“Masyarakat harus memahami bahwa oktan tinggi itu bukan berarti bahan bakarnya lebih panas, melainkan bahan bakar yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap ketukan atau knocking,” tuturnya kepada MobilKomersial.com, Sabtu (18/7/2026).
“Suhu operasional mesin itu sepenuhnya dikontrol oleh sistem pendingin, rasio kompresi mekanis, beban kerja kendaraan, serta keandalan pelumas yang digunakan, bukan ditentukan oleh angka oktan yang tertera di nosel SPBU,” jelasnya.
Baca Juga: Bukan Cuma TBN dan NOACK, Ini Cara Paling Valid Cek Oli Mesin Anda Asli Full Synthetic atau Mineral
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa menyesuaikan jenis bahan bakar dengan spesifikasi teknis pabrikan tetap menjadi kunci utama untuk mempertahankan efisiensi berkendara dan menjaga keawetan usia pakai kendaraan.
“Jadi, jangan takut menggunakan bahan bakar beroktan tinggi jika mesin kendaraan Anda memang membutuhkan spesifikasi tersebut untuk mencapai efisiensi termal yang optimal,” tegasnya.

“Memilih RON yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan adalah langkah terbaik untuk menjaga efisiensi sekaligus melindungi material mesin secara jangka panjang,” sambung Arief Hidayat.
Sementara itu, jika sebuah kendaraan modern yang membutuhkan bahan bakar oktan tinggi secara sengaja dipaksa menelan bensin beroktan rendah demi alasan ekonomi, dampaknya justru akan memicu malapetaka mekanis.
Campuran udara dan bensin akan meledak secara prematur akibat tekanan piston sebelum busi menyala, yang kemudian menghasilkan gelombang tekanan abnormal berbahaya di dalam dinding silinder.
Mesin pintar masa kini memang dibekali dengan knock sensor yang secara otomatis akan memundurkan waktu pengapian (ignition timing) begitu mendeteksi getaran detonasi tersebut.

Namun kompensasinya adalah penurunan performa yang drastis, pemborosan bahan bakar, dan akumulasi panas berlebih akibat pembakaran yang tidak efisien.
Sebaliknya, menggunakan bahan bakar dengan angka oktan yang melampaui rekomendasi pabrikan pada mesin berkompresi rendah juga tidak akan memberikan dampak peningkatan performa yang signifikan maupun membuat mesin menjadi lebih dingin.
Baca Juga: Akhiri Mitos Oli Encer, Ini Alasan Mengapa SAE 0W-20 Kini Jadi Standar Mesin Modern hingga 2.500 cc
“Mesin konvensional tidak memiliki kompresi yang cukup kuat atau kalibrasi komputer adaptif untuk memanfaatkan kelebihan stabilitas kimiawi dari oktan tinggi tersebut,” ujar pria penyandang gelar Master di bidang otomotif tersebut.
“Oleh karena itu, langkah paling bijak dan aman bagi setiap pemilik kendaraan adalah selalu merujuk dan mematuhi panduan nilai oktan minimum yang telah ditetapkan oleh produsen masing-masing kendaraan,” pungkasnya.










