MobilKomersial.com — Tren kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia terus berkembang pesat, pasalnya teknologi yang menawarkan efisiensi dalam berkendara ini merupakan solusi elektrifikasi yang paling relevan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini.
Namun di tengah meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi, berbagai pertanyaan mengenai keamanan baterai, risiko overheating, usia pakai baterai, hingga kemampuan kendaraan untuk menempuh perjalanan jarak jauh masih kerap menjadi perhatian.
PT Sokonindo Automobile sebagai agen pemegang merek (APM) DFSK di Indonesia menjawab keraguan tersebut dengan menghadirkan E5 Plus yang membuktikan bahwa kendaraan elektrifikasi tidak lagi identik dengan keterbatasan mobilitas.
Baca juga: DFSK E5 Plus Jadi Magnet Pengunjung GIIAS 2026, Bukukan 380 SPK

Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, Doni Putra Okten, mengungkapkan saat ini kendaraan dengan teknologi PHEV semakin dipandang sebagai teknologi transisi yang paling relevan untuk menjembatani kebutuhan mobilitas masyarakat menuju era kendaraan listrik.
“Didukung fitur DC fast charging, kata Ichsan, DFSK E5 Plus mampu mengisi daya baterai dari 30% hingga 80% dalam waktu sekitar 20–28 menit. Pengisian yang cepat memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna, memastikan kendaraan selalu siap digunakan tanpa mengorbankan produktivitas maupun kenyamanan perjalanan,” kata Doni.
Product Expert PT Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra mengatakan bahwa dengan jarak tempuh kombinasi hingga 1.400 kilometer (NEDC), setiap baterai DFSK E5 Plus telah melalui pengujian keselamatan dan ketahanan yang komprehensif sebelum digunakan oleh konsumen.
Baca juga: Hanya di GIIAS 2026, DFSK E5 Plus Dijual Rp 479 Juta

“Sistem Battery Management System (BMS) DFSK E5 Plus dirancang untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang dengan mengoptimalkan proses pengisian, penggunaan, hingga perlindungan terhadap berbagai kondisi operasional, sehingga konsumen dapat memiliki rasa aman dan percaya diri dalam setiap perjalanan,” kata Ichsan.
Teknologi PHEV ini, lanjut Ichsan juga didukung oleh teknologi Smart Power System DE-i, sistem hybrid cerdas yang secara otomatis mengoptimalkan perpindahan tenaga listrik dan mesin pembakaran untuk menghasilkan performa yang responsif, efisien dan mulus di berbagai kondisi berkendara.
DFSK E5 Plus juga dibekali baterai berkapasitas 25 kWh, salah satu yang terbesar di kelasnya, yang telah melalui serangkaian pengujian dan validasi ketat untuk memastikan keamanan, keandalan, serta performa optimal di berbagai kondisi jalan dan iklim Indonesia.
Baca juga: Bukan Sekadar Jual Mobil, DFSK Siapkan SDM Andal untuk Layani Pemilik E5 Plus

Sementara Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar mengungkapkan bahwa tidak ada satu solusi yang dapat menjawab seluruh kebutuhan elektrifikasi. Kendaraan dengan teknologi PHEV memiliki peran strategis sebagai jembatan yang mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
“Namun, keberhasilan transisi ini tidak hanya bergantung pada teknologinya, melainkan juga pada edukasi yang mampu membangun kepercayaan dan pemahaman masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi ini secara maksimal,” imbuhnya.











