Sistem baterai LFP ini dirancang memiliki daya tahan tinggi dengan target operasional hingga 1,2 juta km dalam kurun waktu sepuluh tahun, dengan sisa kesehatan baterai (state of health) tetap berada di atas 80% pada akhir masa pakainya.
Prinsip Kerja dan Spesifikasi Truk Hidrogen (FCEV)
Berbeda dengan sistem BEV, Mercedes-Benz NextGenH2 Truck membawa densitas energi yang jauh lebih tinggi dalam bentuk bahan bakar kimia sebagai kendaraan berbasis sel bahan bakar hidrogen (FCEV).
Baca Juga: Teknologi Swap Baterai Truk Listrik Asal China Ditolak Mentah-Mentah di Eropa, Ini Alasannya?
Energi pada truk tersebut disimpan dalam bentuk hidrogen cair (LH2) yang didinginkan secara ekstrem hingga mencapai suhu -253℃ di dalam dua tangki terisolasi khusus yang dipasang di sepanjang rangka sasis.

Kedua tangki ini mampu menampung hingga 85 kg hidrogen cair, yang setara dengan pasokan energi untuk menempuh jarak lebih dari 1.000 km dalam kondisi muatan penuh tanpa perlu berhenti untuk pengisian ulang di tengah jalan.
Saat truk beroperasi, sistem sel bahan bakar (fuel cell) di dalam truk bertugas mereaksikan hidrogen tersebut dengan oksigen yang dihisap dari udara bebas untuk memproduksi aliran listrik secara konstan, dengan satu-satunya residu buangan berupa uap air bersih.
Arus listrik hasil konversi inilah yang kemudian dialirkan untuk memutar roda melalui eAxle yang sama dengan model truk BEV. Namun, sistem hidrogen ini didukung oleh baterai buffer kecil berkapasitas 101 kWh.
Peran baterai itu bukan sebagai sumber energi utama, melainkan sebagai penyokong situasional (power battery) untuk memberi dorongan tenaga ekstra saat truk berakselerasi, sekaligus menampung luapan energi hasil rekuperasi saat pengereman.

Guna mendukung komponen hidrogen cair ini, terdapat struktur menara teknis (Tech Tower) yang dipasang tepat di belakang kabin kemudi yang menampung sistem manajemen penguapan gas serta sistem pendingin tambahan khusus yang sangat krusial.
Keunggulan operasional utama dari sistem FCEV ini adalah efisiensi waktu, di mana proses pengisian penuh hidrogen cair ke dalam tangki hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit saja, sangat mirip dengan durasi pengisian truk diesel konvensional.
Baca Juga: MAN Sukses Uji Coba Pengisian Daya Truk Listrik 3.000 Ampere, Cas 15 Menit Bisa Tempuh Jarak 400 Km!
Melalui rincian teknis tersebut, Daimler Truck memetakan bahwa truk baterai eActros 600 memegang keunggulan efisiensi tertinggi pada rute regional dengan jalur yang terplann dan jadwal yang terprediksi.
Sebaliknya, NextGenH2 menjadi solusi mutlak untuk sektor pengiriman lintas batas yang membutuhkan fleksibilitas muatan tinggi, jarak tempuh ekstrem, serta waktu henti minimum yang tidak bisa diakomodasi oleh infrastruktur pengisian daya listrik statis.











