MobilKomersial.com — Di tengah debu dan medan ekstrem Arab Saudi, satu nama mesin terus bergema di barisan terdepan kategori truk Reli Dakar 2026 yaitu, Iveco Powerstar Evo 4 hasil pengembangan mutakhir MM Technology.
Kendaraan ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan prototipe balap kelas T5.1 yang dirancang khusus untuk menghadapi kondisi ekstrim gurun Arab Saudi.
Baca Juga: Dua Mesin dalam Satu Truk? Intip Kegarangan DAF 3300 Yang Kembali Ikut Reli Dakar 2026
Performa luar biasanya kini dibuktikan langsung oleh pembalap muda bertalenta, Mitchel van den Brink, yang sukses memimpin klasemen sementara dan menjadi ancaman serius bagi para pesaingnya, termasuk Martin Macík Sr., bos dari MM Technology itu sendiri.
Ya, Evo 4 merupakan evolusi generasi keempat yang lahir dari tangan dingin Martin Macík Sr. dan tim teknis MM Technology di Republik Ceko. Sebagai suksesor dari model “Cenda” yang legendaris, Evo 4 membawa filosofi yang sangat spesifik, ketahanan tanpa kompromi.

Fokus utama pengembangan truk ini terletak pada peningkatan durabilitas komponen untuk menghadapi fluktuasi suhu yang ekstrim dan tekanan mekanis tanpa henti selama ribuan kilometer, di mana perawatan intensif 24 jam seringkali sulit dilakukan di tengah gurun.
Jantung mekanis yang menggerakkan monster ini adalah mesin FPT Cursor 13 yang telah dimodifikasi secara radikal. Mesin berkapasitas 13 liter dengan enam silinder segaris ini mampu memuntahkan tenaga fantastis hingga 1.050 dk.
Baca Juga: Bedah Spesifikasi Renault C460 Hybrid, Truk Monster 1.100 Dk yang Mengguncang Reli Dakar 2026
Namun, daya tarik utamanya terletak pada torsi raksasanya yang mencapai 5.000 Nm, sebuah angka krusial yang memungkinkan truk seberat 8,7 ton ini melesat di atas gunungan pasir raksasa tanpa kehilangan momentum.
Tenaga sebesar itu disalurkan melalui sistem manajemen mesin yang fleksibel, di mana tim dapat memilih antara sistem injeksi common rail untuk efisiensi bahan bakar yang lebih baik atau sistem pompa unit untuk memaksimalkan lonjakan tenaga di medan tanjakan terjal.

Ya, untuk menyalurkan tenaga monster tersebut ke permukaan tanah, truk ini dilengkapi dengan transmisi otomatis dan transfer case ZF yang legendaris, serta penggunaan gandar Rába yang telah teruji durabilitasnya selama puluhan tahun.
Fitur pendukung vital lainnya adalah Central Tire Inflation System (CTIS) pada gandar depan dan belakang, yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan tekanan ban secara instan dari dalam kabin sesuai dengan kondisi medan.
Secara visual, Evo 4 tetap mempertahankan desain “torpedo” atau moncong depan yang menjadi ciri khas Iveco Powerstar. Desain ini bukan sekadar estetika, melainkan strategi distribusi bobot yang krusial.
Dengan menempatkan kabin sedikit lebih ke belakang dibandingkan truk model cab-over tradisional, pusat gravitasi kendaraan menjadi lebih seimbang. Hal ini memberikan stabilitas tinggi saat truk melompat di gundukan pasir dan memberikan kenyamanan lebih bagi kru.

Sasis Evo 4 dibangun menggunakan konstruksi 3D yang dirancang secara mandiri oleh MM Technology. Rangkanya dibuat menggunakan baja berkekuatan tinggi namun dengan bobot yang ditekan seminimal mungkin hingga mencapai berat kosong sekitar 8.760 kg.
Keunggulan teknologi ini tercermin jelas pada hasil balapan. Mitchel van den Brink, yang membela tim Eurol Rallysport, telah menunjukkan betapa tenangnya ia mengendalikan Evo 4 melewati badai ban dan navigasi yang sulit.
Baca Juga: Berbasis MAN TGA, Ini Truk Hybrid Hidrogen 6×6 Tercanggih di Reli Dakar 2026
Keberhasilannya memenangkan berbagai tahapan atau etape dan menjaga posisi di puncak klasemen membuktikan bahwa Evo 4 adalah kombinasi sempurna antara kekuatan mekanis dan inovasi teknik modern.
Dengan dimensi panjang sekitar 7 meter dan tinggi lebih dari 3 meter, Iveco Powerstar Evo 4 menjadi senjata mematikan yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu bertahan hingga garis finis di tengah keganasan reli paling ganas di dunia tersebut.










