MobilKomersial.com — FAW Jiefang, divisi truk kelas berat di bawah payung FAW, dilaporkan sukses merampungkan seluruh rangkaian uji coba operasional untuk truk monster mereka yang ditenagai oleh teknologi baterai natrium-ion (sodium-ion).
Pengujian ekstrem ini digadang-gadang menjadi jawaban atas momok menakutkan bagi kendaraan listrik selama ini, yaitu penurunan performa baterai saat cuaca membeku serta durasi pengisian daya yang lambat.
Baca Juga: Profil Sany Electric Light Truck, Punya Opsi Setir Kanan dan Kiri
Dilansir dari CarNewsChina pada Selasa (23/6/2026), proyek ambisius ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara FAW Jiefang dengan HiNa Battery, sebuah perusahaan yang getol mengembangkan inovasi berbasis natrium.
Uji jalan yang berlangsung selama hampir tujuh bulan itu menggunakan truk listrik model FAW J6P Electric yang dijejali paket baterai sodium-ion berkapasitas 339 kWh dan berhasil melahap jarak hingga lebih dari 15.000 km di berbagai medan tanpa kendala berarti.

Satu hal yang paling mencuri perhatian adalah ketangguhan baterai ini di wilayah bermigrasi suhu ekstrem. Ketika diuji dalam pelukan suhu super dingin mencapai minus 40℃, baterai sodium-ion ini masih mampu mempertahankan kapasitas pakainya di atas 90%.
Karakteristik ini menjadi angin segar sekaligus solusi konkret bagi jalur logistik di wilayah dataran tinggi seperti wilayah Timur Laut dan Barat Laut Tiongkok, di mana baterai lithium konvensional biasanya langsung ‘loyo’ dan kehilangan daya drastis.
Tak hanya menang melawan udara beku, efisiensi operasional truk ini juga melompat jauh. Truk listrik jumbo ini hanya membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 25 menit saja untuk mengisi daya baterai dari posisi kosong hingga penuh.
Kemampuan pengisian kilat ini tentu sangat krusial bagi dunia logistik yang mengejar perputaran waktu cepat. Dari sisi durabilitas materi pembawa arus listriknya, baterai ini sanggup bertahan hingga lebih dari 8.000 siklus pengisian daya dalam mode fast-charging.

Langkah berani FAW Jiefang dan HiNa Battery ini sejalan dengan peta jalan raksasa yang tengah disusun oleh pemerintah Tiongkok yang tengah rencana untuk mengimplementasikan sekaligus mendongkrak populasi truk berat berenergi baru.
Targetnya pun tidak main-main. Pada tahun 2030 nanti, tingkat penetrasi pasar untuk truk ramah lingkungan di Tiongkok dipatok harus menyentuh angka 40%, dengan populasi armada di jalanan melampaui 1,6 juta unit.
Baca Juga: Tembus Batas 16 Ton, MAN eTGM L32A-XS Electric Jadi Truk Tangga Damkar Teringan di Dunia!
Di balik kesuksesan uji coba ini, HiNa Battery memang bukan pemain sembarangan dalam peta teknologi dunia. Rumus kimia dan rekayasa manufaktur spesialis sodium-ion ini berhasil menghasilkan densitas energi sebesar 155 hingga 165 Wh/kg.
Dengan spesifikasi teknis tersebut, inovasi ini diproyeksikan tidak hanya berhenti pada truk logistik saja, melainkan siap merambah ke sistem penyimpanan energi skala besar, kendaraan listrik berkecepatan rendah, hingga sistem keamanan terintegrasi.











