MobilKomersial.com — Setelah sukses mengaspal di jalur perkotaan padat melalui armada bus listrik dalam kota yang dioperasikan oleh TransJakarta, PT Sinar Armada Globalindo (SAG) kini bersiap melakukan ekspansi besar di industri transportasi tanah air.
Distributor resmi dan mitra layanan purna jual dari pabrikan bus global asal Tiongkok, Golden Dragon ini mengungkapkan kesiapannya untuk mendobrak pasar bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di ajang Busworld 2026 pada 20-22 Mei 2026 kemarin.
Baca Juga: SAG Max EV Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Solusi Travel Premium Bebas Emisi
Mereka memastikan akan menghadirkan bus listrik yang dirancang untuk operasional jarak jauh atau yang mereka sebut REEV Bus (Range Extended Electric Vehicle) yang dijadwalkan akan resmi menyapa pasar komersial Indonesia pada bulan Juni mendatang.
Djoko Purwanto, Direktur Teknik PT SAG, menekankan pentingnya solusi yang adaptif bagi pelaku industri dalam negeri. Beliau menjelaskan bagaimana inovasi ini dapat menjadi penyelamat efisiensi operasional perusahaan otobus di tanah air.

“Di tengah dinamika harga bahan bakar fosil yang berdampak pada biaya logistik di Indonesia, efisiensi menjadi kunci utama keberlangsungan bisnis,” ungkapnya di sela acara Busworld SEA 2026, Rabu (20/5/2026) beberapa waktu lalu.
“SAG menjawab tantangan itu dengan menghadirkan kendaraan listrik yang dirancang sebagai instrumen strategis untuk menekan biaya operasional secara signifikan, sekaligus memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi para mitra kami di tanah air,” ucap Djoko.
Teknologi REEV Bus menjadi jawaban nyata SAG dalam mengatasi dilema pengoperasian bus listrik jarak jauh di Indonesia, dimana ekosistem infrastruktur seperti charging station menjadi pertimbangan teknis utamanya.
Nah, berbeda dengan kendaraan listrik konvensional yang bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya di sepanjang rute, teknologi range extender SAG diklaim menghadirkan efisiensi tinggi sekaligus fleksibilitas operasional yang jauh lebih optimal.

Baca Juga: PO Sinar Jaya Soroti Tantangan Ekosistem Bus Listrik Jarak Jauh di Indonesia, Siap Ikut Bermain?
Sistem cerdas di dalamnya memanfaatkan generator onboard untuk mengisi ulang daya baterai saat kendaraan bergerak, sehingga mampu mengeliminasi kecemasan akan jarak tempuh bagi para operator bus.
Bus tersebut juga diklaim membawa spesifikasi teknis yang sangat mumpuni untuk karakteristik geografis Indonesia, termasuk kemampuannya untuk menempuh jarak fantastis hingga 1.600 kilometer dalam satu kali pengisian penuh.
Dapur pacunya mengandalkan kombinasi motor penggerak listrik berperforma tinggi dengan mesin generator range extender yang efisien, mampu menyalurkan torsi melimpah demi menaklukkan rute-rute antarkota yang menanjak maupun berliku.
Hal itu menjadikannya relevan dan siap pakai untuk kebutuhan transportasi antar-kota maupun operasional komersial dengan mobilitas tinggi tanpa harus terhambat keterbatasan infrastruktur pengisian daya yang saat ini masih minim di berbagai wilayah Indonesia.

“Peluncuran REEV adalah wujud komitmen kami bersama SAG untuk menetapkan standar baru dalam transportasi publik yang berkelanjutan di pasar Indonesia,” tutur Mr. Alex Chen, Direktur Asia Pacific Golden Dragon Bus dalam kesempatan yang sama.
“Kami menghadirkan teknologi EV yang sangat relevan dengan kondisi geografis dan infrastruktur Indonesia, memastikan performa maksimal dengan dampak lingkungan yang minimal bagi masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Baca Juga: Busworld SEA 2026: Sinergi Kalista dan INVI Dorong Target 10 Ribu Bus Listrik Transjakarta
Langkah ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk terus mengeksplorasi peluang inovasi yang mampu mempercepat terciptanya ekosistem transportasi publik yang bersih, cerdas, dan berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia.
Kendati demikian, kehadiran bus listrik SAG REEV Bus pada Juni 2026 mendatang dipastikan akan menjadi milestone baru yang mengubah wajah industri bus AKAP di tanah air menuju era elektrifikasi tanpa batas.











