MobilKomersial.com — Kebutuhan mobilitas harian yang lebih hemat energi tanpa kehilangan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh menjadi salah satu alasan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) mulai dilirik. Menjawab kebutuhan tersebut, DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV enam penumpang yang memadukan tenaga listrik dan mesin konvensional.
DFSK E5 Plus dibekali baterai berkapasitas 25,3 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 140 km dalam mode listrik murni. Sementara itu, jarak tempuh gabungannya diklaim mencapai 1.400 km berdasarkan standar NEDC. Hasil penggunaan sebenarnya dapat berbeda, bergantung pada kondisi jalan, gaya berkendara, dan beban kendaraan.
Teknologi PHEV memungkinkan E5 Plus menggunakan tenaga listrik untuk aktivitas harian, sekaligus memanfaatkan mesin konvensional ketika dibutuhkan untuk perjalanan lebih jauh. Pengemudi juga dapat memilih mode berkendara Force EV, Prefer EV, dan Smart sesuai kebutuhan penggunaan kendaraan.
Baca juga: Tren Kendaraan PHEV Berkembang Pesat, DFSK E5 Plus Jamin Kenyamanan Kabin dan Keamanan Baterai

Dari sisi kenyamanan, SUV ini menawarkan konfigurasi enam tempat duduk dengan captain seat di baris kedua, layar hiburan belakang berukuran 15,6 inci, serta ventilated seats di baris pertama dan kedua. Fitur bantuan berkendara Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) turut disematkan untuk mendukung aspek keselamatan.
Meski menawarkan fleksibilitas dua sumber tenaga, efisiensi DFSK E5 Plus tetap dipengaruhi kebiasaan pengguna dalam mengisi daya baterai. Pengisian secara rutin memungkinkan pemanfaatan tenaga listrik lebih optimal, terutama untuk perjalanan harian.
Product Expert PT Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra mengatakan, salah satu miskonsepsi yang masih perlu diluruskan adalah anggapan bahwa PHEV sama dengan HEV karena keduanya menggunakan motor listrik dan mesin konvensional.
Baca juga: Bukan Sekadar Jual Mobil, DFSK Siapkan SDM Andal untuk Layani Pemilik E5 Plus

“Padahal, kemampuan mengisi baterai melalui sumber listrik eksternal memberikan PHEV kesempatan untuk menempuh perjalanan menggunakan tenaga listrik dalam jarak yang lebih jauh dibandingkan sistem hybrid konvensional pada umumnya,” kata Ichsan beberapa waktu lalu.
Menurut Ichsan, PHEV juga tidak harus selalu diisi daya agar tetap dapat digunakan. Mesin konvensional dapat mendukung pengoperasian kendaraan ketika energi baterai berkurang. Meski demikian, pengisian daya secara rutin tetap penting untuk memaksimalkan potensi berkendara listrik dan efisiensi energi.
“Sebagai ilustrasi, bagi konsumen dengan jarak tempuh harian sekitar 30–50 km, PHEV memungkinkan perjalanan sehari-hari mengandalkan tenaga listrik, selama baterai terisi cukup dan jarak tempuh kendaraan memadai. Dengan begitu, penggunaan mesin bensin dapat diminimalkan, bahkan tidak diperlukan untuk perjalanan tersebut,”ujarnya.
Baca juga: Antusiasme Generasi Milenial Ramai-ramai Pesan DFSK E5 Plus

Salah satu karakteristik PHEV adalah kemampuannya mengakomodasi kebutuhan perjalanan yang berbeda. Untuk aktivitas harian, seperti pergi ke kantor, mengantar anak, atau beraktivitas di sekitar kota, pengguna dapat memanfaatkan tenaga listrik selama jarak perjalanan dan kondisi penggunaan masih sesuai dengan jangkauan listrik kendaraan.
Melalui E5 Plus, DFSK menawarkan alternatif bagi konsumen yang ingin memanfaatkan mobilitas listrik tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya. Perpaduan teknologi PHEV, kapasitas enam penumpang, dan fitur kenyamanan menjadi aspek yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan penggunaan kendaraan.










