MobilKomersial.com — Saat cuaca panas ekstrem yang saat ini sangat terasa di wilayah Jakarta dan sekitarnya, kondisi mesin mobil, sistem pendingin, oli mesin, aki, ban dan sistem AC harus bekerja lebih keras dari biasanya, jika kendaraan tidak dirawat dengan baik risiko kerusakan dapat terjadi.
Selama cuaca sangat panas yang terjadi saat ini, alangkah baiknya pemilik mobil memeriksa level cairan pendingin secara teratur, saat mesin benar-benar dingin. Tingkat cairan pendingin harus antara tanda minimum dan maksimum pada reservoir. Jika sering kekurangan pendingin, mungkin. ada kebocoran pada radiator, selang, pompa air, atau tutup reservoir.
“Sistem pendingin adalah garis pertahanan pertama terhadap mesin yang terlalu panas. Selama cuaca yang sangat panas, periksa level cairan pendingin secara teratur,” kata CEO dan Founder Wealthy Group, Arief Hidayat kepada MobilKomersial.com, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Bisa Berubah Gelap Otomatis! Wealthy Blackrock 24 Hadirkan Kaca Film Pintar Masa Depan

Menurut Arief, mencegah masalah pendinginan bisa dengan cara memeriksa level cairan pendingin setiap minggu saat mesin dingin, serta menggunakan jenis cairan pendingin yang benar dan dicampur dengan air suling, kemudian membersihkan radiator dan kondensor, memeriksa selang, klem, tutup radiator, termostat, pompa air, dan kipas pendingin, lalu mengganti cairan pendingin sesuai jadwal.
Setelah cairan pendingin mesin sudah diperhatikan, langkah selanjutnya pemilik mobil dapat memeriksa kondisi oli mesin, pasalnya bagian ini menjadi sangat penting dalam panas ekstrem karena dapat melindungi bagian mesin yang bergerak dari gesekan.
“Jangan sampai salah pilih, karena oli berkualitas rendah dengan viskositas yang salah dapat menipis terlalu cepat, teroksidasi lebih cepat, dan kehilangan kemampuannya untuk melindungi mesin. Ketika ini terjadi, mesin dapat bekerja lebih panas, menghasilkan lebih banyak keausan, dan memberikan beban ekstra pada sistem pendingin,” ujarnya.
Baca juga: Wealthy Engine Diesel Treatment Dapat Bersihkan EGR, Turbocharged Hingga Catalytic Converter

Jika hendak membeli dan memilih oli mesin, kata Arief, selalu ikuti spesifikasi oli dan petunjuk pabrikan kendaraan. Jika pabrikan mengizinkan viskositas suhu panas yang sedikit lebih tinggi untuk kondisi yang parah, itu mungkin membantu.
“Gunakan oli yang memenuhi standar persetujuan API, ILSAC, atau pabrikan yang diperlukan. Di kondisi lalu lintas Jakarta, kendaraan sering bergerak lambat dengan AC menyala, pertimbangkan interval penggantian oli yang lebih pendek karena panas dan mengemudi stop-and-go dapat membuat oli lebih cepat diganti,” ungkapnya.
Arief juga mengatakan bahwa pemilik mobil juga wajib mengganti filter oli setiap pergantian oli mesin, dikarenakan filter menampung kotoran, lumpur, partikel logam, dan residu minyak teroksidasi. Jika oli segar digunakan dengan filter lama yang kotor, oli baru tidak dapat memberikan perlindungan penuh karena segera melewati filter yang terkontaminasi.
Baca juga: Wealthy Quantumtec Resmi Dipasarkan, Standar Pelumas Mesin Terbaru API SQ

“Untuk panas ekstrem di Jakarta, pendekatan terbaik adalah pemeliharaan preventif. Gunakan oli mesin berkualitas baik, pertahankan campuran cairan pendingin yang benar, jaga kebersihan radiator, periksa kipas dan termostat, dan perhatikan tanda-tanda peringatan dini di indikator,” imbuhnya.
Kendaraan yang dirawat dengan baik, tambah Arief, akan menangani cuaca panas dengan jauh lebih baik, mengurangi risiko panas berlebih, dan memberikan keandalan yang lebih baik untuk berkendara sehari-hari.










