Mobilkomersial.com — Di tengah lonjakan biaya operasional global dan desakan regulasi dekarbonisasi yang kian ketat, pabrikan otomotif asal Prancis, Renault Trucks, meluncurkan pembaruan masif untuk model tahun 2027 mereka.
Mengincar efisiensi operasional instan bagi para pengusaha logistik, pabrikan di bawah naungan Volvo Group ini merombak total sektor dapur pacu pada jajaran truk seri T, T High, C, dan K.
Baca Juga: Profil Renault K Series, Truk Prancis yang Anti-Ribet!
Melalui integrasi mesin diesel DE13 R terbaru dan transmisi Optidriver generasi teranyar, powertrain ini diklaim mampu memangkas konsumsi bahan bakar sekaligus emisi CO2 hingga 4% dibandingkan dengan suksesornya.
Langkah ini menegaskan strategi ganda Renault Trucks dalam menghadapi transisi energi, di mana optimalisasi mesin pembakaran internal tetap berjalan beriringan dengan elektrifikasi armada.

“Dekarbonisasi transportasi darat bertumpu pada beberapa tuas yang saling melengkapi,” ungkap Antoine Duclaux selaku Presiden Renault Trucks, mengutip keterangan resminya, Sabtu (6/6/2026).
“Di samping akselerasi pengembangan lini kendaraan listrik kami, kami terus meningkatkan efisiensi energi pada kendaraan bermesin pembakaran, guna membantu pelanggan menekan konsumsi bahan bakar,” tegasnya.
Secara teknis, mesin DE13 R yang menjadi jantung mekanis baru ini menawarkan output daya hingga 540 dk dengan semburan torsi puncak mencapai 2.800 Nm, menjadikannya salah satu yang tertinggi di kelasnya saat ini.
Untuk mengejar durabilitas jangka panjang dan ketahanan struktural yang lebih baik, Renault Trucks memanfaatkan material mutakhir berupa high strength grey iron serta compacted graphite iron.

Blok mesin yang kokoh ini didesain agar mampu menahan tekanan silinder maksimum yang kini ditingkatkan hingga menyentuh angka 250 bar. Penyaluran tenaga ke roda belakang pun kini diatur oleh sistem transmisi Optidriver generasi terbaru.
Dengan kombinasi tersebut, efisiensi pembakaran diklaim kian presisi berkat adopsi sistem suplai bahan bakar baru yang mengandalkan pompa tekanan tinggi eksternal guna meminimalkan kerugian energi.
Berbekal perangkat lunak pengendali kemudi (steering software) mutakhir serta strategi perpindahan gigi yang dioptimalkan, transmisi ini mampu memindahkan rasio gigi 20% lebih cepat dan jauh lebih halus dibandingkan teknologi terdahulu.
Baca Juga: Bedah Spesifikasi Renault C460 Hybrid, Truk Monster 1.100 Dk yang Mengguncang Reli Dakar 2026
Lebih dari itu, pengendalian di medan berat pun disokong oleh peranti rem mesin Optibrake+ yang lebih bertenaga sebagai standar bawaan untuk menjamin stabilitas berkendara di area perbukitan.
Tidak hanya mengandalkan pembaruan mekanis, efisiensi bahan bakar pada truk ini didukung penuh oleh kecerdasan buatan dan manajemen prediktif yang mampu meningkatkan faktor keamanan, kenyamanan dan tentunya juga keselamatan.
Ya, Renault Trucks menanamkan fitur predictive cruise control bertajuk Optivision+ yang memanfaatkan data topografi digital serta pembacaan rambu lalu lintas untuk menyesuaikan akselerasi, momentum perpindahan gigi, dan kecepatan kendaraan secara otomatis.

Sistem tersebut terintegrasi langsung dengan fitur Predictive Engine Stop Start, yang secara cerdas mematikan mesin saat truk mendeteksi kondisi freewheeling atau meluncur bebas (Optiroll) yang juga dapat berpengaruh besar pada efisiensi bahan bakar.
Canggihnya lagi, selama fase mesin mati tersebut, fungsi-fungsi krusial kendaraan tetap menyala penuh, dan sistem dapat menghidupkan kembali mesin secara instan begitu pedal gas diinjak, layaknya kendaraan penumpang premium masa kini.
Bagi operator yang mengejar efisiensi mutlak, Renault Trucks menyediakan varian khusus bernama Smart Racer2. Paket ini merangkum seluruh paket aerodinamika bodi yang telah dioptimalkan guna meminimalkan hambatan angin.
Fleksibilitas operasional juga terjaga karena mesin DE13 R ini dirancang kompatibel dengan bahan bakar terbarukan seperti HVO dan B100, sekaligus mengantongi sertifikasi ambang batas kebisingan NNR3 yang membuat kabin terasa jauh lebih senyap.

Kenyamanan pengemudi di balik kemudi turut menjadi fokus perombakan pada model tahun 2027 ini. Selain karakter mesin yang minim getaran, truk-truk heavy-duty ini telah dilengkapi dengan teknologi Smart Steering untuk meningkatkan stabilitas arah berkendara.
Fitur tersebut bekerja bahu-membahu dengan fungsi Driver Assist yang mampu menjaga posisi truk agar tetap berada di tengah lajur jalan sembari menyesuaikan jarak aman berkendara secara otomatis dengan kendaraan di depannya.
Baca Juga: Mengenal MAN HydroDrive, Sistem Penggerak Truk Yang Bisa Berubah Jadi AWD Hanya Memutar Knop!
Melalui penyempurnaan menyeluruh ini, Renault Trucks tidak hanya sekedar meluncurkan pembaruan mekanis, melainkan menghadirkan standar baru bagi industri transportasi jarak jauh dan sektor konstruksi global.
Kombinasi antara ketangguhan mesin DE13 R, kecerdasan sistem prediktif, dan komitmen terhadap kenyamanan membuktikan bahwa efisiensi biaya operasional dan kelestarian lingkungan dapat diwujudkan dalam satu paket teknologi yang siap bergerak di jalanan.










