MobilKomersial.com — Industri otomotif nasional kembali mencatat sejarah baru lewat terobosan bus listrik komersial. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk secara resmi memperluas jangkauan pasar dengan membidik sektor transportasi di pertambangan.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengenalan bus listrik Arjuno yang dirancang khusus untuk area operasional berteknologi tinggi. Kendaraan ramah lingkungan ini menjadi jawaban atas kebutuhan efisiensi energi industri.
Baca Juga: Laris Diborong Pengusaha, Pesanan Bus dan Truk Listrik VKTR Melonjak Drastis!
Dari segi kapasitas angkut, bus listrik Arjuno hadir dengan konfigurasi ruang kabin optimal yang mampu membawa hingga 25 penumpang sekaligus. Rancangan interior diciptakan sangat ergonomis guna memberikan kenyamanan maksimal bagi para pekerja.
Performa jarak tempuh menjadi keunggulan utama kendaraan ini, di mana bus sanggup menjelajah hingga 350 km dalam sekali pengisian daya penuh. Daya jelajah ini sangat ideal untuk mendukung mobilitas harian di kawasan pertambangan.

Sistem baterai canggih yang disematkan mampu memberi pasokan tenaga stabil tanpa hambatan saat melintasi medan berat di area tambang. Torsi instan dari motor listrik memastikan bus ini sanggup melahap tanjakan curam dengan sangat mudah.
“Pengembangan bus Arjuno merupakan wujud nyata kontribusi VKTR dalam mendorong rantai pasok industri yang ramah lingkungan,” ungkap Indah P. Saugi, Direktur Chief Corporate Affairs VKTR mengutip keterangannya, Kamis (1/10/2026).
Konstruksi sasis bus ini dirancang sangat kokoh berstandar industri tinggi guna menahan guncangan keras di medan tidak rata. Lapisan pelindung khusus pada baterai menjamin keamanan operasional kendaraan dari debu serta air.
Baca Juga: Bus Listrik VKTR Resmi Mengaspal di UNY, Bisa Tembus 270 Km Sekali Cas!
Sistem pengereman canggih turut disematkan untuk memastikan keselamatan ekstra saat berkendara di jalur curam. Selain itu, fitur keselamatan aktif dan pendingin udara bertenaga tinggi menjaga kabin tetap sejuk sepanjang hari.
Penggunaan bus listrik ini memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional dan penurunan emisi karbon. Langkah hijau tersebut membantu sektor industri menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil konvensional.
Kehadiran armada bus Arjuno di sektor tambang tidak lepas dari kemitraan strategis bersama operator ternama. PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong) merespons positif integrasi armada ramah lingkungan ini ke dalam lini operasional mereka.

Pihak operator menyambut baik keandalan bus ini. Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo mengungkapkan, “Kami percaya bus listrik ini memberikan standar efisiensi serta keamanan maksimal bagi transportasi kerja kami,” tuturnya.
Di samping keunggulan teknis, pengoperasian bus listrik Arjuno terbukti memangkas pengeluaran biaya perawatan berkala. Sistem penggerak listrik yang efisien menekan risiko kerusakan dibandingkan armada berteknologi diesel.
Baca Juga: VKTR dan PO Bagong Resmi Operasikan Armada Listrik Senyap Tanpa Emisi
Dukungan sistem pengisian daya cepat juga disiapkan demi menjaga kelancaran waktu operasional armada. Proses pengisian energi yang singkat membuat produktivitas transportasi para pekerja di lapangan tetap terjaga maksimal.
Kehadiran bus Arjuno menjadi pendorong utama proses modernisasi transportasi industri berat di Indonesia. Langkah VKTR ini membuktikan bahwa era elektrifikasi siap menjadi standar baru operasional tambang berkelanjutan.











