untuk sebuah masalah yang menurut produsen truk Eropa sudah berhasil mereka pecahkan sendiri.

Tags: CATLCharging Truk ListrikSwap BateraiSwap Baterai TrukTruk Listrik
Previous Post

Pesanan DFSK E5 Plus Hampir 1.000 Unit, Diperluas Hingga Jakarta Fair 2026

Next Post

Mulai Serius Main EV, Isuzu Resmikan Fasilitas Pengembangan Truk dan Bus Listrik Masa Depan

M. Bagas Putra

M. Bagas Putra

Related Posts

JMS 2025: Isuzu Hadirkan Konsep Modular VCCC Hingga Mesin Multi-Fuel Masa Depan!
Truk

Mulai Serius Main EV, Isuzu Resmikan Fasilitas Pengembangan Truk dan Bus Listrik Masa Depan

02/07/2026
Bersama DB Schenker, Truk Listrik MAN eTrucks Bakal Wara-Wiri Di Eropa Mulai Tahun 2024
Berita

MAN Sukses Uji Coba Pengisian Daya Truk Listrik 3.000 Ampere, Cas 15 Menit Bisa Tempuh Jarak 400 Km!

01/07/2026
Mengenal Lowboy Truck, Penopang Tersembunyi di Balik Proyek Infrastruktur Raksasa
Truk

Mengenal Lowboy Truck, Penopang Tersembunyi di Balik Proyek Infrastruktur Raksasa

30/06/2026
Mengenal Truk Spesialis Inspeksi Jembatan Tol Milik Jasa Marga
Truk

Mengenal Truk Spesialis Inspeksi Jembatan Tol Milik Jasa Marga

29/06/2026
Mengenal Mercedes-Benz Atego Racing Truck, Bisa Melesat 0-100 Kpj Hanya dalam 4 Detik!
Profil

Mengenal Mercedes-Benz Atego Racing Truck, Bisa Melesat 0-100 Kpj Hanya dalam 4 Detik!

27/06/2026
Biodiesel B50 Berlaku Juli 2026, Komatsu dan UT Soroti Rahasia Taktis Agar Mesin Alat Berat Tak Loyo!
Berita

Biodiesel B50 Berlaku Juli 2026, Komatsu dan UT Soroti Rahasia Taktis Agar Mesin Alat Berat Tak Loyo!

26/06/2026
Next Post
JMS 2025: Isuzu Hadirkan Konsep Modular VCCC Hingga Mesin Multi-Fuel Masa Depan!

Mulai Serius Main EV, Isuzu Resmikan Fasilitas Pengembangan Truk dan Bus Listrik Masa Depan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com