Tak hanya dari sektor kondisi bus, calon penumpang juga diimbau untuk memperhatikan bus yang akan dinaiki pada saat pulang kampung untuk mengamati apakah stiker tersebut sudah ada atau belum, atau mengeceknya di aplikasi MitraDarat milik Kementerian Perhubungan.
Selain itu, penumpang dalam perjalanan mudik juga berhak menegur sopir bus apabila sopir bus mengemudi tidak dengan benar di jalanan ekstrem, ataupun melaporkannya kepada perusahaan otobus (PO) yang bersangkutan.
Baca Juga: Bus Listrik Mercedes-Benz Dipastikan Hadir Di Indonesia Pada Kuartal 2 Tahun Ini
Oleh karena itu, Fautina mengatakan bahwa DCVI terus memberikan pelatihan kepada pengemudi untuk menambah pengetahuan mereka, seperti pengenalan produk, pelatihan cara berkendara yang ekonomis, dan juga pelatihan cara berkendara yang aman.
“Kami selaku APM rutin melakukan pelatihan setiap unit baru dikirim atau jika ada pengemudi baru di perusahaan otobus. Pengetahuan produk dan cara berkendara akan menjadi hal yang bermanfaat bagi para pengemudi untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan,” tegasnya.

Bus Mercedes-Benz sendiri sudah memiliki antisipasi pencegahan kecelakaan rem blong dengan sistem pengereman full air brake empat sirkuit di setiap unitnya. Selain itu, bus Mercedes-Benz juga telah dilengkapi dengan rem tanpa keausan (engine brake) yang terdiri dari katup pembocor kompresi (constant throttle) dan katup rem gas buang (exhaust brake flap).
Khusus di beberapa model Bus Mercedes-benz dilengkapi dengan rem tambahan yang disebut Retarder dan juga teknologi pengereman yang terbaru yaitu sistem rem elektronik atau EBS (Electronic Brake System) yang sudah dilengkapi dengan sistem ABS (anti-lock Braking System) dan ASR (Anti Skid Regulation).
Baca Juga: Damri Buka Posko Mudik di Jawa dan Sumatra, Optimalkan Pelayanan Penumpang
“Keselamatan pengemudi dan penumpang merupakan fokus utama Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) untuk terus berinovasi dalam memajukan transportasi di Indonesia,” tutup Faustina.
Sebagai penyedia kendaraan niaga, DCVI sebagai agen pemegang merek (APM) Mercedes-Benz Bus di Indonesia turut menghadirkan menghadirkan ‘Lebaran Rescue 2023’ yang terintegrasi dengan program pemerintah ‘Mudik Aman Berkesan’ dari Kementerian Perhubungan.
Melalui program ini, DCVI akan memberikan dukungan penuh bagi bus Mercedes-Benz yang digunakan sebagai transportasi pemudik dengan menyediakan 11 titik layanan yang berlangsung mulai dari 17 hingga 29 April 2023.
Baca Juga: Sopir dan Kernet Bus Mudik Gratis di Tangerang Diperiksa Kesehatannya











