MobilKomersial.com - MAN Truck & Bus, sebagai produsen otomotif asal Jerman tengah berambisi untuk menjadi merek kendaraan bebas gas rumah kaca pada tahun 2050. Pihaknya juga berkomitmen sebagai bagian dari inisiatif perlindungan iklim inisiatif Science Based Targets (SBTi) sejak tahun 2021.

Langkah pertamanya, produsen kendaraan komersial ini akan menghemat hingga 70% emisi gas rumah kaca secara global pada tahun 2030. Sebaliknya, emisi armada gas rumah kaca baik dari truk maupun bus akan dikurangi hingga 28% per kilometer pada tahun yang sama.

Baca Juga: Sinergitas Volvo Trucks dan DHL, Percepat Transisi Armada Elektrifikasi

Dilansir laman resminya pada Selasa (17/5/2022), MAN Truck & Bus juga telah telah menetapkan terget perusahaan untuk mempertimbangkan Perjanjian Iklim Paris dan memberikan kontribusi untuk membatasi perubahan iklim.

"Kami mengejar tujuan yang jelas untuk mengatasi perubahan iklim. Keberlanjutan adalah pilar utama dari strategi kami untuk dekarbonisasi seluruh rantai nilai yang memainkan peran kunci dalam hal ini. Portofolio produk kami, yang saat ini menyumbang sekitar 98 persen dari emisi gas rumah kaca kami, adalah tempat yang paling berpengaruh," ucap CEO MAN, Alexander Vlaskamp.

Selanjuntya, MAN juga telah bergabung dengan SBTi untuk bertanggung jawab dan berkontribusi dalam membatasi perubahan iklim. SBTi adalah kemitraan antara CDP (Carbon Disclosure Project), United Nations Global Compact, World Resources Institute (WRI) dan World Wide Fund for Nature (WWF).

Baca Juga: Hyundai Mulai Jual Truk Hidrogen XCient ke Pasar AS

Inisiatif ini mendukung perusahaan dalam menetapkan target yang sejalan dengan Perjanjian Iklim Paris, yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015.

Dengan bergabungnya ini, MAN telah berkomitmen untuk menentukan target berbasis sains yang mengikat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang merusak iklim dan mengimplementasikannya secara konsisten baik dalam jangka pendek pada tahun 2030, dan dalam jangka panjang sejalan dengan tujuannya untuk netralitas gas rumah kaca (nol bersih).

Alexander Vlaskamp menyatakan bahwa pabrikan kendaraan komersial itu akan terus mempublikasikan kemajuannya dalam mencapai target iklimnya sebagai bagian dari pelaporan keberlanjutannya.

Baca Juga: Truk Tambang Bertenaga Hidrogen Terbesar di Dunia Mulai Beroperasi

"Oleh karena itu, kami mendorong elektrifikasi armada kami khususnya dalam skala besar. Saat ini, permintaan akan e-bus atau solusi berlistrik di lalu lintas pengiriman perkotaan meningkat secara signifikan. Kami akan mulai memproduksi e-truck tugas berat (heavy duty) pada awal 2024," pungkas Alexander Vlaskamp.

Share :

Foton Rilis Keluarga Baru Truk Auman Est-A, Optimis Pimpin Pasar Tractor-Head di Meksiko

Peluncuran truk jenis ini sejalan dengan kepercayaan perusahaan bahwa truk jenis tractor-head akan memeang proporsi terbesar sebagai truk tugas berat (heavy duty) dan telah ditempatkan di segala posisi yang menonjol.

Read More
Gunakan Truk Listrik Scania, DB Schenker Menuju Transportasi Bebas Fosil di Swedia

Empat truk Scania P25 elektrik dan dua truk hibrida Scania PHEV adalah bagian dari ambisi DB Schenker agar Gotland menjadi wilayah pulau teratas dunia dalam keberlanjutan.

Read More
DAF Kenalkan Sistem Penguncian Pintu DAF Night Lock Baru, 150 Persen Lebih Kuat

Sistem keamanan tebaru ini akan tersedia pada setiap panel pintu truk DAF XF, XG, dan XG+ generasi baru yang telah dianugerahi sebagai 'International Truck of The Year 2022'.

Read More
honda

Terkini

Terpopuler